Kerugian Rakyat RI Akibat Penipuan Capai Rp 8,2 Triliun

admin.aiotrade 10 Des 2025 2 menit 12x dilihat
Kerugian Rakyat RI Akibat Penipuan Capai Rp 8,2 Triliun


Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menerima sebanyak 370.000 laporan dari warga Indonesia yang menjadi korban penipuan transaksi keuangan atau scam. Angka ini berdasarkan data yang masuk ke sistem Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) pada periode Januari hingga 30 November 2025.

Deputi Komisioner Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan dan Perlindungan Konsumen OJK, Rizal Ramadhani, menyampaikan bahwa dari laporan yang diterima, OJK telah memblokir sebanyak 117 rekening, baik rekening bank maupun rekening efek. “Kerugian yang dialami oleh masyarakat kita akibat scamming sudah mencapai Rp 8,2 triliun,” ujarnya dalam pembukaan Bulan Fintech Nasional (BFN) Fest 2025 di Jakarta, Rabu, 10 Desember 2025.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Dana yang berhasil diblokir dari total kerugian mencapai Rp 389,2 miliar, atau sekitar 5 persen dari jumlah keseluruhan. Rizal menjelaskan bahwa kejahatan ini menghantui seluruh lapisan masyarakat, dan para scammer dapat masuk kapan saja ketika masyarakat menggunakan internet dan telepon seluler.

Beberapa modus penipuan yang sering digunakan oleh scammer untuk menjaring korban antara lain:

  • Shopping scam – Penipuan transaksi belanja
  • Fake call – Panggilan palsu
  • Investment scam – Penipuan investasi
  • Penipuan kerja atau kesempatan kerja
  • Penipuan hadiah

Pengawasan dan penegakan hukum terus dilakukan oleh OJK. Selain itu, pihaknya juga melakukan sosialisasi masif terhadap modus-modus penipuan yang sedang marak terjadi. Salah satu mitigasi lainnya adalah dengan memperkuat kapasitas IASC. “Ke depan kami akan membuat semacam national fraud portal yang ada di negara-negara tetangga,” kata Rizal.

OJK juga terus memperkuat anggota IASC, termasuk melibatkan berbagai pemangku kepentingan seperti Asosiasi Bitcoin Indonesia, Asosiasi Perusahaan Telekomunikasi, hingga industri reksa dana. Keterlibatan mereka sangat penting dalam mitigasi risiko dari kegiatan keuangan. Menurut Rizal, kecepatan inovasi harus diimbangi dengan kekuatan menjaga kepercayaan melalui pelindungan konsumen yang memadai.

Selain itu, OJK juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang ancaman scam. Dengan adanya upaya-upaya tersebut, diharapkan dapat mengurangi jumlah korban dan memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat dalam menghadapi tindak kejahatan digital.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan