
Perayaan Kreativitas Remaja di Adujaknas 2025
Ajang Apresiasi Duta dan Jambore Ajang Kreativitas Nasional (Adujaknas) GenRe 2025 yang diselenggarakan di Pelataran Tugu Sirih, Tanjungpinang, berlangsung dengan meriah. Ribuan remaja dari berbagai provinsi di Indonesia hadir dalam acara ini, menunjukkan kreativitas terbaik mereka dalam ajang nasional yang sangat dinantikan.
Acara yang digelar pada hari Kamis (23/10/2025) tersebut menjadi bukti bahwa Provinsi Kepulauan Riau mampu menjadi tuan rumah yang sukses dalam menyelenggarakan kegiatan pembinaan generasi muda. Acara ini tidak hanya menjadi wadah untuk kompetisi, tetapi juga sebagai ajang silaturahmi antar remaja dari berbagai latar belakang budaya dan agama.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dalam sambutannya, Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah pusat yang telah mempercayai Kepri sebagai penyelenggara Adujaknas 2025. Ia mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga RI H Wihaji serta BKKBN.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Menteri dan seluruh jajaran yang telah mempercayakan Kepri sebagai tuan rumah Adujaknas 2025,” ujar Ansar.
Selain itu, Gubernur Ansar juga mengajak peserta untuk menikmati keindahan wisata Kepri selama berada di Tanjungpinang. Ia menekankan bahwa masih banyak tempat wisata menarik yang bisa dikunjungi oleh para peserta.
“Masih banyak tempat wisata menarik di Kepri yang bisa kalian kunjungi,” tambahnya.
Gubernur Ansar menegaskan bahwa Adujaknas merupakan wadah penting untuk memperkuat persatuan dan masa depan bangsa melalui kreativitas remaja. Menurutnya, acara ini sangat penting karena berkaitan langsung dengan masa depan negeri ini.
“Warna bangsa kita ke depan, apakah hitam atau putih, ditentukan oleh anak-anak GenRe hari ini,” tegasnya.
Ia bahkan mengusulkan agar ajang ini bisa digelar lebih sering. “Kalau bisa, Pak Menteri, setahun dua kali. Karena ajang seperti ini bukan hanya soal silaturahmi, tetapi juga cara kita merawat kebhinekaan. Di sini, anak-anak dari berbagai latar belakang agama, suku, dan budaya berkumpul, berkompetisi dengan kreativitasnya masing-masing, dan saling belajar untuk menjadi generasi yang tangguh,” katanya.
Gubernur Ansar juga mengingatkan bahwa Indonesia saat ini berada di masa bonus demografi dengan dominasi penduduk usia muda. “Lebih dari 50 persen penduduk Indonesia adalah anak muda. Kita harus kelola bonus demografi ini dengan baik agar menjadi kekuatan, bukan beban,” ujarnya.
Sebagai penutup, Gubernur Ansar mengutip Gurindam 12 karya Raja Ali Haji yang sarat makna pentingnya pembinaan generasi muda sejak dini:
“Apabila anak-anak tidak dilatih, maka orang tuanya ke depan pasti letih.”
Acara ini disebut menjadi momentum penting dalam memperkuat peran generasi muda sebagai pelopor sekaligus penjaga masa depan bangsa. Dengan adanya Adujaknas, diharapkan dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi para remaja untuk terus berkembang dan berkontribusi positif bagi bangsa.