
Peran dan Tantangan Koperasi Teras Cihampelas
Ketua Koperasi Teras Cihampelas (TeCi), Edo, menyatakan bahwa pihaknya akan mengikuti keputusan Pemerintah Kota Bandung terkait rencana pembongkaran segmen 2 jika hasil uji teknis menunjukkan bahwa bangunan tidak layak. Ia menekankan pentingnya kesiapan pihaknya dalam menghadapi berbagai kemungkinan yang muncul dari proses tersebut.
Edo mengeluhkan sistem pengelolaan kawasan yang rumit karena melibatkan banyak dinas, sehingga menyulitkan koordinasi dan penanganan komplain pedagang. Menurutnya, permasalahan utama Teras Cihampelas bukan hanya soal keamanan, tetapi juga tatanan pengelolaan yang masih kompleks.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Aset kawasan dimiliki oleh Dinas Sumber Daya Bina Marga, lampu dikelola oleh PU, sedangkan pedagang di bawah Dinas Koperasi UKM. Edo menjelaskan bahwa ketika ada masalah, tidak jelas harus mengadu ke siapa. Hal ini membuat koordinasi menjadi panjang dan rumit.
Ia menambahkan bahwa kajian yang dilakukan pihaknya lebih berfokus pada UMKM dan komunitas pelaku usaha, melalui Dinas Koperasi UKM dan Baperinda. Edo memberikan contoh Teras Malioboro, yang dikelola oleh satu unit kerja tertentu sehingga pengelolaan lebih rapi dan komplain pedagang jelas harus ke mana. Ia berharap pengelolaan Teras Cihampelas bisa disederhanakan agar fungsi awal kawasan sebagai destinasi wisata sekaligus sumber penghidupan pelaku usaha tetap terjaga.
Kondisi Pedagang di Teras Cihampelas
Menurut Edo, saat ini Teras Cihampelas memiliki 192 kios, terdiri dari 140 kios souvenir dan 52 kios kuliner. Dari 52 kios kuliner, sekitar 40 kios aktif, sedangkan kios souvenir banyak yang tidak aktif karena bersaing dengan e-commerce.
βKalau di sini kaos Rp100.000 dapat tiga, di online dapat empat plus gratis ongkir. Itu membuat pedagang souvenir sulit bertahan. Kuliner masih bertahan karena wisatawan dan karyawan masih makan di tempat,β katanya.
Edo menjelaskan bahwa panjang Teras Cihampelas sekitar 775 meter, terbagi menjadi 18 section. Segmen 1 mencakup teras 1β12 dari kawasan Advent hingga Bank BJB atau Hotel Aston, dibangun pasca-era Wali Kota Ridwan Kamil dan diresmikan olehnya.
Segmen 2 adalah kelanjutan dari Hotel Aston Promenade hingga ujung kawasan, terdiri dari enam section tambahan. Menurut Edo, aktivitas UMKM mayoritas berada di segmen 1, sehingga pembongkaran segmen 2 tidak berdampak langsung pada pedagang.
Segmen 2 lebih banyak digunakan pejalan kaki, ruang terbuka, dan komunitas seperti senam, tari, serta kegiatan sekolah dan kampus, namun tidak seramai segmen 1.
Tantangan Pengelolaan Kawasan
Selain itu, Edo menyampaikan bahwa sistem pengelolaan kawasan yang melibatkan banyak dinas membuat koordinasi menjadi rumit. Setiap aspek dari kawasan seperti infrastruktur, lampu, dan pedagang diatur oleh dinas yang berbeda-beda, sehingga menyulitkan penanganan masalah secara efektif.
Ia berharap adanya penyederhanaan pengelolaan kawasan agar fungsi awalnya sebagai destinasi wisata sekaligus sumber penghidupan pelaku usaha tetap terjaga. Dengan demikian, para pedagang dan komunitas lokal dapat tetap berkembang meskipun menghadapi tantangan dari pasar digital dan persaingan yang semakin ketat.
Dalam konteks ini, Edo menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, dinas terkait, dan komunitas lokal untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di kawasan Teras Cihampelas. Dengan langkah-langkah yang tepat, diharapkan kawasan ini dapat tetap menjadi pusat aktivitas yang bermanfaat bagi semua pihak.