Keterbukaan Informasi Harus Berdampak Nyata untuk Rakyat

admin.aiotrade 17 Des 2025 3 menit 17x dilihat
Keterbukaan Informasi Harus Berdampak Nyata untuk Rakyat
Keterbukaan Informasi Harus Berdampak Nyata untuk Rakyat

Pentingnya Keterbukaan Informasi Publik

Keterbukaan informasi publik menjadi salah satu aspek penting dalam membangun transparansi dan akuntabilitas pemerahan. Ketua Komisi Informasi Pusat (KIP) RI, Donny Yoesgiantoro menekankan bahwa keterbukaan informasi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan hanya sebagai kewajiban administratif.

Menurut Donny, jika keterbukaan informasi hanya dilihat sebagai pemenuhan amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, maka akan terasa sebagai beban berat. Ia menegaskan bahwa keterbukaan informasi seharusnya memiliki manfaat yang jelas bagi masyarakat.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Karena saya mengatakan bahwa keterbukaan informasi ini harus mempunyai manfaat. Kalau menjadi hanya kewajiban seperti amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008, tentunya akan dirasakan sebagai beban yang berat,” ujarnya.

Donny juga menekankan bahwa keterbukaan informasi akan berjalan optimal apabila menjadi kebutuhan badan publik. Dengan pendekatan tersebut, pelaksanaan keterbukaan diyakini dapat memberikan hasil yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Contoh yang Baik dari Polri

Ia menyampaikan apresiasi kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) atas pengelolaan keterbukaan informasi publik. Menurutnya, Polri menjadi contoh badan publik dengan struktur Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) yang kuat dan bersifat struktural.

“Struktur PPID itu belum pernah ada yang benar-benar struktural. Saya melihat di Polri itu sudah struktural, ada Kepala Divisi Humas berpangkat bintang dua, dan di bawahnya terdapat tiga kepala biro,” ujarnya.

Ia menjelaskan, struktur tersebut mencakup biro pengelolaan informasi hingga multimedia, yang dinilai relevan untuk menghadapi tantangan pengelolaan informasi di masa mendatang.

“Ini bisa menjadi contoh ke depan bahwa PPID sebaiknya bersifat struktural. Tantangan ke depan terkait informasi akan semakin meningkat,” katanya.

Perlu Struktur PPID yang Kuat

Donny mendorong seluruh badan publik untuk mulai memikirkan PPID sebagai struktur permanen. Menurutnya, lemahnya PPID akan berdampak langsung pada rendahnya kinerja keterbukaan informasi publik.

Pada kesempatan yang sama, Komisioner Bidang Strategi dan Riset KIP RI, Rospita Vici Paulyn, memaparkan hasil Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025. Ia menyebutkan jumlah badan publik yang menjadi peserta penilaian mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Pada tahun 2025, jumlah badan publik yang terdata sebagai peserta Monev sebanyak 387 badan publik, meningkat dari 363 badan publik pada tahun 2024,” ujarnya.

Rospita juga menyampaikan bahwa jumlah badan publik yang meraih predikat informatif turut mengalami peningkatan. Hal ini mencerminkan perbaikan kualitas keterbukaan informasi secara nasional.

“Badan publik yang memperoleh kualifikasi informatif pada Monev 2025 berjumlah 197 badan publik. Dengan demikian, hasil Monev 2025 mengalami kenaikan sebesar 6,27 persen,” jelasnya.

Penutup

Dari berbagai penjelasan di atas, terlihat bahwa keterbukaan informasi publik tidak hanya menjadi kewajiban, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah. Dengan struktur PPID yang kuat dan sistem yang efektif, setiap badan publik dapat memastikan bahwa informasi yang disampaikan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan