
Pesan dan Refleksi Ketua Umum AKPERSI dalam Memperingati Hari Pahlawan Nasional
Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional, pada Senin 10 November 2025, Ketua Umum Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI), Rino Triyono, S.Kom., S.H., C.IJ., C.BJ., C.EJ., C.F.L.E., memberikan pesan motivasi dan refleksi perjuangan kepada seluruh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) serta Dewan Pimpinan Cabang (DPC) AKPERSI di seluruh Indonesia.
Rino mengajak seluruh anggota AKPERSI untuk menundukkan kepala dan mendoakan para pahlawan bangsa yang telah gugur demi memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia. “Mari kita kenang jasa para pahlawan yang telah rela berkorban demi kemerdekaan bangsa ini. Doa kita adalah bentuk penghormatan dan wujud rasa syukur atas perjuangan mereka,” ujarnya.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Saat berada di Jakarta, ia menegaskan bahwa semangat perjuangan para pahlawan harus terus hidup dalam diri setiap anggota AKPERSI, terutama dalam menjaga nilai-nilai nasionalisme dan tanggung jawab sosial sebagai insan pers.
“Kita, khususnya anggota AKPERSI, harus melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan menumbuhkan jiwa nasionalisme terhadap bangsa Indonesia yang kita cintai. Saat ini, perjuangan kita tidak lagi mengangkat senjata, tetapi menegakkan kebebasan pers, memperjuangkan kebenaran, dan membantu masyarakat yang terzhalimi,” tegasnya.
Dalam pesannya, ia juga menyoroti pentingnya peran jurnalis dalam menjaga demokrasi. Pers adalah pilar keempat demokrasi, dan kebebasan pers harus tetap diperjuangkan dari segala bentuk tekanan maupun upaya pembungkaman oleh pihak-pihak yang ingin menutupi kejahatan atau kesewenang-wenangan terhadap rakyat.
“Kita masih terus berjuang agar pers tetap bebas mengungkap kebenaran. Jangan sampai kejahatan dan ketidakadilan dibiarkan karena pers dibungkam. Kebebasan pers adalah ruh dari demokrasi.”
Rino Triyono pun mengingatkan seluruh anggota AKPERSI di seluruh Indonesia untuk senantiasa menjaga integritas, kompetensi, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik.
“Tetaplah menjadi jurnalis yang berkompeten, berintegritas, dan profesional. Jika suatu saat integritas wartawan bisa diganti dengan rupiah, maka hancurlah Indonesia,” pungkasnya dengan tegas.
Melalui momentum Hari Pahlawan ini, AKPERSI meneguhkan kembali komitmennya untuk membangun pers yang bermartabat, menjadi garda terdepan dalam mengawal kebenaran, serta menjaga marwah profesi jurnalistik di Indonesia.
Peran Jurnalis dalam Membangun Demokrasi
Peran jurnalis dalam demokrasi sangat penting, karena mereka bertindak sebagai penjaga kebenaran dan pengawas kekuasaan. Berikut beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan oleh jurnalis:
-
Kebebasan Pers
Kebebasan pers merupakan salah satu pilar utama demokrasi. Jurnalis harus dapat bekerja tanpa tekanan atau ancaman dari pihak mana pun. Dengan kebebasan ini, mereka dapat mengungkap fakta-fakta yang penting bagi masyarakat. -
Integritas dan Profesionalisme
Jurnalis harus menjaga integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugasnya. Ini mencakup kejujuran dalam penyampaian informasi, serta penggunaan sumber yang andal dan dapat dipertanggungjawabkan. -
Mengedepankan Kepentingan Publik
Tujuan utama jurnalis adalah untuk memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Oleh karena itu, mereka harus bersikap netral, adil, dan tidak memihak. -
Menjaga Marwah Profesi
Jurnalis harus mempertahankan martabat dan reputasi profesi mereka. Hal ini melibatkan sikap etis, keterbukaan, dan tanggung jawab dalam menyampaikan berita.
Tantangan yang Dihadapi Jurnalis
Meskipun memiliki peran penting, jurnalis sering kali menghadapi tantangan berat. Beberapa antara lain:
-
Tekanan dari Pihak Luar
Ada kalanya jurnalis mendapat tekanan dari pihak tertentu yang ingin menutupi informasi atau kejahatan. Ini bisa berupa ancaman, pembatasan akses informasi, atau bahkan tindakan represif. -
Kurangnya Perlindungan Hukum
Di banyak daerah, jurnalis belum sepenuhnya dilindungi oleh hukum. Hal ini membuat mereka rentan terhadap ancaman dan tindakan yang tidak adil. -
Kurangnya Sumber Daya
Banyak jurnalis, terutama di daerah, menghadapi keterbatasan sumber daya seperti alat kerja, pelatihan, dan akses informasi. Ini bisa menghambat kemampuan mereka dalam menjalankan tugas.
Kesimpulan
Hari Pahlawan Nasional bukan hanya sekadar momen untuk merayakan perjuangan para pahlawan, tetapi juga menjadi waktu untuk merefleksikan peran dan tanggung jawab kita sebagai warga negara. Bagi jurnalis, ini menjadi kesempatan untuk kembali mengingatkan diri tentang pentingnya kebebasan pers, integritas, dan tanggung jawab sosial. Dengan semangat perjuangan para pahlawan, jurnalis dapat terus berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih adil dan demokratis.