
JAKARTA, aiotrade
Beberapa tokoh penting seperti Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Menteri Agama Nasaruddin Umar, serta Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memberikan respons terkait penganugerahan gelar pahlawan nasional oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Jakarta, Senin (10/11/2025).
Khofifah menyampaikan bahwa nama Marsinah telah lama diajukan untuk mendapatkan gelar tersebut. Ia menjelaskan bahwa usulan ini sudah dilakukan sejak tahun 2022, meskipun masih ada beberapa kelengkapan yang perlu dipenuhi.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Sebetulnya, Marsinah itu dari tahun 2022 sudah pernah diajukan, cuma kelengkapannya memang masih sangat minim," ujar Khofifah saat diwawancarai di kompleks istana.
Di sisi lain, Zulkifli Hasan menilai bahwa pemberian gelar pahlawan kepada mantan presiden merupakan langkah yang tepat. Menurutnya, mereka memiliki jasa yang besar bagi negara.
Sebagai informasi, Presiden Prabowo memberikan anugerah gelar pahlawan nasional kepada sepuluh tokoh pada tahun 2025. Dalam daftar penerima gelar tersebut, terdapat nama-nama seperti Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Soeharto, Marsinah, dan tujuh tokoh lainnya.
Berikut adalah daftar lengkap penerima gelar pahlawan nasional 2025:
- Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
- Soeharto
- Marsinah
- Tokoh lainnya (nama belum dirujuk secara spesifik)
Penganugerahan ini menjadi momen penting dalam upaya mengapresiasi kontribusi para tokoh yang telah berjasa bagi bangsa Indonesia. Para penerima gelar pahlawan nasional diharapkan dapat menjadi teladan bagi generasi muda.
Selain itu, kebijakan pemberian gelar pahlawan nasional juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk merayakan nilai-nilai kebangsaan dan patriotisme.
Dalam konteks ini, banyak pihak berharap agar penghargaan ini tidak hanya menjadi formalitas, tetapi juga menjadi bentuk penghargaan yang nyata terhadap perjuangan dan dedikasi para tokoh tersebut.
Tidak hanya itu, penganugerahan ini juga diharapkan bisa memperkuat rasa cinta tanah air dan semangat kebersamaan di antara masyarakat.
Ketika diberikan gelar pahlawan nasional, setiap tokoh yang menerima akan memiliki tanggung jawab untuk terus berkontribusi positif bagi bangsa dan negara.
Dengan demikian, penganugerahan gelar pahlawan nasional tidak hanya sekadar penghargaan, tetapi juga sebagai bentuk pengingat akan pentingnya perjuangan dan pengorbanan yang telah dilakukan oleh para tokoh sebelumnya.