Khutbah Jumat 17 Oktober 2025: Kewajiban Suami yang Terlupakan kepada Istri

admin.aiotrade 17 Okt 2025 4 menit 14x dilihat
Khutbah Jumat 17 Oktober 2025: Kewajiban Suami yang Terlupakan kepada Istri
Khutbah Jumat 17 Oktober 2025: Kewajiban Suami yang Terlupakan kepada Istri

Naskah Khutbah Jumat: Kewajiban yang Sering Terlupakan Suami Terhadap Istri

Khutbah Jumat adalah bagian penting dalam pelaksanaan shalat sunnah Jumat setiap pekan. Dalam sebuah hadits, Rasulullah ๏ทบ bersabda:

โ€œSesungguhnya panjangnya sholat dan pendeknya khutbah seorang khatib adalah tanda kepahaman seseorang tentang agama. Oleh karena itu panjangkanlah sholat dan persingkatlah khutbah; sesungguhnya dalam penjelasan singkat ada daya tarik.โ€

AioTrade Autopilot
๐Ÿ”ฅ SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Dari sabda ini, kita bisa memahami bahwa khutbah harus disampaikan dengan jelas, ringkas, dan mudah dipahami agar pesan yang disampaikan dapat sampai kepada jemaah.

Dalam Islam, khutbah Jumat sering kali mengangkat berbagai topik, namun kali ini akan dibahas mengenai kewajiban suami terhadap istri, yang sering kali terlupakan.

Khutbah Pertama

ุงูŽู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ู‘ูฐู‡ู ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ุฌูŽุนูŽู„ูŽ ุงู„ุฒูŽู‘ูˆูŽุงุฌูŽ ุณูŽุจูŽุจู‹ุง ู„ูู„ุณูŽู‘ูƒููŠู†ูŽุฉู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽูˆูŽุฏูŽู‘ุฉู ูˆูŽุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูŽุฉูุŒ ูˆูŽุฃูŽู…ูŽุฑูŽ ุงู„ุฑูู‘ุฌูŽุงู„ูŽ ุจูุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู‡ู’ู„ููŠู‡ูู…ู’ ุจูุงู„ู’ุนูŽุฏู’ู„ู ูˆูŽุงู„ู’ุฅูุญู’ุณูŽุงู†ู.

Pada kesempatan yang mulia ini, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena hanya dengan takwa, hidup kita akan penuh makna, dan kematian kita akan berakhir dengan husnul khatimah.

Dalam kehidupan rumah tangga, suami bukan hanya sekadar kepala keluarga secara simbolik, tetapi pemimpin sejati yang bertanggung jawab atas kesejahteraan lahir dan batin keluarganya.

Namun sungguh ironis, di zaman modern ini banyak suami yang lupa, bahkan tidak tahu apa kewajibannya. Mereka merasa cukup hanya memberi nafkah uang, tanpa memberi perhatian, kasih sayang, dan bimbingan agama.

Padahal Islam menempatkan posisi suami sebagai qawwam, pemimpin dan pelindung keluarganya. Allah Subhanahu wa Taโ€˜ala berfirman dalam Al-Qurโ€™an:

โ€œKaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.โ€ (QS. An-Nisฤโ€™ [4]: 34)

Ayat ini bukan sekadar penegasan tentang kedudukan suami, tetapi juga tentang tanggung jawab besar yang harus ia emban.

Menjadi pemimpin berarti memberi arah, menuntun, melindungi, dan menafkahi, bukan memerintah dengan keras, bukan pula menelantarkan keluarga.

Rasulullah ๏ทบ adalah teladan terbaik dalam memperlakukan istri. Beliau tidak pernah meninggikan suara terhadap istrinya, tidak pernah memukul, dan selalu membantu pekerjaan rumah. Dalam sebuah hadis sahih disebutkan:

โ€œSebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah yang paling baik di antara kalian terhadap keluargaku.โ€ (HR. Tirmidzi)

Betapa lembut dan penuh kasih Nabi memperlakukan istri-istrinya. Beliau memanggil mereka dengan panggilan yang lembut, memberi waktu untuk bercanda, dan tidak segan membantu pekerjaan rumah. Inilah teladan bagi setiap suami muslim.

Tugas suami bukan hanya mencari nafkah, tetapi juga menjaga istrinya dari api neraka dengan mendidik dan menuntun dalam ketaatan. Allah Taโ€˜ala berfirman:

โ€œWahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.โ€ (QS. At-Tahrฤซm [66]: 6)

Mendidik istri dalam hal ibadah, akhlak, dan kesabaran adalah bentuk cinta yang sesungguhnya.

Bayangkan seorang suami pulang larut malam setiap hari, sibuk dengan dunia, tapi tak sempat menanyakan apakah istrinya shalat, apakah anaknya sudah mengaji. Lalu ia bangga karena mampu memberi nafkah melimpah. Padahal dalam pandangan Allah, ia gagal sebagai pemimpin.

Bandingkan dengan suami yang sederhana, walau penghasilannya pas-pasan, namun setiap malam membimbing istrinya shalat berjamaah, mengajak membaca Al-Qurโ€™an, dan berbagi doa. Itulah rumah tangga yang penuh rahmat dan keberkahan.

Suami juga wajib memperlakukan istrinya dengan maโ€™ruf โ€” cara yang baik, lembut, dan penuh kesabaran. Sebagaimana firman Allah:

โ€œDan pergaulilah mereka (istri-istri) dengan cara yang baik.โ€ (QS. An-Nisฤโ€™ [4]: 19)

Artinya, suami wajib menjaga tutur kata, tidak kasar, tidak menyinggung, dan selalu menghargai pendapat istrinya. Karena rumah tangga yang bahagia bukan dibangun dengan kekuasaan, tetapi dengan kelembutan dan saling pengertian.

Tanggung jawab suami tidak akan ditanya hanya di dunia, tetapi juga di hadapan Allah di akhirat kelak. Rasulullah ๏ทบ bersabda:

โ€œSetiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.โ€ (HR. Bukhari dan Muslim)

Maka wahai para suami, ingatlah!

Istri bukan beban, tetapi amanah. Ia bukan pembantu, tetapi sahabat hidup yang harus dijaga, dihargai, dan dipenuhi hak-haknya.

Oleh karena itu, mati kita jadikan rumah tangga sebagai ladang pahala, bukan tempat pertengkaran. Bimbing istri dengan ilmu, didik anak dengan kasih sayang, dan jadilah pemimpin yang bertanggung jawab di hadapan Allah.

Semoga, kita diberikan keluarga yang damai, sejahtera, bahagia dan selamat dunia akhirat. Amin ya Robbal Alamin.

Khutbah Kedua

ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุงุบู’ููุฑู’ ู„ูู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุงุชู ูˆูŽ ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู†ูŽ ูˆูŽ ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ูŽุงุชู ุงู„ู’ุฃูŽุญู’ูŠูŽุงุกู ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽ ุงู„ู’ุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงุชู ุฅูู†ูŽู‘ูƒูŽ ุณูŽู…ููŠุนูŒ ู‚ูŽุฑููŠุจูŒ ู…ูุญููŠุจู ุงู„ุฏูŽู‘ุนู’ูˆูŽุงุชู ูˆูŽ ู‚ูŽุงุถููŠ ุงู„ู’ุญูŽุงุฌูŽุงุชู.

Berikutnya, dilanjutkan dengan doa dan harapan untuk umat Muslim.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan