
Inisiatif Sederhana untuk Menjaga Kebersihan Lingkungan
Di tengah keterbatasan armada pengangkut sampah, Pjs Ketua RT 05/RW 09 Kelurahan Batua, Kecamatan Manggala, Makassar, Syamsurya, mengambil langkah cepat dan inovatif. Ia memulai gerakan kantong sampah bagi seluruh warga agar sampah tidak menumpuk dan menimbulkan bau tak sedap.
Mobil pengangkut sampah di wilayahnya hanya datang sekali dalam seminggu. Hal ini terjadi karena Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sedang dalam proses perbaikan. Akibatnya, sampah rumah tangga beberapa kali menumpuk dan berpotensi berserakan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Daripada sampah berserakan dan baunya ke mana-mana, saya sediakan kantong sampah untuk warga,” ujar Syamsurya. Setiap hari, ia turun langsung memantau lingkungan. Bila melihat tumpukan sampah, ia meminta warga mengemasnya ke kantong agar lebih rapi dan mudah diangkut saat petugas datang. Cara sederhana itu membuat lingkungan tetap bersih meski armada tidak rutin melintas.
Selain kantong sampah, Syamsurya bersama warga juga rutin melakukan kerja bakti sekali sepekan. Saat ada keluhan warga, khususnya soal genangan air atau drainase yang tersumbat, ia segera bergerak. “Kemarin ada warga mengeluh, jadi kita langsung perbaiki drainasenya. Alhamdulillah wilayah kami aman dan bebas banjir,” jelasnya.
Partisipasi Aktif dalam Urban Farming
Selain menghadapi masalah sampah, RT 05/RW 09 juga dikenal aktif dalam urban farming. Sejumlah tanaman sayur ditanam di pekarangan dan lorong, seperti sawi, cabai, dan berbagai tanaman dapur. Proyek ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya lingkungan hijau.
Wilayah ini memiliki penduduk sekitar 300 jiwa dari 80 kepala keluarga. Banyak di antaranya merupakan mahasiswa, PNS, TNI, dan pekerja swasta yang tinggal di kontrakan maupun kos. Meskipun heterogen, wilayah ini tergolong aman. Setiap malam warga menjaga pos kamling dan tetap menjaga silaturahmi.
“Alhamdulillah, lingkungan kami bebas konflik. Yang penting kita saling jaga, saling peduli,” tegas Syamsurya. Menurutnya, menjaga lingkungan bukan hanya tugas petugas kebersihan, tetapi juga kesadaran bersama.
Kesadaran Bersama untuk Lingkungan yang Lebih Baik
Ia berharap langkah kecil seperti kantong sampah bisa menjadi kebiasaan positif di masyarakat. “Butuh kesadaran bersama. Pemerintah sudah bekerja, kita warga juga harus ikut bantu,” tutupnya.
Profil Singkat Syamsurya
- Tempat/tanggal lahir: 09 September 1966
- Alamat: Jl. Bontobila 13, No. 16, Kelurahan Batua, Manggala
- Pendidikan terakhir: SMA
- Pekerjaan: Ibu Rumah Tangga
- Aktivitas: Pjs Ketua RT 05/RW 09 Kelurahan Batua
- Nama suami: Syamsuddin
- Jumlah anak: 5 orang
- Luas wilayah RT: 500 meter persegi
- Jumlah penduduk: 300 jiwa
- Jumlah kepala keluarga: 80 KK