Kasus Pelecehan di SPPG Bekasi: Kepala SPPG Diduga Lakukan Tindakan Tak Senonoh
Seorang kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Bekasi, Jawa Barat, tengah menjadi perbincangan publik setelah diduga melakukan tindakan tak senonoh terhadap seorang pegawai wanita. Kejadian ini memicu gelombang protes dari masyarakat dan menuntut keadilan.
Latar Belakang dan Peran SPPG
SPPG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi merupakan unit layanan yang dibentuk untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini merupakan inisiatif unggulan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Tujuan utamanya adalah menyediakan makanan bergizi gratis bagi kelompok rentan seperti siswa sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita. Dengan demikian, program ini bertujuan untuk menekan angka malnutrisi dan stunting serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kepala SPPG yang terlibat dalam kasus ini memiliki inisial KP. Ia lahir pada tahun 1996 dan saat ini berusia 29 tahun. KP adalah kepala SPPG Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi. Namun, kini ia tengah jadi sorotan karena dugaan pelecehan seksual terhadap seorang pegawai wanita bernama RDA (28).
Video Viral dan Bukti CCTV
Dugaan pelecehan tersebut terekam jelas oleh kamera CCTV. Video tersebut kemudian viral setelah diunggah oleh akun Instagram @fakta_bekasi pada Kamis (22/10/2025). Dalam video tersebut, KP terlihat mendekati RDA yang sedang duduk di kursi dekat tembok dan meraba-raba tubuhnya.
Hingga Jumat (24/10/2025), video tersebut telah ditonton lebih dari 5,4 juta kali. Warganet ikut meramaikan dengan berbagai komentar, termasuk mengecam dan berharap polisi segera menangkap pelaku.
Kronologi Kejadian
RDA mengungkapkan kronologi lengkap pengalaman buruknya. Awalnya, ia meminta dokumen pekerjaan kepada KP. Akan tetapi, dokumen tersebut ternyata salah dan KP enggan memperbaikinya. Puncaknya, KP memarahi RDA di depan pegawai lainnya.
“Padahal saya cuma tanya dokumen. Tapi dia marah, memaki saya seolah saya salah,” ujar RDA.
Beberapa hari kemudian, KP kembali menunjukkan sikap temperamen. Ia terlibat keributan dengan koki dapur MBG, Kamis (9/10/2025). KP mempermasalahkan sang koki yang bekerja bersama istrinya. “Dia ributin kepala koki yang kerja bareng istrinya. Katanya gak boleh keluarga kerja satu dapur.” Menurut RDA, pihak yayasan sudah memberi izin.

Trauma dan Kekecewaan
Akibat kejadian ini, RDA mengalami trauma hingga tidak nafsu makan. Ia juga khawatir jika dapat ancaman karena sudah melaporkan kasus ini ke polisi dan pihak yayasan. “Karena saya juga khawatir nanti balasan pelaku ke saya seperti apa, psikis saya terganggu,” jelasnya.
Di sisi lain, RDA kecewa karena belum ada langkah tegas dari pihak terkait. “Hingga saat ini belum ada tindakan tegas dari BGN. Saya hanya ingin keadilan dan proses hukum berjalan,” tutupnya.
Penjelasan Polisi
Kasatreskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu mengakui telah menerima laporan dari korban. Ia juga mengungkap bahwa belum bisa memintai keterangan lantaran korban sedang jatuh sakit. “Segera kami komunikasikan pemanggilan,” imbuhnya.
AKBP Braiel menambahkan bahwa pihaknya sudah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) serta mengamankan rekaman CCTV sebagai barang bukti. “Semoga dalam waktu dekat bisa segera selesai,” tandasnya.
Respons BGN
Wakil Ketua Badan Bergizi Gratis (BGN) Nanik S. Deyang buka suara perihal dugaan pelecehan seksual hingga kekerasan secara verbal yang dilakukan oleh kepala SPPG kawasan Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi. BGN menyayangkan kejadian tersebut. “Kami tentu tidak menginginkan dan menyayangkan kejadian tersebut. Seharusnya menjadi temen kerja, harusnya kompak, harusnya kerja sama seperti itu,” kata Nanik.
Ia menegaskan bahwa BGN juga tengah melakukan proses untuk menonaktifkan terduga pelaku usai korban melapor ke pihak berwajib.