
Respons Kementerian PPPA terhadap Ledakan di SMAN 72 Jakarta
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, memberikan respons terkait insiden ledakan yang terjadi di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Timur. Insiden tersebut menimbulkan kekhawatiran besar terhadap keselamatan anak-anak yang berada dalam lingkungan sekolah.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Arifah menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas peristiwa yang mengakibatkan puluhan siswa menjadi korban. Ia menekankan bahwa sekolah harus menjadi ruang aman bagi anak-anak. “Korbannya adalah anak-anak di lingkungan sekolah yang harusnya mereka merasa aman,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Ia juga menyatakan bahwa kejadian ini mengejutkan semua pihak. “Keselamatan anak harus menjadi perhatian utama semua pihak,” tambahnya.
Kementerian PPPA telah melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP). Selain itu, Tim layanan dan UPTD PPA bersama jejaring psikolog dan tenaga pendamping juga telah dikerahkan untuk memberikan dukungan psikososial kepada para siswa yang mengalami trauma.
“Kami juga terus menjalin koordinasi dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta, aparat keamanan, serta pihak sekolah untuk memastikan penanganan berjalan cepat, terarah, dan berorientasi pada kepentingan terbaik bagi anak,” jelas Arifah.
Menurutnya, pentingnya kerja lintas sektor agar setiap langkah yang diambil tidak hanya berfokus pada pemulihan fisik, tetapi juga kondisi mental dan emosional anak-anak yang terdampak.
Lebih lanjut, Menteri PPPA mengatakan kejadian ini menjadi pengingat kuat keamanan sekolah dan perlindungan anak merupakan hal yang tidak bisa ditawar. Ia pun menekankan komitmen kementeriannya untuk memperkuat implementasi Sekolah Ramah Anak, sistem anti-perundungan, serta deteksi dini terhadap tekanan psikologis dan perilaku berisiko pada pelajar.
“Kami menegaskan tidak ada toleransi terhadap segala bentuk ancaman yang membahayakan anak. Karena itu, pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat perlu memperkuat kewaspadaan dan memastikan sistem perlindungan anak berjalan tanpa celah,” tegasnya.
Detil Kejadian Ledakan di SMAN 72 Jakarta
Ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta, terjadi pada Jumat siang. Insiden itu terjadi di masjid yang berada dalam sekolah tersebut. Akibat peristiwa tersebut sebanyak 54 orang mengalami luka-luka.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta sudah didapatkan dan kini tengah menjalani operasi karena luka yang diderita akibat ledakan tersebut. “Salah satu yang saat ini melaksanakan operasi terduga pelaku,” ucapnya, Jumat dipantau dari Breaking News Kompas TV.
Saat ini pihak kepolisian, kata ia, tengah mendalami motif pelaku melakukan ledakan tersebut. “Itu jadi bagian yang kita dalami untuk mendalami motif, bagaimana yang bersangkutan merakit dan melaksanakan aksi,” tegasnya.