
Kecelakaan Maut di Perlintasan Tanpa Palang Pintu
Pada Jumat (24/10) sekitar pukul 13.00 WIB, terjadi kecelakaan lalu lintas yang menimpa sebuah mobil di perlintasan tanpa palang pintu Gang Sentosa, Desa Tumpatan, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deliserdang. Kecelakaan ini melibatkan Angkutan Kereta Api (KA) U51 Sri Bilah yang menyeret mobil Honda Mobilio dengan nomor polisi D 1538 YBN.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Mobil tersebut dikemudikan oleh Janri Sagala (34), warga Kelurahan Tanjungmorawa Pekan, Kecamatan Tanjungmorawa. Di dalam mobil, terdapat dua penumpang, yaitu Deby Claudia Arfika (27) dan Adelina br Sinuraya (25). Deby berasal dari Dusun Sunda, Desa Pasar V Kebun Kelapa, Kecamatan Beringin, sedangkan Adelina tinggal di Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo.
Menurut informasi yang diperoleh di lokasi kejadian, KA U51 Sri Bilah datang dari arah Rantau Parapat menuju Medan. Saat tiba di perlintasan Gang Sentosa, mobil Honda Mobilio tiba-tiba muncul dan berusaha menyeberang menuju simpang Gang Sentosa Jalan Tumpatan Bakaranbatu. Kecelakaan tak terhindarkan, dan mobil tersebut terseret hingga satu kilometer ke perlintasan tanpa palang pintu Gang Sampali, Desa Tumpatan.
Seorang warga setempat bernama Bima (25) mengatakan bahwa ia mendengar suara dentuman dan langsung berlari menuju lokasi kejadian. Ia menyaksikan mobil terseret dari perlintasan Gang Sentosa hingga ke Gang Sampali. “Kami langsung menuju lokasi, pengemudi tewas di tempat, sedangkan dua penumpang lainnya terluka di dalam mobil,” katanya.
Bima juga menyebutkan bahwa korban bekerja di Bandara Kualanamu. “Kami tidak tahu dari mana mereka, tapi dari kartu tanda pengenal yang dibawa, kami tahu mereka bekerja di Bandara Kualanamu,” tambahnya.
Penanganan oleh Pihak Berwajib
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Deliserdang, Iptu Robertus Gultom, mengatakan bahwa pihaknya segera tiba di lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Korban-korban yang terlibat dalam kecelakaan ini dibawa ke Rumah Sakit Patar Asih, Desa Tumpatan. Satu korban tewas, sementara dua lainnya mengalami luka-luka. Salah satu korban luka kritis dirujuk ke Medan.
Iptu Robertus menjelaskan bahwa KA Sri Bilah datang dari arah Rantau Parapat menuju Medan dan menabrak mobil hingga terseret satu kilometer. “Kereta api berhenti di tengah rel, dan warga serta polisi langsung mengevakuasi korban serta menggeser mobil ke pinggir rel,” ujarnya.
Sementara itu, petugas KAI bernama Susandi mengatakan bahwa kereta api langsung melakukan pengereman secara perlahan saat terjadi tabrakan. Meski demikian, mobil tetap terseret sejauh satu kilometer sebelum berhenti.
Kondisi Korban dan Proses Evakuasi
Korban yang tewas adalah pengemudi mobil, sedangkan Deby Claudia Arfika mengalami luka ringan dan masih dirawat di Rumah Sakit Patar Asih. Adelina br Sinuraya mengalami luka kritis dan harus dirujuk ke rumah sakit di Medan.
Pihak Unit Gakkum Satlantas Polresta Deliserdang saat ini sedang melakukan evakuasi mobil korban dan meminta keterangan dari beberapa saksi di sekitar lokasi kejadian. Polisi juga telah mengonfirmasi bahwa ketiga korban bekerja di Bandara Kualanamu, tepatnya di PT IAS.
Salah satu rekan korban yang tidak ingin disebutkan namanya mengonfirmasi bahwa mereka bekerja di bagian teknis di PT IAS Bandara Kualanamu. “Mereka satu perusahaan dengan saya, bang,” ujarnya.