
Korban Gempa di Sumenep Mengalami Kerusakan Parah
Tohebbu (63) warga Dusun Saro'an Laok Desa Gapurana, Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep, menjadi salah satu korban yang terdampak gempa bumi berkekuatan 6,5 Skala Richter yang mengguncang wilayah tersebut pada Selasa (30/9/2025) malam. Gempa ini menimbulkan kerusakan yang cukup parah di sejumlah daerah, termasuk rumah Tohebbu yang kini nyaris tidak layak ditempati.
Rumah milik Tohebbu mengalami kerusakan signifikan. Bagian atap sisi barat roboh, dinding retak, dan bangunan utama miring ke arah timur. Akibatnya, rumah tersebut sudah tidak bisa digunakan sebagai tempat tinggal. Saat gempa terjadi, Tohebbu sedang berada di dalam kamar untuk beristirahat. Ia mengaku sangat terkejut ketika benda menimpa kepalanya.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Saya terkejut dan berteriak, kepala saya kejatuhan benda waktu tidur. Pas bangun saya langsung ditarik tetangga keluar untuk diselamatkan," cerita Tohebbu dengan wajah masih shock saat berbicara pada Rabu (1/10/2025).
Laki-laki paruh baya ini tidak menyangka bisa selamat, sebab pada saat getaran dahsyat sedang tidur dan rumahnya sudah roboh. "Keluar dari pintu kamar saya jatuh dan sudah menyangka kalau dirinya tidak akan selamat. Tapi alhamdulillah, saya ditolong sama tetangga," tuturnya.
Meski berhasil selamat, Tohebbu mengaku khawatir dengan kondisi rumah yang kini nyaris roboh sepenuhnya. Ia merasa tidak aman untuk tinggal di tempat tersebut.
Kepala Desa Gapurana, Andi Warto membenarkan adanya peristiwa tersebut. Namun ia bersyukur tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. "Alhamdulillah, pemilik rumah masih selamat. Di Desa Gapurana hanya ada satu lokasi rumah yang rusak akibat gempa. Tidak ada korban jiwa," kata Andi Warto membenarkan.
Hingga kini, warga setempat masih bergotong royong membantu Tohebbu dan keluarganya. Mereka memberikan dukungan moril dan bantuan material untuk memperbaiki kondisi rumah yang rusak. Sementara pemerintah desa sudah melaporkan kondisi tersebut untuk mendapatkan perhatian dari Pemkab Sumenep.
Bantuan Gotong Royong dari Warga
Warga sekitar mulai berkumpul untuk membantu Tohebbu dan keluarganya. Mereka membersihkan puing-puing dan mencari cara untuk memperbaiki rumah yang rusak. Bantuan ini dilakukan secara sukarela dan tanpa pamrih, menunjukkan solidaritas yang kuat antar warga.
- Beberapa warga membantu membersihkan puing-puing dari lantai dan dinding.
- Sejumlah orang juga membawa air minum dan makanan untuk keluarga Tohebbu.
- Warga lainnya membantu mencari bahan-bahan untuk memperbaiki rumah.
Upaya Pemerintah Daerah
Pemerintah desa telah melakukan langkah-langkah awal untuk menghadapi situasi ini. Mereka melaporkan kondisi Tohebbu kepada pihak yang lebih tinggi agar bisa mendapatkan bantuan yang lebih besar. Hal ini penting karena kerusakan rumah yang parah membutuhkan anggaran yang cukup besar untuk diperbaiki.
- Pemdes Gapurana mengirimkan laporan resmi ke Pemkab Sumenep.
- Pemkab akan mengevaluasi kondisi rumah dan menentukan tindakan lanjutan.
- Ada kemungkinan bantuan darurat akan diberikan untuk kebutuhan dasar keluarga Tohebbu.
Harapan untuk Keamanan dan Kesejahteraan
Tohebbu dan keluarganya berharap dapat segera kembali ke rumah yang aman dan layak huni. Mereka juga berharap pemerintah dan masyarakat dapat terus memberikan dukungan hingga proses perbaikan selesai.