Ketua DPR Iran Ancam Tutup Lagi Selat Hormuz Meski Blokade AS Masih Berlaku

Ketua DPR Iran Ancam Tutup Lagi Selat Hormuz Meski Blokade AS Masih Berlaku
Ketua DPR Iran Ancam Tutup Lagi Selat Hormuz Meski Blokade AS Masih Berlaku

Ancaman Penutupan Selat Hormuz oleh Iran

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, memberikan peringatan keras terkait keberlanjutan blokade laut yang masih dilakukan oleh Amerika Serikat di Selat Hormuz. Ancaman ini muncul setelah Iran sebelumnya mengumumkan bahwa selat tersebut sudah kembali dibuka. Namun, blokade AS yang masih bertahan menjadi sorotan utama.

Ghalibaf menegaskan bahwa jika angkatan laut AS tetap menghalangi lalu lintas maritim dari pelabuhan-pelabuhan Iran, maka Selat Hormuz akan kembali ditutup. Ia menyatakan bahwa akses ke selat tersebut sangat bergantung pada tindakan Amerika Serikat di lapangan. "Jika blokade berlanjut, Selat Hormuz tidak akan tetap terbuka," tulis Ghalibaf dalam unggahannya di platform X.

Ia juga menekankan bahwa ke depannya, lalu lintas di wilayah tersebut akan berada di bawah kendali penuh otoritas Teheran. "Transit di Selat Hormuz akan berlangsung berdasarkan 'rute yang ditentukan' dan dengan 'izin dari Iran'," tegasnya. Dalam unggahan yang sama, Ghalibaf juga melayangkan kritik tajam terhadap pernyataan Donald Trump.

Menurut Ghalibaf, Trump telah membuat tujuh klaim dalam satu jam, yang menurutnya semuanya adalah kebohongan. Meski tidak merinci poin-poin tersebut, ia menekankan bahwa status hukum dan operasional selat tidak ditentukan melalui opini di media sosial. "Apakah selat itu terbuka atau tertutup, dan aturan yang mengaturnya, ditentukan di lapangan, bukan oleh media sosial," pungkasnya.

Alasan Blokade Masih Bertahan Menurut Trump

Di sisi lain, Donald Trump mengungkapkan alasan kenapa blokade Angkatan Laut AS masih bertahan meski Iran mengatakan Selat Hormuz sudah kembali dibuka. Trump menyatakan bahwa pemblokiran pelabuhan yang dilakukan Angkatan Laut AS merupakan langkah sementara yang akan segera berakhir begitu kesepakatan diplomatik tercapai.

Berbicara kepada wartawan di Phoenix pada Jumat waktu setempat (17/4/2026), Trump mengonfirmasi bahwa pembicaraan dengan delegasi Iran sedang berlangsung. "Kami menjalani hari yang besar. Kita akan lihat bagaimana hasilnya, tetapi ini seharusnya baik. Kami telah melakukan beberapa diskusi yang sangat baik," ujar Trump.

Menanggapi laporan mengenai adanya perbedaan pendapat yang signifikan antara kedua negara, Trump tampak tetap optimis. "Jika ada, kita harus menyelesaikannya. Tapi saya rasa tidak ada terlalu banyak perbedaan yang signifikan," jelasnya.

Dampak Pemblokiran Selat Hormuz

Meski saat ini Selat Hormuz telah dibuka kembali untuk kapal komersial, Komite Penyelamatan Internasional (International Rescue Committee/IRC) memperingatkan bahwa dampak dari penutupan sebelumnya tidak akan hilang dalam waktu dekat.

Wakil Presiden Kebijakan dan Advokasi IRC, Kelly Razzouk, mengungkapkan bahwa penutupan ruang udara dan rute pelayaran selama berminggu-minggu telah menciptakan penumpukan barang yang luar biasa. "Penutupan ruang udara dan rute pelayaran selama berminggu-minggu telah menciptakan simpanan signifikan yang kemungkinan akan memakan waktu berminggu-minggu, jika bukan berbulan-bulan, untuk diselesaikan," kata Razzouk.

Kondisi ini memaksa organisasi kemanusiaan untuk melakukan penyusunan ulang anggaran akibat lonjakan biaya transportasi dan pengalihan rute. Razzouk menambahkan bahwa ketidakpastian ini membuat situasi tetap rapuh dan menghambat pengiriman bantuan kepada pihak-pihak yang membutuhkan.