Ketua Komisi X DPR Mendorong Pemerintah Gunakan Jalur Diplomasi dengan IOC

admin.aiotrade 25 Okt 2025 2 menit 11x dilihat
Ketua Komisi X DPR Mendorong Pemerintah Gunakan Jalur Diplomasi dengan IOC

Peran Komisi X DPR RI dalam Menjaga Kehormatan Olahraga Indonesia

Ketua Komisi X DPR RI, Hefitah Sjaifudian, mengajak pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta Komite Olimpiade Indonesia (KOI) untuk menjalani pendekatan diplomasi yang terbuka dan konstruktif dengan International Olympic Committee (IOC). Hal ini disampaikan oleh Hefitah dalam pernyataannya kepada Jurnalis Kompas TV, Claudia Carla Sonia Septiana, pada Kamis (24/10/2025).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Hefitah menegaskan bahwa Indonesia harus menunjukkan komitmennya terhadap sportifitas dan perdamaian dunia sambil meminta IOC untuk tidak menerapkan standar ganda dalam menjunjung nilai-nilai kemanusiaan. Dengan dialog yang saling menghormati, diharapkan solusi yang adil dapat ditemukan agar Indonesia tetap dihormati sebagai negara yang menjunjung tinggi olahraga, perdamaian, dan kemanusiaan.

Pendekatan Diplomasi yang Cermat dan Bermartabat

Menurut Hefitah, meskipun isu sanksi IOC terhadap Indonesia tidak dibahas secara khusus di DPR, pemerintah akan mengambil langkah diplomatis yang cermat dan bermartabat. Ia menekankan pentingnya menjaga posisi Indonesia di dunia olahraga tanpa mengabaikan prinsip politik luar negeri yang bebas aktif serta komitmen terhadap nilai kemanusiaan.

"Kami juga meyakini Kemenpora dan KOI mampu menjelaskan posisi Indonesia secara proporsional kepada IOC," ujar Hefitah.

Pentingnya Dialog Terbuka dan Sportifitas

Hefitah menilai bahwa melalui dialog terbuka dan semangat sportifitas, Indonesia diharapkan dapat mempertahankan kehormatan bangsa sekaligus menegaskan komitmen terhadap perdamaian, keadilan, dan kemanusiaan sesuai amanat konstitusi.

Untuk mencegah masalah serupa terulang, pemerintah perlu menyusun kebijakan yang jelas dan terintegrasi antara Kemenpora, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), dan KOI terkait partisipasi atlet dari negara dengan isu politik yang sensitif.

Pendekatan yang Sesuai dengan Prinsip Diplomasi

Pendekatan ini harus sesuai dengan prinsip diplomasi Indonesia dan aturan olahraga internasional serta diiringi komunikasi aktif dengan IOC untuk mencari solusi yang memisahkan urusan olahraga dan politik.

Dalam hal ini, Hefitah menekankan bahwa komunikasi yang terbuka dan saling menghormati menjadi kunci dalam menjaga hubungan baik antara Indonesia dan IOC. Dengan demikian, Indonesia tetap bisa berpartisipasi dalam ajang olahraga internasional tanpa mengorbankan prinsip-prinsip dasar yang dijunjung tinggi.

Langkah-Langkah yang Harus Diambil

Beberapa langkah yang perlu dilakukan antara lain:

  • Meningkatkan koordinasi antara Kemenpora, Kemenlu, dan KOI dalam menghadapi situasi yang berkaitan dengan partisipasi atlet dari negara-negara dengan isu politik.
  • Memastikan bahwa semua kebijakan yang diambil sesuai dengan prinsip diplomasi Indonesia dan aturan olahraga internasional.
  • Melakukan komunikasi aktif dengan IOC untuk mencari solusi yang adil dan memisahkan urusan olahraga dari politik.

Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan Indonesia dapat tetap menjaga reputasinya sebagai negara yang menjunjung tinggi olahraga, perdamaian, dan kemanusiaan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan