Kinerja Industri Tidak Stabil, Prospek Emiten Otomotif Diperkirakan Rendah

admin.aiotrade 15 Des 2025 3 menit 13x dilihat
Kinerja Industri Tidak Stabil, Prospek Emiten Otomotif Diperkirakan Rendah

Kinerja Industri Otomotif yang Mengalami Pelemahan

Pada November 2025, kinerja industri otomotif di Indonesia masih menunjukkan penurunan. Data yang dirilis menunjukkan bahwa penjualan mobil nasional mencapai 710.084 unit, turun sebesar 9,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 785.917 unit. Hal ini menjadi indikasi bahwa permintaan pasar terhadap kendaraan bermotor mengalami penurunan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Penyesuaian Target oleh Gaikindo

Dalam menghadapi situasi ini, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) melakukan penyesuaian target penjualan mobil nasional. Awalnya, target penjualan ditempatkan pada kisaran 850.000 hingga 900.000 unit hingga akhir tahun 2025. Namun, setelah melihat realisasi yang turun, target tersebut direvisi menjadi 780.000 unit.

Prospek Saham Emitter Otomotif dan Komponen

Meskipun kinerja industri otomotif sedang melemah, prospek saham emiten otomotif dan komponen tetap menjadi perhatian. Analis Fundamental BRI Danareksa Sekuritas, Abida Massi Armand, menyatakan bahwa prospek emiten otomotif hingga akhir 2025 cenderung moderat. Hal ini dipengaruhi oleh tingginya suku bunga Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) yang memengaruhi daya beli konsumen.

Di tengah tantangan ini, beberapa saham seperti PT Astra International Tbk (ASII), PT Astra Otoparts Tbk (AUTO), dan PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) dianggap memiliki potensi. ASII dinilai sebagai pilihan defensive play karena portofolio bisnis yang terdiversifikasi. Sementara itu, AUTO dan DRMA diuntungkan secara struktural dari stabilitas pasar aftermarket dan transisi ke kendaraan listrik (EV).

Pandangan dari Analis Lain

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan, menilai kinerja emiten otomotif akan tetap berada di bawah tekanan hingga akhir 2025, terutama dari sisi volume penjualan dan marjin. Namun, ia melihat prospek sektor otomotif akan membaik secara bertahap pada tahun 2026. Perbaikan ini didukung oleh potensi penurunan suku bunga, pemulihan daya beli, serta akselerasi transisi ke kendaraan listrik.

David menyarankan investor untuk mempertimbangkan saham ASII dan AUTO. ASII memiliki ekosistem otomotif yang lengkap, dengan kontribusi laba dari segmen non-otomotif seperti alat berat dan jasa keuangan. Sementara itu, AUTO diuntungkan oleh segmen aftermarket dan suku cadang yang lebih stabil.

Perspektif dari Analis Lain

Abida menilai bahwa prospek emiten otomotif pada tahun 2026 akan lebih positif, didukung oleh ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter dan mandat TKDN mobil listrik sebesar 40%. Ini menjadi katalis struktural yang menguntungkan emiten komponen domestik.

Retail Research Analyst Sinarmas Sekuritas Cindy Alicia Ramadhania berpendapat bahwa industri otomotif pada tahun 2025 belum berjalan optimal. Penurunan daya beli konsumen atau pilihan alternatif seperti pembelian mobil bekas bisa menjadi penyebabnya.

Kebutuhan Insentif untuk Mendorong Penjualan

Abida menilai insentif fiskal yang paling mendesak adalah pengaktifan kembali insentif PPNBM DTP. Selain itu, pemerintah perlu menyeimbangkan struktur pajak untuk mendukung kendaraan Hybrid Electric Vehicle (HEV). Stimulus lain seperti insentif pembiayaan, subsidi bunga kredit, atau skema uang muka rendah juga dinilai penting.

Rekomendasi Saham

Abida merekomendasikan buy saham ASII dengan target harga Rp 7.450 per saham. David menyarankan buy on weakness saham ASII dan akumulasi beli saham AUTO. Cindy mengusulkan speculative buy saham ASII di target harga Rp 6.900 per saham.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan