Kinerja Keuangan Menggembirakan, Laba BTN Capai Rp2,3 Triliun

admin.aiotrade 24 Okt 2025 4 menit 14x dilihat
Kinerja Keuangan Menggembirakan, Laba BTN Capai Rp2,3 Triliun
Kinerja Keuangan Menggembirakan, Laba BTN Capai Rp2,3 Triliun

Kinerja BTN Tumbuh Positif di Tengah Transformasi Bisnis

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) berhasil mencatatkan kinerja yang mengesankan selama periode Januari-September 2025. Berbagai indikator kinerja seperti laba bersih, penyaluran kredit, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK), dan aset menunjukkan peningkatan yang signifikan. Hal ini membuktikan bahwa transformasi yang dilakukan BTN telah memberikan dampak positif terhadap bisnis perseroan.

Laba Bersih Meningkat 10,6% YoY

Pada kuartal III-2025, BTN mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,3 triliun, meningkat sebesar 10,6% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,08 triliun. Peningkatan ini didorong oleh kenaikan pendapatan bunga kredit sebesar 18,8% yoy menjadi Rp26,57 triliun hingga akhir September 2025. Meskipun beban bunga juga naik sebesar 2,5% yoy menjadi Rp13,81 triliun, BTN berhasil menjaga stabilitasnya melalui upaya pengumpulan DPK berbiaya murah.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Hasil dari upaya tersebut adalah peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar 43,5% yoy menjadi Rp12,76 triliun per akhir kuartal III-2025. Selain itu, margin bunga bersih (net interest margin/NIM) meningkat 101 basis poin (bps) menjadi 3,9%, dari 2,9% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Efisiensi Menurunkan Cost-to-Income Ratio

Efisiensi operasional yang dilakukan BTN juga berdampak positif pada rasio biaya terhadap pendapatan (cost-to-income ratio/CIR). Hingga kuartal III-2025, CIR BTN turun ke level 47,8%, dari 59,9% pada periode yang sama tahun lalu. Penurunan ini menunjukkan bahwa perseroan mampu mengelola biaya dengan lebih baik, sehingga meningkatkan efisiensi operasional.

Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga yang Signifikan

Pertumbuhan DPK BTN mencapai 16,0% yoy hingga kuartal III-2025, menjadi Rp429,92 triliun, dari posisi yang sama tahun lalu sebesar Rp370,75 triliun. Angka ini lebih tinggi dibanding pertumbuhan industri perbankan yang sebesar 11,18% yoy per akhir September 2025. Kenaikan DPK ini dipengaruhi oleh peningkatan deposito ritel yang berbiaya lebih rendah dibandingkan deposito institusi besar.

Selain itu, BTN juga berhasil menjaga pertumbuhan dana murah (current account saving account/CASA) yang hampir mencapai separuh dari total DPK BTN per kuartal III-2025. Hal ini didorong oleh peningkatan transaksi di aplikasi Bale by BTN.

Aplikasi Bale by BTN Mengalami Peningkatan Pengguna dan Transaksi

Jumlah pengguna aplikasi Bale by BTN telah mencapai 3,2 juta hingga akhir kuartal III-2025, meningkat 66,8% yoy dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 1,9 juta. Jumlah transaksi di aplikasi ini juga melonjak 96,0% menjadi 1,53 miliar dari periode yang sama tahun lalu sebanyak 783,5 juta. Nilai transaksi di Bale by BTN mencapai Rp71,9 triliun hingga akhir September 2025, meningkat 19,6% yoy dari Rp60,1 triliun pada September tahun lalu.

Penyaluran Kredit dan Pembiayaan Tetap Positif

Penyaluran kredit dan pembiayaan BTN tetap tumbuh positif sebesar 7,0% yoy menjadi Rp381,03 triliun hingga kuartal III-2025, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp356,06 triliun. Pertumbuhan ini didukung oleh penyaluran kredit dan pembiayaan ke sektor perumahan yang meningkat 6,4% yoy menjadi Rp322,53 triliun, serta sektor non-perumahan (non-housing loan) yang naik 10,7% yoy menjadi Rp58,49 triliun.

Di sektor perumahan, BTN mencatatkan penyaluran KPR Sejahtera FLPP (KPR subsidi) sebesar Rp186,58 triliun hingga kuartal III-2025, bertumbuh 8,0% yoy. Sementara itu, KPR non-subsidi meningkat 7,3% menjadi Rp111,33 triliun, berkat strategi perseroan dalam menggandeng developer top nasional dan menawarkan promo bunga KPR.

Pertumbuhan Aset dan Likuiditas yang Stabil

Dengan pertumbuhan positif di sisi pendanaan dan pembiayaan, BTN mencatatkan loan-to-deposit ratio (LDR) di level 88,6%, dibandingkan 96,0% pada periode yang sama tahun lalu. Ini menunjukkan bahwa BTN memiliki likuiditas yang memadai untuk mendukung fungsi intermediasinya.

Total aset BTN telah berhasil menembus angka Rp500 triliun sebelum tahun 2025 berakhir, dengan nilai sebesar Rp510,85 triliun hingga September 2025, meningkat 12,2% yoy dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp455,10 triliun.

Unit Usaha Syariah BTN Berkembang Pesat

Unit Usaha Syariah (UUS) BTN juga menunjukkan pertumbuhan yang pesat. Hingga kuartal III-2025, UUS BTN mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 8,4% yoy menjadi Rp592 miliar, dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp546 miliar. Peningkatan ini didorong oleh peningkatan pembiayaan sebesar 19,7% yoy menjadi Rp51,10 triliun, serta perolehan dana masyarakat yang meningkat 19,3% yoy menjadi Rp56,90 triliun.

Pertumbuhan positif di pembiayaan dan DPK berbuah peningkatan aset yang naik 18,4% yoy menjadi Rp68,36 triliun hingga kuartal III-2025, dibandingkan periode yang sama tahun 2024 sebesar Rp57,72 triliun.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan