Kepsek Rasita Jelajahi Laut dan Hutan Setiap Hari untuk Mengajar, Layak Masuk Nominasi Sekolah Hebat

admin.aiotrade 26 Okt 2025 3 menit 14x dilihat
Kepsek Rasita Jelajahi Laut dan Hutan Setiap Hari untuk Mengajar, Layak Masuk Nominasi Sekolah Hebat

Perjuangan Seorang Kepala Sekolah di Kepulauan Meranti

Setiap pagi, Rasita Siregar harus melewati tantangan alam yang cukup berat untuk sampai ke sekolahnya di Kepulauan Meranti, Riau. Ia menyeberangi laut dan melintasi hutan bakau sebelum akhirnya tiba di tempat kerjanya. Cuaca pasang dan hujan deras sering menjadi hal yang biasa ia hadapi.

"Kalau pas lagi musim hujan itu airnya bisa lebih tinggi lagi," ujar Rasita kepada Kompas.com, Kamis (23/10/2025). "Kadang kita ketemu ular. Nah, kalau pas lagi musim air pasang, kalau tahun lalu air pasang besar, itu sempat ada buaya naik ke darat. Tapi saya enggak pernah ketemu," sambungnya.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Buaya tersebut bahkan pernah muncul di depan halaman sekolah dan belum tertangkap hingga kini. Untuk menghindari risiko tersebut, papan peringatan sudah dipasang oleh Babinkamtibmas di sekitar area tersebut. Rasita juga mengingatkan murid-muridnya agar bermain di area yang lebih aman.

"Anak-anak diingatkan untuk tidak main sampai ke halaman depan. Biasanya anak-anak jangan main di sekitaran halaman di depan ruang kelas," ujarnya.

Berdasarkan penelusuran tim Kompas.com yang diliput aiotrade.app, Minggu (26/10/2025), Rasita mulai bertugas di sekolah itu pada 2022. Saat pertama kali datang, ia mendapati kondisi sekolah masih jauh dari kata layak.

"Kondisi sekolah itu waktu pertama kali saya di sana dalam keadaan atapnya bocor," ujar Rasita. Ia menambahkan, karena atap bocor setiap hujan maka ruang kelas mengalami banjir. Selain itu, peralatan dalam kelas juga masih minim dan proses pembelajaran berpusat pada guru daripada pada anak.

"Terus apa sih, di dalam kelas itu masih sangat minim. Proses pembelajaran pun masih berpusat pada guru, belum berpusat pada anak," kata Rasita. Ia kemudian berupaya memperbaiki sarana yang ada, menambah ruang kelas, dan membuat ruang baca sederhana.

"Sekarang sudah ada tiga ruangan. Dengan ruangan yang kecil itulah pertama kali saya di situ, anak-anak harus ya berdesakan gitu kan," ujar Rasita. "Berjalannya waktu, saya ngajukan ke Dinas Pendidikan minta penambahan kelas," sambungnya.

Kini sekolahnya memiliki ruang kelas lengkap, perpustakaan mini, dan taman digunakan untuk bermain dan belajar para siswa. Meskipun berada di daerah terpencil, Rasita tak pernah merasa sendirian. Dukungan dari orang tua murid dan masyarakat menjadi penguat utama bagi sekolah.

"Saya sangat salut sama masyarakat di sana karena mereka gotong-royongnya masih sangat tinggi, sangat tinggi. Karena wali muridnya juga sangat mendukung pendidikan anak-anaknya," bebernya. Kegiatan sekolah pun kerap diisi dengan semangat kebersamaan.

"Kita mau mengadakan kegiatan lomba seperti kemarin dalam rangka anak-anak lomba dan surat pendek perempuan. Nah, untuk itu disediakan oleh paguyuban kelas," kenang Rasita. "Orang tua malah lebih semangat, mereka beli beras, terus mereka juga yang bawa kue, bahkan mereka membawa nasi bungkus untuk makan bersama setelah selesai kegiatan," tambahnya.

Dengan semangat para orangtua mendukung pendidikan anak-anaknya, Rasita bersyukur dan betah menjadi kepala sekolah di sana. Kini, Rasita berharap perjuangannya bisa menginspirasi guru lain agar tak ragu menerima tugas di daerah terpencil.

Semua berawal dari seorang pengguna Threads dengan nama @sayabangucok menarik perhatian warganet setelah memperkenalkan sosok kakaknya, Rasita Siregar, kepala sekolah taman kanak-kanak (TK) di Kepulauan Meranti, Riau. Dalam unggahan itu, ia menulis bagaimana sang kakak setiap hari harus menyeberangi selat dan melintasi hutan bakau selama lebih dari satu jam untuk sampai ke sekolah.

"Dari rumah ke sekolahan ya mesti nyeberang selat dulu, baru motoran lagi sekitar sejaman lewatin hutan bakau. Walau kadang ada aja yang ketemu, ya uler gede lah, buaya juga. Asal jangan buaya darat," tulis akun @sayabangucok media sosial Threads, Rabu (22/10/2025).

Kisah sederhana itu mendapat banyak respons warganet yang salut dengan karena perjuangan nyata seorang pendidik di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia. Sejak ditugaskan di sana, Rasita berhasil mengembangkan sekolahnya dan memperjuangkan kesejahteraan para guru. Kini, namanya masuk dalam nominasi GTK Hebat 2025 berkat dedikasinya mengajar di daerah terpencil.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan