Kerugian Korban Investasi Bodong Bulu Mata di Bekasi Capai Rp 1 Miliar

admin.aiotrade 06 Okt 2025 3 menit 12x dilihat
Kerugian Korban Investasi Bodong Bulu Mata di Bekasi Capai Rp 1 Miliar


BEKASI, aiotrade.app –
Ratusan warga di wilayah Grand Galaxy City, Kota Bekasi, diduga menjadi korban penipuan investasi ilegal yang berkedok sebagai bisnis studio kecantikan. Kejadian ini menimpa banyak orang yang awalnya hanya menjadi pelanggan biasa, namun akhirnya tergiur untuk berinvestasi dalam usaha bulu mata dan sulam alis.

Salah satu korban, Ismayanti (36), mengungkapkan bahwa ia awalnya hanya datang ke studio tersebut sebagai pelanggan. Namun, pemilik bisnis dengan inisial BHS mengajaknya untuk berpartisipasi dalam investasi. Ia mulai menanamkan modal sejak Januari 2025 dan selama lima bulan pertama, ia menerima keuntungan sesuai janji.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Namun, setelah itu tidak ada lagi pembagian hasil. Ismayanti menyatakan bahwa dirinya bergabung pada tanggal 4 Januari 2025. Dalam lima bulan pertama, ia mendapatkan pendapatan, tetapi setelah itu tidak ada lagi pembayaran.

“Saya bergabung di tanggal 4 Januari 2025. Kalau saya, 5 bulan pertama diberikan, tetapi setelah itu tidak ada pemberian pendapatan lagi dikarenakan studio tersebut dijual ke pihak lain,” katanya saat dikonfirmasi, Senin (6/10/2025).

Ismayanti mengaku telah menanamkan modal sebesar Rp 45 juta. Dari jumlah tersebut, baru sekitar Rp 19 juta yang kembali kepada dirinya, sedangkan sisanya belum dibayarkan.

“Kalau saya investasi itu Rp 45 juta, cuman baru balik modal saya itu Rp 19 juta jadi sisanya belum balik,” ujarnya.

Menurut pengakuannya, jumlah korban yang terlibat dalam kasus ini bisa mencapai ratusan orang dengan total kerugian diperkirakan lebih dari Rp 1 miliar. Beberapa korban yang mengalami kerugian besar bahkan melaporkan kasus ini secara mandiri ke kepolisian.

“Korbannya bisa lebih 100 orang, bahkan ada yang investasi Rp 150 juta. Kebanyakan yang nilainya besar pada buat laporan masing-masing,” tutur Ismayanti.

Berdasarkan data yang diterima aiotrade.app, tercatat ada 69 korban dengan nilai kerugian bervariasi, mulai dari Rp 2 juta hingga Rp 80 juta. Namun, laporan resmi yang masuk ke Polres Metro Bekasi Kota hanya diwakili oleh delapan orang korban.

“Iya sudah lapor polisi Sabtu siang kemarin dan dijanjikan dari pihak polisi kurang lebih 1 minggu untuk dapat info lebih lanjutnya. Harapan saya soal kasus ini, si pelaku cepat ditangkap,” ungkap Ismayanti.

Laporan tersebut telah diterima Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Metro Bekasi Kota dengan nomor registrasi LP/B/2473/X/2025/SPKT/POLRES METRO BEKASI KOTA/POLDA METRO JAYA.

Fakta-Fakta Penting tentang Penipuan Investasi Ini

  • Awal Mulanya: Korban awalnya hanya sebagai pelanggan studio kecantikan, tetapi kemudian tertarik untuk berinvestasi.
  • Waktu Investasi: Ismayanti memulai investasi sejak Januari 2025.
  • Keuntungan Awal: Dalam lima bulan pertama, ia menerima keuntungan sesuai janji.
  • Perubahan Situasi: Setelah itu, tidak ada lagi pembagian hasil.
  • Nilai Kerugian: Total kerugian diperkirakan mencapai lebih dari Rp 1 miliar.
  • Jumlah Korban: Diduga ada ratusan korban, dengan beberapa di antaranya melaporkan ke kepolisian.
  • Laporan Resmi: Hanya delapan orang korban yang melaporkan ke kepolisian.
  • Proses Hukum: Laporan telah diterima oleh SPKT Polres Metro Bekasi Kota dengan nomor registrasi LP/B/2473/X/2025/SPKT/POLRES METRO BEKASI KOTA/POLDA METRO JAYA.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan