
Penolakan Gerindra terhadap Kehadiran Budi Ari Setiadi sebagai Kader
Ketua Partai Gerindra Medan, Ihwan Ritonga, menyampaikan sikap tegasnya terkait rencana bergabungnya Budi Ari Setiadi, ketua relawan Projo, sebagai kader partai. Ihwan menegaskan bahwa Gerindra tidak akan menerima Budi Ari dalam posisi sebagai anggota partai.
Menurut Ihwan, Gerindra memiliki banyak kader yang telah berjuang dan setia bertahun-tahun, serta menjunjung arah partai yang jelas. Ia menilai bahwa kehadiran Budi Ari dapat memberikan dampak negatif bagi partai, mengingat Budi pernah menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika yang diganti oleh Presiden Prabowo Subianto.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Gerindra terbuka bagi seluruh masyarakat, namun sebagai partai yang memiliki arah perjuangan, kami juga memiliki mekanisme dan penilaian terhadap seseorang yang ingin menjadi kader. Kami tidak ingin seseorang bergabung hanya untuk melindungi diri atau mencari posisi aman," ujar Ihwan kepada Tribun-Medan, Jumat (7/11/2025).
Ihwan juga menyampaikan bahwa para kader di tingkat bawah tidak menginginkan kehadiran Budi Ari dalam Gerindra. Menurut mereka, Budi Ari hanya ingin memanfaatkan partai pimpinan Presiden Prabowo sebagai tempat berlindung.
Ihwan menekankan bahwa Gerindra dibentuk atas dasar kerja keras kader-kader yang setia berjuang puluhan tahun, dan partai ini tidak memandang politik sebagai alat untuk mencari keuntungan sesaat.
"Belum lagi, Budi merupakan mantan menteri yang diganti oleh Presiden Prabowo. Kader mempertanyakan hal itu, dan melihat Budi Ari hanya ingin bergabung dengan Gerindra sebagai tempat berlindung," tegas Ihwan.
Ihwan berharap partai mempertimbangkan kembali keputusan untuk menerima Budi Ari sebagai kader, termasuk mengevaluasi integritas Budi saat menjabat sebagai pejabat publik. Wakil Ketua DPRD Sumut tersebut khawatir kehadiran Budi bisa melemahkan kepercayaan masyarakat terhadap upaya pemberantasan korupsi yang difokuskan oleh Presiden Prabowo.
"Mengingat Budi Ari pernah menjadi pejabat publik, saat menjabat menteri, ini juga harus jadi pertimbangan bagaimana integritasnya. Jangan seolah-olah persepsi masyarakat Gerindra akhirnya melindungi Budi. Kami harap partai mempertimbangkan hal itu," tegasnya.
Sebelumnya, diberitakan bahwa Budi Arie telah menyampaikan permohonan izin kepada para relawan Projo untuk melangkah ke dunia politik praktis melalui Partai Gerindra. Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam Kongres III Projo yang berlangsung di Jakarta Selatan, di hadapan sejumlah tokoh termasuk Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad.
"
"Mohon izin, jika suatu saat saya berpartai, teman-teman Projo bisa memahaminya. Nggak usah ditanya lagi partainya apa. Karena apa? Saya mungkin satu-satunya orang yang diminta oleh Presiden langsung di sebuah forum," kata Budi Arie saat memberi sambutan dalam Kongres III Projo di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Selatan, Sabtu (1/11/2025).