
Perkembangan Usaha Keripik Jagung Asri
Di tengah kota Pangkalpinang, produk olahan jagung lokal bernama “Keripik Jagung Asri” kini semakin dikenal dan diminati oleh masyarakat. Produk ini diproduksi oleh Asriyani (46), seorang warga Jalan Fatmawati, Kampak Tua Tunu Indah, Pangkalpinang. Awalnya, usaha rumahan ini dimulai pada tahun 2018 dan sempat berhenti produksi akibat pandemi Covid-19.
Asriyani menjelaskan bahwa ide awal dari usaha ini berasal dari upaya mengolah jagung manis menjadi camilan keluarga. Setelah melalui berbagai percobaan, ia berhasil menciptakan keripik jagung dengan cita rasa gurih yang kemudian mulai dipasarkan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Awalnya jagung hanya direbus, lalu saya coba diolah dengan dipipil, dijemur dan digoreng. Ternyata hasilnya enak,” ujarnya, Sabtu.
Pada masa pandemi, produksi terhenti total karena terbatasnya distribusi dan menurunnya permintaan. Namun, kondisi ini berubah setelah Asriyani bergabung sebagai mitra binaan PT Timah Tbk. Melalui program pembinaan, ia menerima dukungan berupa modal bergulir, pelatihan pengembangan usaha, hingga kesempatan mengikuti pameran UMKM di berbagai daerah.
“Setelah menjadi mitra binaan PT Timah Tbk, usaha ini mulai berjalan kembali. Produk saya ikut dipromosikan lewat pameran dan bazar, sehingga semakin banyak dikenal,” katanya.
Saat ini, kapasitas produksi Keripik Jagung Asri meningkat signifikan. Dari sebelumnya hanya mampu mengolah 1–2 kilogram jagung per hari, kini produksinya mencapai 50 kilogram per hari. Bahkan saat musim Lebaran, permintaan dapat menembus hingga 700 kilogram.
Produk Keripik Jagung Asri dipasarkan dalam berbagai ukuran kemasan, mulai dari 25 gram, 100 gram, hingga 10 kilogram. Selain dijual langsung, pemasaran juga dilakukan melalui reseller dan toko oleh-oleh di Bangka Belitung.
Asriyani menyampaikan bahwa dukungan PT Timah Tbk tidak hanya membantu dari sisi modal, tetapi juga membuka akses pemasaran dan pengembangan kapasitas usaha.
“Banyak manfaat yang saya rasakan. Selain bantuan alat dan modal, kami juga dapat pelatihan untuk keberlanjutan usaha,” tuturnya.
Dengan perluasan pasar dan peningkatan kapasitas produksi, Keripik Jagung Asri kini menjadi salah satu produk unggulan UMKM daerah yang diharapkan mampu terus berkembang dan berdaya saing. Berikut adalah beberapa hal yang telah dilakukan untuk mendukung perkembangan usaha ini:
-
Peningkatan Kapasitas Produksi
Produksi telah meningkat dari 1–2 kilogram per hari menjadi 50 kilogram per hari. Pada musim Lebaran, permintaan bisa mencapai 700 kilogram. -
Pengembangan Pemasaran
Produk dipasarkan dalam berbagai ukuran kemasan, termasuk 25 gram, 100 gram, dan 10 kilogram. Pemasaran juga dilakukan melalui reseller dan toko oleh-oleh di Bangka Belitung. -
Pelatihan dan Dukungan
Asriyani mendapatkan pelatihan pengembangan usaha dan bantuan alat serta modal dari PT Timah Tbk. Hal ini membantu usaha menjadi lebih berkelanjutan. -
Partisipasi dalam Pameran UMKM
Produk Keripik Jagung Asri turut dipromosikan melalui pameran dan bazar, sehingga semakin dikenal oleh masyarakat luas.