Kegiatan Retret untuk Ketua RT dan RW di Kota Bogor
Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) di Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, ternyata juga mengikuti kegiatan retret sebelum menjabat. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pembekalan kepemimpinan yang serupa dengan yang pernah dilakukan oleh para menteri Presiden Prabowo.
Retret tersebut diadakan di Landasan Udara Atang Sendjaja Bogor (ATS), pada Sabtu (25/10/2025). Para peserta hanya menghabiskan satu hari penuh bersama para prajurit TNI Angkatan Udara. Dalam kegiatan ini, mereka mendapatkan berbagai materi seperti pembekalan kepemimpinan diri, teknis pemantauan wilayah, hingga penanaman nilai-nilai bela negara.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, hadir langsung dalam acara tersebut. Ia turut serta menutup kegiatan retret dan menyerahkan surat keputusan (SK) bagi seluruh RW dan RT. Menurutnya, konsep kegiatan ini adalah yang pertama kali dilakukan di Kota Bogor.
“Ini kali pertama pelantikan RT dan RW dilakukan secara serentak dan digelar di Lanud ATS. Berbagai macam materi sudah disampaikan, pengalaman baru juga didapat, dan yang terpenting adalah bapak-ibu bisa saling mengenal satu sama lain,” ujar Jenal Mutaqin.
Pesan Wakil Wali Kota Bogor
Jenal Mutaqin menyampaikan bahwa RT dan RW merupakan pasukan yang membantu wali kota dan wakil wali kota dalam menjalankan program-program pemerintah. Mereka dianggap sebagai pejabat dengan posisi paling strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat di tingkat bawah.
“Bapak-ibu lah yang harus memiliki mental baja ketika ada permasalahan di wilayah yang harus diselesaikan dan dituntaskan,” tegasnya.
Ia berharap, para RT dan RW yang sudah dilantik dan mendapatkan pembekalan dapat terus bekerja sama dan berdedikasi untuk Kota Bogor. Mereka diharapkan bisa tampil di masyarakat ketika timbul permasalahan, seperti kasus warga yang tidak bisa sekolah maupun isu sosial lainnya di lapangan.
“Bahwa kehendak bapak-ibu menjadi RW dan RT adalah pilihan tanpa paksaan. Lima tahun ke depan, semoga Kedung Waringin menjadi kelurahan terbaik yang memperjuangkan hak-hak dasar masyarakat,” tambah Jenal Mutaqin.
Peran RT dan RW dalam Pemerintahan
Jenal Mutaqin menegaskan bahwa RT dan RW adalah kepanjangan tangan wali kota dan wakil wali kota. Di tengah dinamika yang terjadi di Kota Bogor, RT dan RW harus mampu menjadi garda terdepan di tengah masyarakat.
“Dengan pola pendidikan seperti ini, penguatan kelembagaan dan pemahaman tugas diharapkan dapat membangun chemistry antarpengurus, sehingga tercipta satu suara, Kedung Waringin, Tanah Sareal, dan Kota Bogor,” tutupnya.
Di lokasi yang sama, Lurah Kedung Waringin, Kurniawati Arik Purwani, menjelaskan bahwa pembekalan ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi antarpengurus RT dan RW. Tujuan utamanya adalah menyamakan langkah RT dan RW dengan program Pemerintah Kota Bogor, terutama program prioritas hingga masa jabatan berjalan sampai 2030 mendatang.
