Ketua Komisi XI Ingatkan Bahaya Regulasi Tumpang Tindih pada Pertumbuhan Ekonomi

admin.aiotrade 17 Des 2025 4 menit 17x dilihat
Ketua Komisi XI Ingatkan Bahaya Regulasi Tumpang Tindih pada Pertumbuhan Ekonomi
Ketua Komisi XI Ingatkan Bahaya Regulasi Tumpang Tindih pada Pertumbuhan Ekonomi

Pentingnya Keselarasan Kebijakan Antar Kementerian dan Lembaga

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Dolfie Othniel Frederic Palit, menekankan pentingnya keselarasan kebijakan antar kementerian dan lembaga dalam membangun perekonomian nasional. Menurutnya, setiap regulasi yang diterbitkan harus mampu menciptakan nilai tambah ekonomi serta mendukung agenda pembangunan nasional secara menyeluruh.

Dolfie mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi berpotensi terhambat jika kebijakan antar kementerian saling bertabrakan. Sebab, sekitar 75 persen sektor ekonomi nasional berada di bawah kewenangan kementerian teknis. Oleh karena itu, peran kementerian tidak cukup hanya mengelola dan membelanjakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), tetapi juga harus melahirkan kebijakan strategis yang memperkuat sektor-sektor yang menjadi tanggung jawabnya.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Jika kementerian dan lembaga hanya membelanjakan APBN tanpa kebijakan yang mendorong nilai tambah, pertumbuhan ekonomi tidak akan bergerak. Kementerian harus berani melakukan terobosan untuk memperkuat sektor yang mereka pimpin,” kata Dolfie kepada wartawan, Rabu (17/12).

Selain itu, ia mengingatkan agar kementerian dan lembaga menghindari penerbitan regulasi yang saling tumpang tindih karena berpotensi mengganggu stabilitas kebijakan ekonomi nasional.

“Diperlukan kebijakan yang disusun dengan kerangka logis dalam satu kesatuan kebijakan pemerintah,” tegasnya.

Sorotan Komisi XI DPR RI ini menguat seiring munculnya polemik terkait kebijakan Kementerian Kesehatan yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 beserta aturan turunannya, yakni Rancangan Peraturan Menteri Kesehatan. Ia menilai, regulasi tersebut berpotensi menimbulkan dampak ekonomi apabila tidak disertai mitigasi risiko dan strategi fiskal yang matang.

Karena itu, pemerintah pun diminta menyiapkan opsi kebijakan alternatif untuk mengantisipasi kemungkinan penurunan penerimaan negara, khususnya dari sektor cukai.

"Regulasi yang tumpang tindih tidak hanya berisiko menekan penerimaan negara, tetapi juga dapat menciptakan ketidakpastian bagi pelaku usaha. Oleh sebab itu, setiap kebijakan teknis yang diterbitkan kementerian harus tetap sejalan dengan arah kebijakan ekonomi nasional secara keseluruhan," pungkasnya.

Langkah Strategis untuk Memastikan Konsistensi Kebijakan

Untuk mencapai keselarasan kebijakan, beberapa langkah strategis perlu dilakukan oleh kementerian dan lembaga. Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan:

  • Koordinasi lintas sektor: Setiap kementerian dan lembaga perlu menjalin komunikasi yang intensif untuk memastikan bahwa kebijakan yang dikeluarkan tidak saling bertentangan.
  • Evaluasi regulasi secara berkala: Regulasi yang sudah ada perlu dievaluasi secara berkala untuk memastikan bahwa tidak ada tumpang tindih atau konflik dengan kebijakan lain.
  • Peningkatan kapasitas SDM: Kementerian dan lembaga perlu meningkatkan kapasitas sumber daya manusia agar mampu merancang kebijakan yang lebih strategis dan berkelanjutan.
  • Partisipasi aktif masyarakat: Melibatkan para pemangku kepentingan seperti pelaku usaha dan masyarakat dalam proses penyusunan kebijakan dapat membantu mengidentifikasi potensi masalah sejak dini.

Peran Komisi XI DPR RI dalam Mengawasi Kebijakan Ekonomi

Komisi XI DPR RI memiliki peran penting dalam mengawasi kebijakan ekonomi yang dikeluarkan oleh pemerintah. Salah satu tugas utamanya adalah memastikan bahwa kebijakan-kebijakan tersebut selaras dengan tujuan pembangunan nasional. Dengan adanya pengawasan yang ketat, diharapkan kebijakan yang dikeluarkan tidak hanya efektif, tetapi juga berdampak positif bagi perekonomian.

Dalam konteks ini, Komisi XI DPR RI juga telah memberikan rekomendasi-rekomendasi penting kepada pemerintah terkait pengelolaan APBN dan penyusunan regulasi. Rekomendasi ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi kementerian dan lembaga dalam membuat kebijakan yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Tantangan dalam Implementasi Kebijakan Ekonomi

Meskipun banyak langkah yang telah diambil, implementasi kebijakan ekonomi masih menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya adalah perbedaan prioritas antar kementerian yang dapat menyebabkan ketidakselarasan kebijakan. Selain itu, kurangnya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah juga menjadi hambatan dalam pelaksanaan kebijakan.

Tantangan lainnya adalah ketidakpastian ekonomi global yang dapat memengaruhi stabilitas kebijakan nasional. Untuk menghadapi hal ini, diperlukan kebijakan yang fleksibel dan responsif terhadap perubahan situasi.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, kebijakan ekonomi yang baik harus didasarkan pada keselarasan antar kementerian dan lembaga. Dengan koordinasi yang baik, kebijakan yang dikeluarkan dapat menciptakan nilai tambah ekonomi dan mendukung pembangunan nasional secara menyeluruh. Oleh karena itu, diperlukan komitmen yang kuat dari semua pihak untuk memastikan bahwa kebijakan ekonomi yang dijalankan tidak hanya efektif, tetapi juga berkelanjutan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan