Ketua RT Buka Suara Soal FN, Terduga Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta

admin.aiotrade 08 Nov 2025 3 menit 17x dilihat
Ketua RT Buka Suara Soal FN, Terduga Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta

Latar Belakang Siswa yang Diduga Terlibat dalam Ledakan di Sekolah

Siswa kelas XII SMAN 72 Jakarta, FN, yang diduga menjadi pelaku ledakan di sekolahnya, dikenal oleh warga sekitar sebagai anak yang tertutup dan jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Ketua RT setempat mengungkapkan bahwa FN tinggal bersama orang tuanya di sebuah rumah di kawasan Jakarta Utara, yang juga digunakan sebagai tempat usaha kuliner keluarga.

Meskipun sudah lama tinggal di lingkungan tersebut, FN disebut hampir tidak pernah terlihat bergaul dengan warga sekitar. “Anaknya sendiri jarang keluar. Tidak pernah bersosialisasi dengan anak-anak sekitar, bahkan sama orang rumahnya juga jarang terlihat berinteraksi,” ujar Ketua RT saat ditemui di lokasi, Jumat (7/11/2025) malam.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

FN sudah tinggal di rumah itu sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Pada masa SD dan SMP, ia masih terlihat bergaul dengan teman-temannya. Namun, perubahan perilaku mulai terlihat saat ia masuk ke jenjang SMA. “Waktu SD dan SMP masih sering main sama teman. Tapi sejak SMA, dia jadi lebih tertutup dan jarang terlihat,” tambahnya.

Penemuan Paket Berisi Serbuk di Rumah Pelaku

Tim gabungan dari Densus 88 Antiteror dan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri melakukan penggeledahan di sebuah rumah di kawasan Jakarta Utara, Jumat (7/11/2025) malam. Rumah tersebut diketahui milik FN, siswa aktif kelas XII SMAN 72 Jakarta, yang diduga menjadi pelaku ledakan di lingkungan sekolahnya pada siang hari sebelumnya.

Dari pantauan di lokasi, petugas terlihat keluar-masuk rumah sambil membawa sejumlah bungkusan cokelat berisi barang bukti. Salah satu bungkusan tertulis paket berisi serbuk yang diduga terkait dengan bahan peledak yang digunakan dalam insiden di sekolah. Beberapa bungkusan lain juga diamankan untuk diperiksa lebih lanjut oleh tim forensik.

Selama proses penggeledahan, garis polisi telah dipasang di sekitar rumah FN yang juga diketahui berfungsi sebagai tempat usaha kuliner. Warga sekitar terlihat memadati area luar garis pembatas untuk menyaksikan jalannya penyisiran yang berlangsung hingga malam hari. Sekitar pukul 21.30 WIB, petugas masih melakukan pemeriksaan mendalam di bagian dalam rumah tersebut.

Kronologi Kejadian Ledakan di SMAN 72 Jakarta

Sebelumnya, tiga ledakan mengguncang SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat (7/11/2025) siang saat salat Jumat tengah berlangsung. Ledakan terjadi berturut-turut di musala sekolah, kantin, dan area tempat duduk siswa.

Menurut saksi berinisial ZA, pelaku yang diduga FN dikenal sebagai siswa tertutup dan kerap menjadi korban perundungan (bullying) di sekolah. “Dia sering menyendiri dan jarang bergaul. Katanya dia ingin balas dendam ke pembully sampai merakit bom sendiri,” ungkap ZA.

FN disebut sempat terlihat di area belakang sekolah meskipun kelas XII sedang libur. Saksi juga menyebut pelaku sempat membawa senjata api mainan dengan beberapa tulisan di bodinya.

Insiden ledakan menyebabkan sedikitnya 54 orang luka-luka, terdiri dari siswa dan staf sekolah. Beberapa korban mengalami luka bakar dan luka ringan. Evakuasi dilakukan menggunakan ambulans menuju sejumlah rumah sakit terdekat.

Salah satu saksi, Arman, siswa kelas XII, mengatakan ledakan disertai bau menyengat seperti bahan kimia. “Pas ledakan, langsung bau petasan dan bahan kimia. Semua panik, siswa dan guru berhamburan keluar dari masjid,” ujarnya.

Setelah kejadian, area sekolah langsung dipasangi garis polisi. Tim Gegana Korps Brimob Polri, Inafis, dan TNI turut melakukan penyisiran guna memastikan tidak ada bahan peledak lain di sekitar lokasi. Hingga kini, sekolah masih dijaga ketat oleh aparat gabungan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan