
Peristiwa Ledakan di SMAN 72 Jakarta, Muzani Minta Motif Segera Diungkap
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Muzani, menyerukan kepada Kepolisian untuk segera mengungkap motif dari peristiwa ledakan yang terjadi di SMA Negeri 72 Kelapa Gading, Jakarta Pusat, pada Jumat (7/11/2025). Ia menyebut kejadian ini sangat mengejutkan dan memprihatinkan, terlebih karena terjadi di lingkungan pendidikan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Saya kira kejadian yang sangat mengejutkan, tapi juga sangat memprihatinkan. Karena kejadian ini terjadi di tengah-tengah dunia pendidikan,” ujar Muzani saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat.
Dalam pernyataannya, Muzani menyampaikan bahwa ada berbagai dugaan yang muncul di media sosial, seperti aksi terorisme atau isu perundungan di lingkungan sekolah. Ia menegaskan bahwa jika kejadian ini merupakan bagian dari teror, maka hal tersebut sangat serius dan menjadi peringatan bagi semua pihak.
“Kalau kejadian ini bagian dari teror, apalagi mengarah pada teroris, ini sesuatu yang sangat serius. Dan menjadi warning bagi kita semua,” ujarnya.
Namun, jika kejadian ini adalah insiden atau kecelakaan, Muzani menilai ini juga menjadi pelajaran penting. “Ini juga menjadi pelajaran kita, kenapa hal itu bisa sampai terjadi di tengah-tengah dunia pendidikan kita,” tambahnya.
Muzani menekankan bahwa motif kejadian ini harus segera diungkap, karena peristiwa tersebut telah mengancam keselamatan generasi penerus bangsa. Ia berharap keamanan dan ketenangan dalam kehidupan masyarakat tetap terjamin sepanjang masa.
Terduga Pelaku Ledakan di SMAN 72 Jakarta
Terkait ledakan di SMAN 72 tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebelumnya mengungkapkan bahwa terduga pelaku masih berasal dari lingkungan sekolah tersebut. Ia menyebut, berdasarkan penelusuran saat ini, pelakunya merupakan seorang siswa.
"Informasi sementara masih dari lingkungan sekolah tersebut. Iya (pelajar)," kata Listyo Sigit di teras Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat.
Namun, menurut Kapolri, jajarannya saat ini masih terus mendalami identitas, lingkungan, hingga tempat tinggal maupun rumah terduga pelaku. Selain itu, pihak kepolisian juga masih mendalami isu yang menyebut orangtua terduga pelaku merupakan anggota kepolisian.
Dugaan Korban Perundungan
Diberitakan sebelumnya, seorang siswa SMAN 72 berinisial Z menyebut terduga pelaku yang merupakan siswa diduga kerap mengalami tekanan mental dan sering menyendiri. Z mengatakan, dia mendengar kabar bahwa terduga pelaku pernah menjadi korban perundungan.
“Katanya dia selalu menyendiri, sering buat gambar-gambar atau foto-foto kayak tentang darah dan tembak-tembakan gitu,” ujar Z.
Terduga pelaku ditemukan tergeletak di belakang sekolah pasca ledakan, dengan benda yang diduga bom rakitan berada di dekatnya.
54 Orang Terluka Akibat Ledakan
Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri mengatakan, 54 orang terluka imbas ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading. Menurut dia, saat ini para korban telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
"Data awal ada sekitar 54 orang (korban ledakan SMAN 72 Kelapa Gading," ujar Asep di RS Islam Cempaka Putih, Jumat .
Asep memastikan tidak ada korban jiwa akibat ledakan ini. Saat ini para korban sudah mendapat perawatan di RS Islam Cempaka Putih dan RS Yarsi.