Ketahui Perbedaan Gaslighting dan Playing Victim

admin.aiotrade 17 Des 2025 3 menit 36x dilihat
Ketahui Perbedaan Gaslighting dan Playing Victim

Pengertian Gaslighting dan Playing Victim

Kata "gaslighting" dan "playing victim" sering muncul dalam percakapan sehari-hari, terutama ketika ada konflik emosional. Meskipun keduanya bisa membuat seseorang merasa bersalah dan tertekan, makna dan tujuan dari kedua istilah ini berbeda.

Apa Itu Gaslighting?

Gaslighting adalah bentuk manipulasi psikologis yang dapat membuat orang lain merasa bersalah hingga meragukan diri sendiri. Menurut Fitri Jayanthi, pendiri Cup of Stories, pelaku gaslighting sering berbohong dan meragukan realitas korban, sehingga korban mulai mempertanyakan pengalaman dan persepsi mereka.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Dalam pemberitaan, psikolog Niro Feliciano, LCSW, menjelaskan bahwa gaslighting dilakukan untuk membuat korban mengambil tanggung jawab atas masalah yang sebenarnya disebabkan oleh pelaku. Hal ini bisa menyebabkan korban meragukan ingatan, kewarasan, dan kemampuan mereka untuk membedakan fakta.

Apa Itu Playing Victim?

Playing victim adalah situasi di mana seseorang merasa selalu menjadi korban. Apapun yang terjadi, mereka selalu disalahkan. Fitri menjelaskan bahwa tujuan dari playing victim adalah untuk mendapatkan simpati dari orang lain. Dalam buku "Family Constellation" karya Meilinda Sutanto, playing victim digunakan sebagai sarana untuk mencari perhatian dan mengontrol pikiran serta perasaan orang lain demi mendapat belas kasihan.

Tujuan Gaslighting dan Playing Victim

Tujuan Gaslighting

Tujuan seseorang melakukan gaslighting adalah agar orang lain mengambil tanggung jawab atas permasalahan yang sedang terjadi, padahal masalah disebabkan oleh mereka. Karena itu, korban bisa meragukan diri sendiri karena meragukan ingatan, kewarasan, dan kemampuan mereka untuk membedakan fakta.

Akibatnya, korban bisa mengalami ketidakamanan yang mendalam, penurunan rasa percaya diri, dan mulai bergantung pada pelaku untuk mengonfirmasi persepsi mereka sendiri.

Tujuan Playing Victim

Tujuan dari playing victim adalah untuk mendapatkan simpati dari orang lain. Fitri menjelaskan bahwa orang-orang yang suka playing victim biasanya takut untuk mengambil tanggung jawab atas permasalahan yang terjadi karena takut dikritik. Mereka ingin terlihat sempurna dan tidak ingin ada kesalahan sama sekali.

Sementara itu, orang-orang yang suka playing victim cenderung mencari perhatian karena berbagai faktor. Misalnya, mereka pernah melakukan hal serupa di masa lalu dan berhasil, atau tipe kepribadiannya memang selalu berusaha untuk mencari perhatian orang lain.

Contoh Perilaku Gaslighting

Beberapa contoh perilaku gaslighting antara lain:

  • Koersi: Perilaku yang melibatkan paksaan atau ancaman, baik verbal, emosional, fisik, maupun finansial. Contohnya adalah teman yang cemburu dan memilih diam setiap kali kamu menghabiskan waktu dengan orang lain.
  • Trivializing: Meremehkan perasaan korban, seperti dengan mengatakan, “Kamu terlalu sensitif” atau “Kamu gila”. Contoh lainnya adalah saat kamu meminta dibayar lembur, tetapi bos merespons dengan menyindir, “Apakah kamu pikir kamu lebih baik dari yang lain”.

Contoh Perilaku Playing Victim

Perilaku playing victim bisa terlihat dalam beberapa bentuk:

  • Merasa lemah: Seringkali menghindar dari tanggung jawab karena merasa tidak mampu.
  • Membandingkan diri: Selalu membandingkan diri dengan orang lain dengan cara yang negatif, meskipun setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan