Penjelasan Polisi tentang Kematian Reno dan Farhan
Polisi telah memastikan bahwa Reno Syahputra Dewo dan Muhammad Farhan bukanlah korban pembunuhan. Keduanya ditemukan tewas terbakar di Gedung ACC Kwitang, Jakarta Pusat, dengan kondisi tubuh yang sudah menjadi kerangka. Hal ini disampaikan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, dalam konferensi pers di RS Polri Jakarta Timur, Jumat (7/11/2025).
“Bukan (korban pembunuhan),” ujar Budi saat menjelaskan penyebab kematian Reno dan Farhan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Menurutnya, kedua korban meninggal akibat kebakaran yang terjadi di Gedung ACC pada akhir Agustus 2025 lalu. “Yang bersangkutan terperangkap di gedung yang terbakar pada saat aksi kerusuhan, bukan korban pembunuhan,” tambahnya.
Selain itu, polisi juga menemukan rekaman video amatir yang menunjukkan kedua korban berada di sekitar Gedung ACC Kwitang sebelum peristiwa kebakaran terjadi. “Ada video amatir yang menunjukkan dua orang itu berada di sekitar lokasi kejadian kalau kita kegiatannya enggak bisa (memastikan),” ujar Budi.
Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa pihak yang menjadi provokator dalam peristiwa kerusuhan tersebut.

Jenazah Tertimpa Puing Saat Ditemukan
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menjelaskan bahwa jasad Reno Syahputra Dewo dan Muhammad Farhan yang sudah menjadi kerangka tertimpa puing saat pertama kali ditemukan di dalam gedung bekas kantor Astra Credit Companies (ACC) Kwitang, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (30/10/2025).
Hal ini diketahui berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan oleh polisi. “Itu kan saat olah TKP termasuk dilihat ada bukti-bukti yang mendukung, bahwa jenazah itu berada di situ, kenapa? tertimpa oleh puing-puing. Apakah itu diletakkan orang setelah menaruh jenazah atau memang dalam kondisi yang saat kejadian memang runtuh,” ungkap Budi di RS Polri Jakarta Timur, Jumat (7/11/2025).
Ia menambahkan, pemilik gedung menjelaskan bahwa bagian atap dan dinding bangunan terbuat dari bahan yang mudah rapuh. Hal itu memperparah kondisi reruntuhan saat gedung tersebut terbakar. “Dijelaskan oleh pemilik gedung bahwa itu dinding atap dengan banyak dari asbes, beberapa komponen, bahan bangunan yang gampang untuk rapuh dan runtuh. Jadi salah satu kendala pada saat dilakukan olah TKP,” jelasnya.
Hasil Identifikasi RS Polri
Sebelumnya, RS Polri Kramat Jati memastikan dua kerangka yang ditemukan di Gedung ACC Kwitang teridentifikasi sebagai Reno Syahputra Dewo dan Muhammad Farhan. Kepala Biro Laboratorium dan Dokumen Kesehatan (Karo Labdokkes) Pusdokkes Polri, Brigjen Sumy Hastry Purwanti, menjelaskan, hasil pemeriksaan sekunder terhadap struktur tulang menunjukkan bahwa keduanya berjenis kelamin laki-laki.
“Hasil pemeriksaan DNA dan gigi postmortem 0080 cocok dengan antemortem 002 sehingga teridentifikasi Reno Syahputra Dewo anak biologis dari bapak Muhammad Yasin,” jelas Sumy Hastry.
Sementara itu, identifikasi terhadap kerangka lainnya dilakukan menggunakan data sekunder berupa perhiasan dan ikat pinggang, serta pemeriksaan DNA dari tulang. “Hasil pemeriksaan nomor postmortem 0081 cocok dengan antemortem 001 sehingga teridentifikasi Muhammad Farhan,” jelasnya.
Polda Metro Jaya menyebut penyelidikan atas insiden kebakaran di Gedung ACC Kwitang masih berlanjut untuk memastikan penyebab pasti dan mengungkap pemicu kerusuhan yang menyebabkan dua korban terperangkap di dalam bangunan.