
aiotrade
- Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan siswa dari keluarga miskin dan rentan miskin tidak berhasil mendapatkan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP).
PIP adalah bentuk bantuan dana yang bertujuan untuk menunjang pendidikan siswa kurang mampu, mulai dari kebutuhan biaya transportasi, keperluan sekolah, hingga membeli makanan bergizi.
Namun, ternyata masih ada siswa miskin dan rentan miskin yang berpotensi gagal dalam proses seleksi program ini.
Lantas, apa saja penyebabnya?
Penyebab Siswa Miskin dan Rentan Miskin Gagal Mendapatkan PIP
1. NIK Tidak Valid
Siswa miskin atau rentan miskin yang layak menerima PIP adalah mereka yang data pribadinya tercatat di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang sudah terintegrasi dengan data Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri.
Namun, siswa tersebut bisa gagal menerima PIP karena Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang terdaftar di Dapodik tidak valid.
Standar NIK di Indonesia adalah 16 digit angka. Jika NIK siswa yang tercantum di Dapodik mengandung huruf, spasi, atau jumlah digit tidak sesuai, maka data siswa akan otomatis tercoret sebagai penerima PIP.
Selain itu, NIK siswa juga bisa tidak terdaftar di database Dukcapil, atau terjadi perubahan data Dukcapil yang belum terupdate di Dapodik.
Misalnya, jika terdapat NIK baru di Dukcapil, tetapi belum sinkron di Dapodik, maka NIK lama akan secara otomatis ditolak, sehingga siswa gagal menerima PIP.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
2. Kesalahan NISN
Siswa miskin atau rentan miskin juga bisa gagal menerima PIP jika NISN mereka tidak terdaftar di Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Penyebabnya bisa saja siswa menggunakan NISN fiktif atau salah mencatat NISN, seperti kesalahan pengetikan. NISN yang salah kemungkinan besar memiliki jumlah digit kurang dari 10 atau mengandung huruf atau spasi.
Untuk siswa baru, seperti kelas 1 SD, mereka belum diberi NISN karena pihak sekolah belum mengajukan atau belum disetujui oleh Pusdatin.
3. Nama Orangtua Tidak Valid
Salah satu faktor lain yang menyebabkan siswa miskin atau rentan miskin gagal menerima PIP adalah data nama siswa, tanggal lahir, dan nama ibu kandung yang tidak valid di Dapodik.
Selain itu, usia siswa juga harus sesuai dengan aturan yang berlaku, yaitu antara 6 tahun hingga 21 tahun. Jika usia siswa kurang dari 6 tahun atau lebih dari 21 tahun, maka siswa tersebut tidak layak menerima PIP.
4. Penghasilan Orangtua Tidak Sesuai Ketentuan
Faktor terakhir yang sering terjadi adalah terkait penghasilan orangtua atau wali siswa yang tercatat di Dapodik melebihi batas yang ditentukan.
Meskipun aturan resmi tidak menyebutkan penghasilan maksimal, secara logis, siswa layak menerima PIP jika penghasilan orangtua atau wali berada di bawah Rp 5 juta per bulan.
Kesimpulan
Beberapa penyebab di atas bisa membuat siswa miskin dan rentan miskin gagal mendapatkan bantuan PIP. Oleh karena itu, siswa dan orangtua perlu memeriksa kembali data yang telah diinputkan agar tidak ada kendala saat proses pendaftaran PIP.