Kiamat Pasar Crypto: Perang Dagang AS-China Picu Kekacauan, Bitcoin Anjlok, Likuidasi Rp 155 T

admin.aiotrade 11 Okt 2025 3 menit 17x dilihat
Kiamat Pasar Crypto: Perang Dagang AS-China Picu Kekacauan, Bitcoin Anjlok, Likuidasi Rp 155 T

Pasar Kripto Mengalami 'Sabtu Kelabu' Akibat Kepanikan Global

Pasar kripto mengalami penurunan yang sangat tajam pada hari Sabtu, 11 Oktober 2025. Kepanikan ekstrem melanda para investor di seluruh dunia, terutama setelah harga Bitcoin (BTC) anjlok secara drastis dalam hitungan jam. Hal ini menyebabkan seluruh pasar altcoin terperangkap dalam zona merah yang dalam. Indeks Ketakutan dan Keserakahan (Fear & Greed Index) juga turun ke level 'Extreme Fear', menunjukkan tingkat ketakutan yang sangat tinggi di kalangan investor.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Peristiwa ini disebut sebagai 'flash crash', yang memicu likuidasi massal di pasar derivatif dengan nilai mencapai lebih dari $10 miliar US Dolar (sekitar Rp 155 triliun). Banyak posisi trader 'long' langsung hangus dalam sekejap.

Pemicu Utama: Eskalasi Perang Dagang AS dan Tiongkok

Kepanikan pasar dipicu oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengkritik langkah Tiongkok. Dalam pengumumannya, Trump menyatakan bahwa China berencana memberlakukan kontrol ekspor menyeluruh terhadap hampir semua produknya, terutama bahan tambang mentah seperti rare earth, mulai 1 November 2025.

Tindakan China yang dianggap agresif ini langsung direspons oleh Trump dengan ancaman akan memberlakukan tarif balasan sebesar 100% untuk semua barang dari Tiongkok. Pernyataan Trump dalam pernyataannya menyebutkan, "Mustahil percaya Tiongkok akan mengambil tindakan seperti ini, tetapi mereka telah melakukannya dan sisanya adalah sejarah."

Ancaman perang dagang antara dua negara besar ini membuat para investor panik dan bergegas meninggalkan aset-aset berisiko, termasuk saham dan pasar kripto.

Harga Bitcoin Anjlok, Altcoin Terpuruk

Dampak dari sentimen negatif ini terasa sangat dahsyat di pasar kripto:

  • Harga BTC USD: Harga Bitcoin mengalami penurunan parah, bahkan sempat menyentuh level terendah yang berbeda-beda di setiap bursa, mulai dari $109.000, $106.000, hingga $102.000 di Binance.
  • Altcoin: Mengalami pendarahan yang lebih parah. Banyak altcoin besar anjlok antara 25% hingga 40% dalam beberapa jam saja.
  • Bitcoin Dominance: Indikator ini meroket hingga 19%, menunjukkan bahwa investor berbondong-bondong menjual altcoin mereka untuk lari ke Bitcoin, meskipun harga Bitcoin sendiri sedang turun.

Analisis Teknikal: Di Ujung Tanduk Menuju Bear Market?

Meskipun terjadi kepanikan, beberapa analis melihat sisi teknikal yang menarik. Penurunan tajam ini berhasil menutup 'CME Gap' yang lama terbuka di kisaran level $109.000, sebuah level yang memang diperkirakan akan disentuh suatu saat nanti.

Namun, kondisi saat ini berada di ujung tanduk. Para analis memperingatkan bahwa posisi penutupan candle mingguan (Weekly Close) pada hari Senin pagi akan menjadi penentu krusial:

  • Skenario Buruk (Bearish): Jika Bitcoin gagal pulih dan ditutup di bawah level $112.000, ini akan membentuk pola 'Bearish Engulfing' yang sangat negatif dan berpotensi menjadi konfirmasi awal dimulainya fase bear market.
  • Skenario Harapan (Bullish): Jika harga mampu bangkit dan ditutup di atas $119.000, ada harapan bahwa kejatuhan ini hanyalah flash crash untuk mengambil likuiditas, dan tren naik masih bisa berlanjut.

Para ahli menyarankan agar investor tidak ikut panik menjual di harga rendah saat ini. Lebih bijak untuk menunggu pasar tenang dan melihat apakah akan terjadi reli pemulihan (retracement) dalam beberapa hari ke depan, yang bisa menjadi kesempatan untuk keluar dari pasar dengan kerugian yang lebih minim jika skenario terburuk terjadi.

Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Semua keputusan jual, beli, dan investasi aset kripto adalah tanggung jawab penuh pembaca.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan