Kinerja Jasa Marga Naik Pesat Saat Nataru, Ini Rekomendasi Sahamnya

admin.aiotrade 10 Des 2025 3 menit 16x dilihat
Kinerja Jasa Marga Naik Pesat Saat Nataru, Ini Rekomendasi Sahamnya


PT Jasa Marga Tbk (JSMR) diharapkan menunjukkan kinerja yang lebih baik pada akhir tahun 2025, terutama karena adanya sentimen liburan Natal dan Tahun Baru 2026. Pemerintah bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) telah merencanakan pemberian diskon tarif tol sebesar 10 hingga 20 persen selama periode tersebut. Kebijakan ini akan berlaku di 26 ruas jalan tol, termasuk jaringan Jalan Tol Trans Jawa dan Jalan Tol Trans Sumatera.

Senior Investment Analyst dari Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta menyatakan bahwa meskipun ada diskon tarif tol, pendapatan JSMR di kuartal IV 2025 masih bisa meningkat. Hal ini karena volume lalu lintas kendaraan diprediksi tetap meningkat selama masa liburan natal dan tahun baru.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Analis Kanaka Hita Solvera Andhika Cipta Labora mengungkapkan bahwa kinerja JSMR di kuartal III 2025 berpeluang meningkat. Faktor musiman seperti liburan Natal dan liburan anak sekolah diperkirakan meningkatkan mobilitas masyarakat. Ia menjelaskan bahwa dampak dari diskon tol tidak akan terlalu signifikan, karena jumlah kendaraan yang melintasi jalan tol akan meningkat.

Prospek dan Rekomendasi

Kinerja JSMR pada kuartal III 2025 sebenarnya masih tertekan. Sampai dengan 30 September 2025, laba perusahaan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih mencapai Rp 2,72 triliun. Angka ini turun 17,32% secara tahunan dari Rp 3,3 triliun pada kuartal III 2024.

Pendapatan JSMR juga mengalami penurunan menjadi Rp 21,08 triliun pada kuartal III 2025, turun 5,3% dibandingkan Rp 22,45 triliun pada kuartal III 2024.

Nafan menyatakan bahwa kinerja JSMR pada tahun 2026 kemungkinan tidak jauh berbeda dengan tahun ini. Namun, jika ada katalis positif seperti peningkatan pembelian mobil, maka kinerja perusahaan bisa meningkat. “Jika penjualan mobil tidak meningkat, ini bisa menjadi tantangan bagi JSMR,” ujarnya.

Andhika melihat bahwa kinerja JSMR di tahun 2026 kemungkinan akan membaik, terutama pada semester pertama yang memiliki banyak hari libur nasional. Selain itu, suku bunga Bank Indonesia (BI) yang sudah turun banyak pada tahun ini dan potensi berlanjut hingga 2026 bisa menjadi katalis positif untuk JSMR. “Ini akan menurunkan beban bunga emiten dan meningkatkan kinerja JSMR,” tambahnya.

Saham JSMR telah turun 21,48% sejak awal tahun alias year to date (YTD) ke Rp 3.400 per saham. Price to earning (PER) JSMR sebesar 6,78x dan price to book value (PBV) 0,69x. Nafan menilai valuasi saham JSMR masih murah dengan target harga di bawah Rp 4.000 per saham. Dia merekomendasikan strategi accumulative buy untuk JSMR dengan target harga Rp 3.920 per saham.

Sementara itu, Andhika menyatakan bahwa meskipun valuasinya murah, saham JSMR secara teknikal sedang dalam fase downtrend. Oleh karena itu, rekomendasi buy on support di Rp 3.200 per saham disematkan dengan target harga antara Rp 3.600 hingga Rp 3.700 per saham.

Praktisi pasar modal sekaligus Founder WH-Project, William Hartanto melihat bahwa JSMR bergerak dalam tren melemah, dengan level support di Rp 3.350 per saham dan resistance Rp 3.440 per saham. Indikator MACD masih membentuk bearish divergence, yang mengindikasikan bahwa saham JSMR belum mencapai kondisi jenuh jual. “Untuk situasi seperti ini, rekomendasi yang tepat adalah wait and see,” ujarnya.

Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana melihat pergerakan saham JSMR di level support Rp 3.350 per saham dan Rp 3.470 per saham. Herditya pun merekomendasikan strategi wait and see untuk JSMR.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan