
Penobatan Paku Buwono XIV di Tengah Duka
Keraton Surakarta Hadiningrat akan menggelar acara jumenengan Paku Buwono (PB) XIV pada hari Sabtu pukul 08.00 WIB, tanggal 15 November 2025. Acara ini menjadi momen penting dalam sejarah keraton yang terus menjaga tradisi dan adat istiadat kerajaan.
Surat edaran resmi mengenai pelaksanaan Hajad Dalem Jumeneng Dalem Nata Binayangkare S.I.S.K.S. Pakoe Boewono XIV telah dikeluarkan oleh Panitia Jumengeng Dalem Nata Binayangkare Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Hal ini dikonfirmasi oleh anak sulung PB XIII, yaitu GKR Timoer Rumbay Kusuma Dewayani.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Menanggapi berbagai pertanyaan dan konfirmasi yang masuk, kami menyampaikan bahwa surat resmi mengenai pelaksanaan Hajad Dalem Jumeneng Dalem Nata Binayangkare S.I.S.K.S. Pakoe Boewono XIV yang beredar adalah benar dan sah dikeluarkan oleh Panitia Jumengeng Dalem Nata Binayangkare Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat,” ujar GKR Timoer dalam pernyataannya.
GKR Timoer selaku ketua panitia jumenengan Paku Buwono XIV meminta doa kepada masyarakat agar acara tersebut berjalan lancar, khidmat, dan penuh berkah. Dalam surat edaran tersebut, tidak disebutkan secara eksplisit siapa sosok pengganti Paku Buwono XIII. Namun, sebelumnya, Putra Paku Buwono XIIII, KGPAA Hamangkunegoro Sudibya Rajaputra Narendra Mataram alias Purboyo membacakan ikrar sebagai raja keraton Surakarta Paku Buwono XIV.
Pembacaan ikrar tersebut dilakukan di depan jenazah sang ayah, Paku Buwono XIII sebelum diberangkatkan meninggalkan Keraton Surakarta. Dalam acara itu, KGPAA Hamangkunegoro alias Purboyo mengucapkan ikrar kesetiaan dan kesanggupan untuk meneruskan tahta Raja.
Putri sulung PB XIII, GKR Timoer Rumbaikusuma Dewayani mengatakan bahwa tindakan yang dilakukan Purboyo adalah perwujudan nyata dari adat Keraton Surakarta. Sumpah yang diucapkan di hadapan jenazah Sri Susuhunan Pakoe Boewono XIII bukan hanya tanda penerimaan tanggung jawab, melainkan juga perwujudan adat yang telah turun-temurun dijaga dalam tradisi keraton.
Dalam sejarah panjang Kasunanan Surakarta, penobatan di tengah suasana duka bukan hal baru. Proses hanglintir kaprabon atau pengambilan tahta di hadapan jenazah raja sebelumnya telah terjadi di masa lalu, menandakan kesinambungan kepemimpinan dan keluhuran adat yang tak boleh terputus.
GKR Timoer Rumbai menyampaikan bahwa Paku Buwono XIII telah menunjuk Puruboyo sebagai penerus raja Keraton Surakarta. Ia menegaskan bahwa keluarga inti memastikan penerus tahta sudah ditetapkan dan sesuai amanah yang disampaikan langsung oleh Paku Buwono XIII semasa hidup.
“Saya harus pertegas, Sinuhun (PB XIII) sudah menunjuk dan melantik putra mahkota,” ujar GKR Timoer. Menurutnya, amanah Paku Buwono XIII itu sudah dititipkan sejak Hamangkunegoro ditunjuk sebagai putra mahkota pada 27 Februari 2022. Keputusan tersebut sudah sesuai dengan adat tata cara keraton.
Ia menegaskan akan tetap menjalankan amanah Paku Buwono XIII. Menurut dia, keputusan itu merupakan bagian dari paugeran atau tata adat keraton yang telah diketahui dan disepakati oleh keluarga inti. Ia menegaskan seluruh putra-putri PB XIII berkomitmen menjaga dan melaksanakan amanah tersebut.
“Beliau mengamanatkan kepada kami, putra-putrinya, dan kami harus menjalankan amanah itu,” katanya. Ia menilai keputusan Paku Buwono XIII bersifat final. GKR Timoer juga menegaskan bahwa pihak di luar keluarga inti tidak memiliki kewenangan tentang sosok raja.
Ia menyebut segala bentuk penolakan terhadap penetapan putra mahkota akan dipandang bertentangan dengan adat dan tata nilai keraton. “Yang jelas, kami putra-putrinya Pakubuwana XIII, keluarga inti sudah sepakat menjalankan amanah Sinuhun. Selain keluarga inti, ya bukan ranahnya untuk menentukan siapa yang menjadi raja,” tegasnya.
Tradisi dan Adat yang Terus Berlanjut
Proses penobatan Paku Buwono XIV mencerminkan keberlanjutan tradisi dan adat keraton yang telah dijalani selama ratusan tahun. Setiap langkah yang diambil oleh keluarga keraton didasarkan pada prinsip-prinsip adat dan tata nilai yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Dalam acara jumenengan, para anggota keluarga keraton dan masyarakat umum diundang untuk ikut serta dalam prosesi yang penuh makna ini. Acara ini bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga menjadi momentum untuk merayakan kelanjutan kepemimpinan dan kekuatan tradisi.