
Kejadian Mencengangkan di MAN 3 Makassar
Sebuah kejadian yang mengejutkan terjadi di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Makassar. Seorang siswa menemukan ulat di dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan di sekolah tersebut. Peristiwa ini langsung memicu reaksi dari para siswa dan pihak sekolah.
Penemuan Ulat di Menu MBG
Kejadian bermula ketika seorang siswa melihat ulat kecil berwarna putih di sela-sela sayuran yang disajikan bersama nasi. Panik, siswa tersebut langsung menghentikan makannya dan memberitahu teman-temannya. Kejadian ini lantas divideokan dan dilaporkan ke pihak sekolah.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Guru MAN 3 Makassar, Adil, membenarkan insiden tersebut. Menurutnya, temuan itu terjadi pada menu MBG perdana di sekolah. Kejadian ini terjadi pada hari ketiga sekolah menerima jatah MBG.
Adil menjelaskan, insiden ini hanya terjadi pada satu porsi makanan. Sementara menu lainnya tetap aman untuk dikonsumsi. "Iya, benar, tadi memang ada yang konfirmasi ke kami dari anak-anak. Siswa menyampaikan bahwa mereka menemukan ulat di makanan, dalam kondisi mati," kata Adil kepada Tribun-Timur.
Meski demikian, Adil menambahkan, sebagian besar makanan lainnya tetap dikonsumsi siswa tanpa masalah. "Ini baru kejadian pertama. Hari ini kan hari ketiga sekolah dapat (jatah MBG)," ujarnya.
Respons Pihak Sekolah
Saat ditemukan, siswa langsung berhenti makan setelah melihat ulat, dan segera melaporkannya ke guru. Pihak sekolah sendiri belum mengetahui asal dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok menu tersebut.
"Kalau SPPG-nya, kami juga tidak tahu dari mana, karena sekolah kami di daerah Daya, Biringkanaya," tegasnya.
Pihak sekolah memastikan akan melanjutkan koordinasi dengan pengelola MBG agar kejadian serupa tidak terulang. "Ini kami baru rencana sampaikan (ke pihak SPPG)," pungkasnya.
Tanggapan dari Kepala SPPG
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wilayah Sulsel, Handayani Syaukani, justru memilih irit bicara saat dimintai keterangan wartawan. "Saat ini kami masih tunggu laporan kepala SPPG," singkatnya kepada Tribun-Timur, Rabu (1/10/2025).
Handayani menyarankan media untuk langsung menghubungi pihak BGN jika ingin informasi lebih lanjut. "Bisa langsung (hubungi) tim media BGN," tegasnya.
Langkah yang Diambil oleh Sekolah
Setelah kejadian tersebut, pihak sekolah mulai melakukan langkah-langkah pencegahan. Mereka berkomitmen untuk meningkatkan pengawasan terhadap penyediaan makanan dan memastikan bahwa semua menu MBG yang diterima aman dan layak konsumsi.
Selain itu, sekolah juga berencana untuk melakukan evaluasi terhadap proses pengadaan makanan dan memperkuat komunikasi dengan pihak-pihak terkait seperti SPPG dan BGN.
Kesimpulan
Peristiwa penemuan ulat di menu MBG di MAN 3 Makassar menjadi peringatan penting bagi seluruh pihak yang terlibat dalam penyediaan makanan bergizi. Diperlukan kerja sama yang lebih baik antara sekolah, pemerintah, dan penyedia makanan agar kejadian serupa tidak terulang lagi.