
Khutbah Jumat: Qanaah sebagai Bukti Orang Beriman
Hari Jumat merupakan hari yang istimewa bagi umat Muslim di seluruh dunia. Hari ini dikenal sebagai Sayyidul Ayyam atau Penghulu Hari, yang diyakini sebagai hari penuh keberkahan. Dalam hari ini, setiap Muslim yang baligh diwajibkan untuk melaksanakan salat Jumat, yang menjadi salah satu tanda perayaan hari raya kecil atau hari raya mingguan bagi umat Muslim.
Salat Jumat memiliki beberapa syarat yang harus dipenuhi, salah satunya adalah pelaksanaan khutbah. Khutbah merupakan bagian penting dari salat Jumat dan berisi pesan-pesan tentang ketaatan kepada Allah SWT. Dalam khutbah, khatib menyampaikan berbagai tema, namun kali ini akan dibahas salah satu tema yaitu Qanaah sebagai Bukti Orang Beriman.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pujian dan Syukur kepada Allah SWT
Pertama-tama, kita memanjatkan puji dan syukur kepada Allah SWT atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga kita bisa melaksanakan kewajiban ibadah Jumat. Untuk mewujudkan rasa syukur tersebut, marilah kita berusaha meningkatkan takwa kepada Allah dengan cara melaksanakan semua perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Takwa ini harus kita wujudkan dengan sebenar-benarnya takwa, sebagaimana firman Allah dalam Surah Ali Imran ayat 102:
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam."
Makna Qanaah dalam Kehidupan Muslim
Salah satu cara agar kita bisa hidup tenteram dan bahagia adalah memiliki sifat qanaah, yakni merasa puas atas pemberian yang sudah kita terima. Kepuasan itu ditunjukkan dengan rasa syukur serta menghindari kerakusan. Qanaah adalah cara untuk mengendalikan diri di tengah gemerlapnya dunia yang semakin menggiurkan.
Sebagai seorang Muslim, sifat ini harus kita miliki agar tidak terjerembab dalam kubangan kehidupan duniawi yang penuh tipu daya. Kebanyakan dari kita masih belum menyadari pentingnya qanaah. Terbukti masih rakus dalam memburu harta dan jabatan. Padahal, kita tahu bahwa harta pasti akan habis dan jabatan akan digantikan.
Alasan klasik selalu muncul: ingin hidup bahagia dengan semua itu. Namun karena tidak qanaah, kebahagiaan tidak pernah ditemukan. Qanaah adalah harta yang tidak akan habis dan simpanan yang tak akan lenyap.
Qanaah sebagai Bentuk Kepercayaan kepada Allah
Menurut pendapat Syaikh Zakaria al-Anshari, qanaah itu merasa cukup dengan apa yang sudah diterima dan memenuhi kepentingannya, baik berupa makanan, minuman, pakaian, atau lainnya. Dengan memiliki sifat qanaah, diri kita terhindar dari sifat-sifat buruk seperti serakah, hasud, dan sombong.
Kita menjadi lebih hati-hati dari barang subhat apalagi yang haram. Bahkan kita akan menjadi hamba yang pandai bersyukur. Rasulullah bersabda:
"Jadilah kamu orang yang wara' pasti kamu menjadi orang yang rajin beribadah, dan jadilah kamu orang yang qana'ah pastilah kamu menjadi orang yang banyak bersyukur." (HR Bukhari)
Namun demikian, jangan salah mengartikan qanaah dengan berpangku tangan atau berserah diri tanpa usaha. Manusia tidak dilarang mencari rezeki, bahkan Allah SWT memerintahkan manusia untuk berusaha. Karena usaha merupakan bagian dari ibadah. Usahalah yang menjadi modal perjuangan agama.
Tanpa hasil usaha, tidak akan ada masjid, tidak ada panti asuhan, tidak ada madrasah dan musholla. Hanya saja yang perlu disadari, bahwa dunia usaha bagaikan hutan belantara. Apabila kita tidak berhati-hati, bisa-bisa diterkam binatang buas atau tersesat di dalamnya.
Qanaah sebagai Keyakinan kepada Allah
Jelaslah bahwa qanaah bukan berpangku tangan, justru sebaliknya qanaah adalah keyakinan penuh kepada Allah Yang Maha Kuasa mengatasi segala keperluan manusia dan menentukan yang bagi hamba-Nya. Jika ternyata ketentuan itu tidak sesuai harapan, maka bersabarlah, itu pertanda Allah sedang menguji kesabaran kita.
Kita tidak boleh berhenti berusaha, namun tetap berusaha sekuat tenaga, selama nyawa masih dikandung badan. Dengan memiliki sifat qanaah, kita tidak pernah takut dan gentar. Apapun kondisinya, kita akan tetap sabar dan penuh keyakinan, karena yakin akan janji Allah SWT dalam Surat Hud ayat 6: "Tiada sesuatu yang melata di bumi ini, melainkan di tangan Allah rezekinya."
Kesimpulan
Rasulullah saw berpesan kepada Hakim bin Hizam: "Harta memang indah dan manis, barang siapa mengambilnya dengan lapang dada maka dia mendapatkan berkah. Sebaliknya, barangsiapa menerimanya dengan kerakusan, maka harta itu tidak akan memberikan berkah kepadanya. Layaknya orang makan yang tak pernah kenyang."
Demikianlah khutbah Jumat kali ini. Semoga dapat menjadi pertimbangan dalam mengarungi kehidupan kita sehari-hari yang semakin terasa penuh sesak dengan berbagai persaingan dan tuntutan. Semoga kita termasuk Muslim yang cerdas, Muslim yang dapat mengendalikan diri dan nafsunya dalam menghadapi dunia.