Kesenjangan Utara-Selatan Hambat Pertumbuhan Ekonomi Banten

admin.aiotrade 09 Des 2025 3 menit 17x dilihat
Kesenjangan Utara-Selatan Hambat Pertumbuhan Ekonomi Banten
Kesenjangan Utara-Selatan Hambat Pertumbuhan Ekonomi Banten

Ketimpangan Pembangunan di Banten

Ketimpangan antara wilayah Banten Utara dan Selatan disebut sebagai salah satu tantangan utama dalam mengoptimalkan pertumbuhan perekonomian di Provinsi Banten. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Banten, Ameriza Ma'ruf Moesa, dalam acara Forum Ekonomi Banten (FEB) tahun 2025 di hotel Aston & Convention Center Kota Serang, pada hari Selasa 9 Desember 2025.

Menurut Ameriza, saat ini Provinsi Banten menghadapi tantangan dalam memaksimalkan kapasitas ekonomi akibat tingginya disparitas pembangunan antara wilayah Banten Utara yang didominasi industri besar, dan Banten Selatan yang kaya akan potensi pariwisata dan pertanian, namun belum tergali secara maksimal.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Persoalan ketimpangan tersebut menjadi akar dari permasalahan pertumbuhan ekonomi Banten yang tumbuh positif, tetapi tidak diimbangi dengan pengurangan angka pengangguran serta penekanan kemiskinan.

"Kenapa Banten ekonominya tumbuh bagus, tapi masih tetap tinggi tingkat pengangguran dan kemiskinannya? Karena disparitas itu yang menjadi penyebab," ujarnya.

Secara geografis, perekonomian Banten sebagian besar berasal dari wilayah Banten Utara, seperti Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, Kota Serang, Kota Cilegon, dan Kabupaten Serang, yang menyumbang sebesar 91,5 persen. Wilayah ini memiliki Kawasan Industri Padat Modal, serta Kawasan Perdagangan dan Perumahan.

Sementara itu, wilayah Banten Selatan, yakni Kabupaten Lebak dan Pandeglang, hanya menyumbang kontribusi sebesar 8,5 persen terhadap perekonomian Provinsi Banten.

Dari sisi investasi, yang merupakan komponen penting dalam perekonomian, disparitas antara Banten Utara dan Banten Selatan juga cukup tinggi. Pada rentang Januari-September 2025, nilai investasi total di Banten mencapai Rp91,6 triliun, dengan kontribusi terbesar dari Banten Utara sebesar 98,1 persen. Sementara Banten Selatan hanya menyumbang 1,9 persen dari total investasi baik itu PMA maupun PMDN di Banten.

"Meski kaya akan potensi dan sumber daya, wilayah Banten Selatan masih menghadapi tantangan struktural, yang antara lain keterbatasan ketersediaan infrastruktur baik itu aksesibilitas, konektivitas, utilitas dan fasilitas publik," tuturnya.

Maka dari itu, Ameriza berharap forum ekonomi saat ini mampu menekan disparitas tersebut. Para pemangku kebijakan diminta memanfaatkan momentum pembangunan infrastruktur pemerintah pusat di Banten Selatan, khususnya Jalan Tol dan masuknya MRT, untuk mendorong investasi.

Pemerintah daerah diharapkan proaktif memberikan insentif dan kemudahan investasi bagi para investor.

"Mudah-mudahan forum ini bisa berdampak kepada para pengambil kebijakan, mudah-mudahan dengan adanya ini kita bisa mengundang para investor, tapi memang pemerintah daerah harus memberikan kemudahan investasi, dan konsep investasi yang lebih baik," ucapnya.

Senada dengan pernyataan Ameriza, Asisten Daerah (Asda) II Pemprov Banten Budi Santoso menyebut pertumbuhan ekonomi Banten pada 2025 tercatat di atas rata-rata nasional sebesar 5,29 persen. Namun, penyebarannya tidak merata. Pertumbuhan ekonomi hanya terjadi di Banten Utara, sedangkan Banten Selatan masih rendah.

Untuk mengatasi ketimpangan tersebut, diperlukan kolaborasi dan sinergitas antara stakeholder, Pemerintah Pusat, serta sektor perbankan.

"Termasuk pemerintah daerah dan media. Pusat sudah memberikan dukungan melalui prioritas pembangunan jalan tol Serang-Panimbang di wilayah Banten Selatan," ujarnya.

Selain itu, ada rencana pengembangan kereta api listrik (KRL) atau CommuterLine jalur Rangkasbitung-Tanah Abang. Selanjutnya, rencana reaktivasi kereta Rangkasbitung-Saketi-Bayah.

"InsyaAllah setelah terealisasi akan mempercepat pertumbuhan untuk Banten Selatan," tuturnya.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan