Kerinduan Investor akan Saham Perusahaan Berkualitas?

admin.aiotrade 08 Nov 2025 7 menit 28x dilihat
Kerinduan Investor akan Saham Perusahaan Berkualitas?

Kehadiran IPO Superbank Menggema di Pasar Modal

Rumor mengenai rencana pelaksanaan initial public offering (IPO) atau melantai di bursa efek oleh PT Super Bank Indonesia, yang dikenal sebagai Superbank, telah menjadi perhatian utama investor pasar modal sepanjang tahun 2025. IPO ini dinilai memiliki potensi besar untuk memberikan angin segar bagi para pemain pasar modal, terutama dengan prospek pertumbuhan yang positif.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Analis sekaligus founder Republik Investor, Hendra Wardana, menilai bahwa rumor mengenai IPO Superbank yang merupakan anak usaha dari PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) melalui PT Elang Media Visitama, yang memiliki 31,11 persen saham di bank tersebut, menjadi katalis penting yang mendorong optimisme pasar.

Investor menilai bahwa IPO Superbank akan membuka potensi valuasi baru bagi EMTK karena Superbank dinilai memiliki prospek pertumbuhan tinggi di sektor perbankan digital, apalagi dengan dukungan ekosistem kuat dari Grab dan Singtel sebagai mitra strategis.

"Spekulasi pasar terhadap valuasi pasca-IPO dan potensi revaluasi aset digital EMTK menjadi salah satu faktor sentimen utama yang mempercepat kenaikan harga saham sepanjang tahun ini," kata dia dalam keterangan resmi, Jumat (7/11/2025).

Strategi Bisnis EMTK yang Semakin Terintegrasi

Ke depan, ia menambahkan, arah strategis EMTK tampaknya akan semakin fokus pada sinergi bisnis digital, keuangan, dan media untuk membangun ekosistem terintegrasi yang berkelanjutan.

"Meskipun laba bersih 2025 sebagian besar masih ditopang oleh keuntungan investasi, pertumbuhan pendapatan operasional yang solid menunjukkan peningkatan kualitas kinerja inti," imbuh dia.

Dengan momentum pertumbuhan yang kuat, realisasi IPO Superbank, dan potensi pengembangan bisnis digital yang makin matang, EMTK berpotensi mempertahankan kinerja positifnya hingga akhir 2025.

Adapun, kenaikan harga saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) yang telah melonjak hampir tiga kali lipat dalam setahun terakhir tidak lepas dari kombinasi faktor fundamental, sentimen pasar, dan strategi korporasi yang menarik perhatian investor.

Kinerja Keuangan EMTK yang Meningkat Pesat

Dari sisi fundamental, kinerja keuangan EMTK mencatat lonjakan luar biasa dengan pendapatan naik 58,7 persen pada semester I-2025 dan 57,8 persen hingga September 2025. Sementara itu laba bersih melonjak lebih dari 1.000 persem secara tahunan.

"Lonjakan ini terutama dipicu oleh keuntungan investasi dari penjualan sebagian kepemilikan saham EMTK di Grab Holdings yang nilainya mencapai triliunan rupiah," ungkap dia.

Menurut dia, penjualan tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk melakukan realisasi keuntungan dan memperkuat posisi kas perusahaan, sekaligus memberikan fleksibilitas bagi EMTK untuk mempercepat ekspansi di sektor digital dan keuangan.

Hendra memproyeksikan, pendapatan EMTK sepanjang 2025 diperkirakan dapat mencapai sekitar Rp 7,8–8 triliun dengan potensi laba bersih di kisaran Rp 4–4,5 triliun, sebagian besar ditopang oleh divestasi aset dan efisiensi biaya yang tercermin dari COGS turun hingga 72,7 persen.

Proyeksi Teknikal Saham EMTK

Dari sisi teknikal, saham EMTK masih menarik untuk dikoleksi dengan rekomendasi trading buy, target harga (TP) pertama di Rp 1.405 dan target lanjutan di Rp 1.700, seiring dengan meningkatnya ekspektasi pasar terhadap keberhasilan IPO Superbank dan pertumbuhan bisnis digital grup Emtek.

Perspektif Pengamat Pasar Modal

Dihubungi secara terpisah, Pengamat Pasar Modal Reydi Octa mengungkapkan, kabar mengenai rencana IPO Superbank wajar menarik perhatian pasar karena melibatkan nama besar seperti Grab, Kakao dan EMTK grup.

"Agenda Superbank IPO menurut saya bukan sekadar mencari tambahan dana tetapi juga untuk memuluskan proses menuju bank digital yang kredibel," kata dia kepada aiotrade.

Menurut dia, IPO Superbank berpotensi untuk menjadi cara memperluas basis investor institutional, memperkuat kepercayaan publik dan regulator.

"Bahwa Superbank siap hadir dan bersaing di pasar, juga membuka peluang permodalan jangka panjang tanpa bergantung dari suntikan modal grup di internal," ucap dia.

Superbank sendiri tidak komentar banyak atas rumor atau spekulasi pasar yang beredar terkait rencana IPO.

Penyebaran Dugaan Prospektus Awal

Sebelumnya, dalam grup investor pasar modal, beredar prospektus ringkas Superbank yang diisukan akan melantai pada Desember 2025.

Dari dokumen tersebut, Superbank disebut akan melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) dengan jadwal perkiraan masa penawaran awal pada 17-24 November 2025, dengan tanggal efektif pada 3 Desember tahun ini.

Lalu, penawaran umum perdana saham dijadwalkan berlangsung pada 5-9 Desember 2025. Sementara, pencatatan sahamnya di pasar modal diperkirakan pada 11 Desember 2025.

Superbank, yang bergerak di bidang jasa perbankan, disebut akan menawarkan sebanyak 5,2 miliar lembar saham biasa Seri A atau setara 15 persen dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh.

Dengan jumlah ini, Superbank digadang-gadang dapat meraup dana senilai Rp 5,36 triliun.

Dalam prospektus awal, Superbank disebut menunjuk PT Mandiri Sekuritas, CLSA Sekuritas Indonesia, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, dan PT Sucor Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Tanggapan Regulator

Menanggapi kabar tersebut, Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), I Gede Nyoman Yetna, menerangkan terdapat larangan penyampaian prospektus sebelum adanya pernyataan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal itu sejalan dengan Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam/LK).

"Terkait dengan Prospektus, merujuk pada Peraturan Bapepam dan LK No. IX.A.2 nomor 2 ayat a, terdapat larangan bagi pihak-pihak menyampaikan Prospektus Ringkas sebelum diterimanya pernyataan OJK bahwa Emiten wajib mengumumkan Prospektus Ringkas sesuai dengan Formulir Nomor: IX.A.2-9 lampiran 9 tersebut," ungkap Nyoman dalam keterangannya, Jumat (7/11/2025).

Nyoman juga tidak banyak berkomentar terkait IPO Superbank sebelum adanya izin dari regulator.

"IDX akan memberikan komentar mengenai proses calon Perusahaan Tercatat apabila regulator sudah mengijinkan calon perusahaan tercatat untuk menyampaikan prospectus ringkas ke public," imbuhnya.

Pasar Modal Menantikan IPO Perusahaan Berkualitas

Pada dasarnya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tbk diharapkan dapat menarik perusahaan-perusahaan berkualitas untuk dapat melantai di pasar saham.

IPO perusahaan berkualitas dapat menarik minat investor untuk masuk ke pasar modal.

Pengamat pasar modal sekaligus Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Analis Efek Indoneisa (PAEI), Haryajid Ramelan, menyampaikan dengan adanya Badan Pengelola Investasi Dana Anagata Nusantara atau BPI Danantara diharapkan akan lebih banyak perusahaan-perusahaan Badan Usaha Milik Rakyat (BUMN) yang akan go public atau melakukan initial public offering (IPO).

"Karena ini masih minim ya," ujar dia dalam Market Outlook 2026: Navigating 2026 - Trust, Stability, and Financial Resiliece, Kamis (6/11/2026).

Ia menyebutkan, beberapa perusahaan anak dari PT Pertamina (Persero) disebut sudah siap untuk melantai di bursa efek.

Masuknya saham-saham perusahaan berkalitas ke pasar saham juga akan memberikan kepercayaan investor terhadap saham-saham IPO.

"Saya rasa kalau ini bisa diikuti oleh perusahaan lain, trust investor untuk masuk ke saham yang IPO akan semakin besar," ujar dia.

Sebelumnya, Danantara telah berencana untuk mengalirkan dana hasil dividen BUMN ke pasar modal tahun ini.

Danantara akan mengalokasikan investasi sebanyak 80 persen di dalam negeri.

Selain itu, Danantara juga telah menyatakan minatnya untuk membuat perusahaan di bawahnya menjadi emiten di pasar modal.

Lebih lanjut, Haryajid mengungkapkan, pertumbuhan emiten-emiten yang berkualitas ke depan juga dapat mendorong IHSG terus naik.

"Terutama di sektor perbankan dan pertambangan energi, apalagi energi terbarukan," ungkap dia.

Target IPO BEI 2026

BEI menargetkan akan membawa sebanyak 50 perusahaan untuk menggelar IPO di pasar modal.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman mengatakan, pihaknya telah merevisi target IPO BEI pada tahun ini menjadi 45 perusahaan.

"Target tahun ini kami 45 (IPO), tahun depan kami targetnya 50 IPO saham," kata dia.

Adapun, sampai saat ini telah terdapat 24 perusahaan yang melantai di bursa efek.

Sementara antrian IPO yang tercermin di pipeline BEI masih terdapat 13 calon emiten lagi.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 5 emiten termasuk dalam lighthouse IPO atau emiten dengan kapitalisasi pasar lebih dari Rp 3 triliun serta free float senilai 15 persen.

Adapun tahun depan, Iman menargetkan mampu membawa sebanyak 50 emiten melantai di bursa efek dengan minimal IPO perusahaan lighthouse sebanyak 6 entitas.

Sedikit catatan, beberapa IPO kategori lighthouse yang telah melantai di bursa efek tahun ini misalnya adalah PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUMI), dan hingga Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA).

Saat ini masih terdapat tiga perusahaan yang tergolong lighthouse sedang mengantri untuk melantai di bursa efek.

Target ini menunjukkan komitmen BEI untuk tidak hanya menghadirkan perusahaan dengan jumlah yang besar, tetapi juga berkualitas.

"Tahun 2025 tadi sudah tercapai lighthouse, ke depan itu akan meningkatkan attractiveness perusahaan-perusahaan besar," tutup dia.

Sebagai informasi, sampai dengan 24 Oktober 2025 telah terdapat 955 saham perusahaan tercatat dengan penambahan 23 saham baru. Adapun total penghimpunan dana atas seluruh efek sepanjang tahun ini mencapai Rp 202,6 triliun.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan