
Pentingnya Literasi Informasi dalam Era Digital
Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, penting untuk menjaga keseimbangan antara kecepatan dan kebenaran. Ketua PW Forum Taman Bacaan Masyarakat (Forum TBM) Harken memberikan pesan kuat mengenai peran individu dalam membangun ekosistem digital yang sehat dan positif.
Harken menyampaikan pesannya saat tampil dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi yang diselenggarakan di Studio Perpustakaan Raja Muhammad Yusuf Al Ahmadi, Tanjungpinang, Selasa (21/10/2025). Dalam sesi yang berlangsung santai tapi penuh makna, ia membahas bagaimana masyarakat bisa ikut serta dalam membangun lingkungan digital yang cerdas dan inspiratif.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Menurut Harken, saat ini informasi digital bergerak sangat cepat dan terbuka. Sayangnya, kecepatan tersebut sering diiringi dengan banjir hoaks, misinformasi, dan ujaran kebencian. Hal ini membuat masyarakat harus lebih waspada dan bijak dalam menerima serta menyebarkan informasi.
“Kita perlu menjadi pengguna digital yang cerdas, bukan hanya cepat membagikan informasi, tapi juga memverifikasi kebenarannya,” ujarnya. Ia menekankan bahwa setiap orang memiliki tanggung jawab untuk memastikan informasi yang disebarkan benar dan bermanfaat.
Harken juga menekankan pentingnya membiasakan diri untuk membuat dan menyebarkan konten yang memiliki nilai kebaikan dan manfaat. Menurutnya, media sosial seharusnya menjadi tempat untuk berbagi hal positif, membangun semangat, dan menyebarkan harapan, bukan arena untuk debat kusir dan saling menjatuhkan.
“Informasi positif itu bukan hanya berita baik, tapi juga yang bisa memberi solusi, menumbuhkan optimisme, dan membuat orang lain merasa terinspirasi,” jelasnya lagi.
Namun, Harken tidak menutup mata terhadap tantangan yang dihadapi. Ia menyebut algoritma media sosial yang cenderung lebih suka konten kontroversial, rendahnya minat masyarakat terhadap berita baik, dan masih lemahnya kemampuan literasi digital sebagai hambatan utama.
“Membuat konten positif itu susah-susah gampang. Tantangannya bukan hanya soal ide, tapi juga bagaimana cara membuat orang mau membaca dan ikut menyebarkan,” tambahnya.
Di akhir sesi, Harken mengajak semua peserta untuk mulai dari hal sederhana seperti membagikan berita benar, menyebarkan kisah inspiratif, atau sekadar menebar semangat melalui unggahan media sosial.
“Kita tidak perlu menunggu viral dulu untuk berbuat baik. Mulailah dari diri sendiri, dari postingan kecil yang bisa membuat orang lain tersenyum atau berpikir positif,” tutupnya.
Acara Bimtek Literasi Informasi ini menjadi wadah yang keren bagi para pegiat literasi dan masyarakat untuk belajar bersama tentang pentingnya menjadi warga digital yang bijak dan berkontribusi dalam membangun ruang informasi yang sehat.
Tips untuk Menjadi Pengguna Digital yang Bijak
-
Verifikasi informasi sebelum menyebarkan
Jangan langsung membagikan informasi tanpa memastikan kebenarannya. Gunakan sumber yang terpercaya dan lakukan pengecekan faktual. -
Fokus pada konten positif
Buat dan sebarkan konten yang bermanfaat dan menginspirasi. Hindari konten yang hanya bertujuan untuk menimbulkan konflik atau kebencian. -
Kembangkan literasi digital
Tingkatkan pemahaman tentang cara kerja media sosial dan bagaimana menghindari hoaks. Edukasi diri dan orang lain tentang pentingnya literasi digital. -
Mulai dari hal kecil
Tidak perlu menunggu kesempatan besar. Mulailah dengan tindakan kecil, seperti membagikan berita benar atau memberikan dukungan melalui komentar positif. -
Ajak orang lain untuk bergabung
Berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang literasi informasi dengan teman, keluarga, atau komunitas. Kepedulian bersama akan menciptakan perubahan yang lebih besar.