Kinerja Keuangan MEDC Tahun Ini
Pada semester pertama tahun 2025, laba bersih PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mengalami penurunan signifikan. Meskipun demikian, perusahaan ini memiliki peluang untuk meningkatkan produksi minyak dan gas berkat akuisisi blok baru.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Laba bersih MEDC pada semester I-2025 turun sebesar 81,5% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi US$ 37 juta. Pendapatan MEDC juga mengalami penurunan tipis sebesar 2% yoy menjadi US$ 1,14 miliar. Penurunan ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk turunnya harga minyak global yang memengaruhi kinerja perseroan.
Axell Ebenhaezer, Analis NH Korindo Sekuritas, menjelaskan bahwa penurunan harga minyak global menjadi pemicu utama penurunan kinerja MEDC. Namun, sebagian besar penjualan gas MEDC menggunakan sistem harga tetap, sehingga membantu menahan penurunan pendapatan lebih dalam.
Selain itu, produksi minyak MEDC turun sebesar 4% yoy menjadi 40,3 mbopd pada separuh pertama 2025. Produksi gas juga turun sebesar 8% yoy ke level 558 mmscfd. Hal ini memberikan tekanan pada pendapatan perusahaan.
Di sisi lain, Managing Director Research and Digital Production Samuel Sekuritas Indonesia, Harry Su, mencermati bahwa kenaikan signifikan pada biaya eksplorasi menjadi penyebab pelemahan profitabilitas. Biaya eksplorasi melonjak 689% qoq dan 506% yoy menjadi US$ 10 juta, yang menyebabkan margin tertekan pada kuartal II-2025.
Meskipun demikian, Harry mengestimasikan bahwa konsolidasi penuh blok Corridor PSC akan meningkatkan EBITDA MEDC sebesar 5% untuk tahun ini. Axell pun memprediksi produksi akan pulih pada semester II-2025, berkat akuisisi 24% saham Repsol di Corridor PSC. Dari langkah ini, ia memperkirakan produksi dapat bertambah sebesar 20-25 mboepd.
Selain itu, proyek lapangan Forel & Terubuk di Blok B juga berpotensi menyumbang tambahan 30 mboepd ke depan. Maka, Axell menaksir, total produksi MEDC dapat mencapai 170 mboepd pada semester II-2025.
Rizal Rafly, Analis Ajaib Sekuritas, melihat konsolidasi penuh Corridor dapat berdampak positif dan menyumbang US$ 145 juta ke EBITDA pada tahun depan atau tahun fiskal 2026. Menurutnya, dengan tambahan proyek seperti Forel & Terubuk, Suban Phase-2, dan Bisat-C, MEDC juga dapat beralih dari ketergantungan harga ke pertumbuhan berbasis volume dengan stabilitas pendapatan gas.
MEDC Chart
by TradingView
“Selain kenaikan volume Corridor, kinerja MEDC juga dapat pulih pada semester II-2025 ditopang permintaan gas domestik,” kata Rizal dalam riset 29 Agustus 2025.
Maka, Rizal dan Axell merekomendasikan beli MEDC dengan target harga Rp 1.500 per saham. Harry juga menyarankan beli MEDC dengan bidikan harga Rp 1.600 per saham.