Ketua Saniri Negeri Rumah Tiga Buka Suara Soal Pasang Sasi di Gedung Supermarket Dian Pertiwi Ambon

admin.aiotrade 26 Okt 2025 2 menit 15x dilihat
Ketua Saniri Negeri Rumah Tiga Buka Suara Soal Pasang Sasi di Gedung Supermarket Dian Pertiwi Ambon
Ketua Saniri Negeri Rumah Tiga Buka Suara Soal Pasang Sasi di Gedung Supermarket Dian Pertiwi Ambon

Peristiwa Pemasangan SASI di Supermarket Dian Pertiwi

Aktivitas di Supermarket Dian Pertiwi yang berada di Desa Poka, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, masih terhenti hingga kini Minggu (26/10/2025). Hal ini terjadi setelah masyarakat adat Negeri Rimahtiga memasang tanda larangan adat (SASI) di pintu masuk supermarket tersebut pada Sabtu (25/10/2025).

Peristiwa ini menjadi perhatian publik karena buntut dari tidak ditanggapi somasi yang dilayangkan kepada pihak Dian Pertiwi. Somasi tersebut menyoroti lahan tempat bangunan supermarket berdiri, yang diklaim oleh Willem Hatulesila dari Matarumah Hatulesila.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Ketua Saniri Negeri Rumah Tiga, Erhard Hatulesila, menjelaskan bahwa SASI bisa dibuka jika pihak supermarket melakukan koordinasi dengan masyarakat setempat, terutama dengan Matarumah Hatulesila. Ia menegaskan bahwa SASI akan tetap berlangsung hingga pihak Dian Pertiwi mendekati keluarga untuk membicarakan solusi terbaik.

SASI ini akan berlangsung sampai dengan dari Dian Pertiwi mendekati keluarga membicarakan solusi yang terbaik. Kalau mereka datang dan membicarakan dengan baik-baik dengan kami dan mengaturnya, dan sama-sama dengan kami cari solusinya, maka kami akan melepaskannya, ujarnya.

Jika tidak ada upaya koordinasi, SASI yang dipasang oleh Ketua Saniri akan terus berlanjut. Dirinya berharap agar semua pihak, baik pemerintah maupun swasta, menghormati tanah-tanah adat di Maluku. Pihak yang berwajib pun diminta untuk mentaati prosesi adat yang sedang berlangsung.

Sasi ini untuk mengingatkan kepada mereka bahwa di Maluku dan di Ambon, adalah tanah Adat. Oleh karena itu, baik itu pemerintah maupun swasta, harus menghormati masyarakat adat dan tanah-tanah adat yang mereka duduki, pintanya.

Karyawan Dian Pertiwi yang ditemui di lokasi enggan berkomentar terkait pemasangan SASI adat tersebut. Aiotrade akan terus berupaya mendapatkan konfirmasi dari pihak Dian Pertiwi untuk keberimbangan berita (cover both side).

Prosesi Pemasangan SASI yang Berlangsung Aman

Diberitakan sebelumnya, rombongan masyarakat adat Negeri Rumahtiga tiba sekitar 17.00 WIT di pelataran supermarket Dian Pertiwi. Rombongan datang dengan mengenakan pakaian serba hitam dan ikat kepala merah. Berjalan tanpa alas kaki, membawa kelengkapan SASI, berupa daun kelapa, buah pinang, siri, dan kain merah yang diletakkan di atas piring.

Setibanya, sejumlah tetua adat langsung memasang sasi tepat di pintu masuk supermarket dan juga toko buku. Prosesi berlangsung aman dengan pengawalan ketat aparat keamanan. Aksi itu juga menjadi tontonan warga.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan