Kisah Gen Z Nikah di KUA: Adhisty Hingga Kejutan Pasangan

admin.aiotrade 10 Nov 2025 5 menit 16x dilihat
Kisah Gen Z Nikah di KUA: Adhisty Hingga Kejutan Pasangan

Tren Pernikahan Sederhana di KUA Mulai Digandrungi

Tren pernikahan sederhana yang digelar di Kantor Urusan Agama (KUA) semakin diminati oleh generasi muda di Indonesia. Berbeda dengan tradisi sebelumnya yang sering kali melibatkan pesta besar-besaran di gedung atau tenda, banyak pasangan kini lebih memilih menggelar akad nikah di KUA tanpa pesta yang meriah. Hal ini tidak hanya memberikan kesan lebih intim dan tenang, tetapi juga mengurangi beban biaya dan energi yang biasanya dibutuhkan dalam persiapan pernikahan.

Sejumlah pasangan calon pengantin memilih KUA sebagai tempat untuk mengikrarkan janji suci mereka. Mereka beranggapan bahwa pernikahan bukanlah sekadar acara yang harus dihiasi dengan pesta mewah, tetapi lebih pada keharmonisan hubungan antara dua orang yang saling mencintai.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Pengalaman Adhisty: Pernikahan di KUA Tanpa Pesta Besar

Adhisty, seorang wanita muda yang memilih menikah di KUA Bekasi Utara tanpa pesta besar, menjelaskan alasan di balik keputusannya. Ia mengatakan bahwa ia tidak nyaman dengan keramaian dan ingin fokus pada momen sakral pernikahannya tanpa terganggu oleh drama dan persiapan yang rumit.

“Kakak-kakakku semua menikah dengan pesta besar,” kata Adhisty. “Aku tahu betapa melelahkannya persiapannya. Sedangkan aku, tipe orang yang tidak nyaman dengan keramaian.”

Awalnya, keputusan untuk menikah di KUA mendapat pro dan kontra dari keluarga, terutama dari pihak keluarga calon pengantin pria. Namun setelah diskusi panjang, akhirnya mereka menyerahkan keputusan kepada Adhisty.

“Aku selalu bilang, jangan menikah dengan rasa keterpaksaan, apapun bentuknya,” ujarnya. “Ketika muncul perbedaan pendapat di keluarga, aku sempat berpikir untuk mundur karena aku tidak ingin pernikahan penuh keribetan.”

Adhisty menegaskan bahwa alasannya memilih menikah di KUA sangat sederhana, yaitu karena dia tidak nyaman di tengah keramaian. Meskipun biaya pernikahan sepenuhnya ditanggung oleh sang suami, mereka memilih opsi yang lebih sederhana.

“Saya bahkan tidak mengeluarkan biaya sepeser pun karena pernikahannya sederhana,” katanya.

Namun, ada hal mengejutkan yang terjadi mendekati hari pernikahan. Suaminya memutuskan untuk memperbesar mahar, agar orang tidak menganggap dirinya dinikahi dengan cara yang seadanya saja.

Pernikahan di KUA: Gratis dan Tidak Dipungut Biaya

Pernikahan sederhana dengan opsi akad nikah di KUA semakin diminati oleh sejumlah pasangan calon pengantin. Dengan alasan tanpa perlu pesta mewah atau biaya yang melambung tinggi, banyak yang mulai melirik pilihan ini sebagai cara untuk meresmikan ikatan suci pernikahan mereka.

Salah satu contohnya dapat dilihat di KUA Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat. Dalam tiga tahun terakhir, tren menikah di kantor KUA ini mengalami pasang surut.

Pada tahun 2023, sebanyak 244 pasangan memilih untuk melangsungkan akad nikah di kantor KUA tersebut. Angka ini masih jauh dibandingkan 636 pasangan yang menikah di lokasi lain dan menghadirkan penghulu ke venue akad nikah.

Kemudian pada tahun 2024, terjadi sedikit penurunan dengan 226 pasangan yang tercatat menikah di Kantor KUA Kecamatan Cimanggis. Terbaru, sampai November 2025, sebanyak 199 pasangan telah resmi berikrar di kantor ini.

Renandi Wirafitra, selaku penghulu di KUA Kecamatan Cimanggis, menjelaskan bahwa menikah di kantor KUA sepenuhnya gratis dan tidak dipungut biaya sepeserpun. Namun ada ketentuan yang harus dipatuhi, yaitu pelaksanaan akad nikah hanya bisa dilakukan pada hari dan jam kerja.

Sebaliknya, jika pasangan calon pengantin memilih untuk menikah di luar kantor KUA dan menghadirkan penghulu dari KUA, maka ada biaya resmi sebesar Rp 600 ribu.

Renandi menegaskan biaya tersebut resmi dan ada aturan yang mendasarinya. “Pelaksanaannya harus di luar kantor dan di luar jam kerja,” kata Renandi saat ditemui, Kamis (6/11/2025).

Adapun prosedur dan syarat untuk mendaftar pernikahan baik di kantor KUA maupun di luar sebenarnya tidak memiliki perbedaan signifikan. Semua proses administrasi sama, sehingga pilihannya tergantung pada preferensi masing-masing pasangan.

Pasangan Nabil dan Aisyah: Pernikahan Sederhana dengan Tujuan Jangka Panjang

Nabil (38) dan Aisyah (23), salah satu pasangan calon pengantin, memutuskan untuk menikah di kantor KUA Kecamatan Cimanggis. Mereka memiliki alasan kuat untuk memilih opsi ini. Aisyah berpendapat bahwa pernikahan tidak harus dirayakan secara besar-besaran atau mewah.

“Nikah yang penting sah, Bang. Uang pestanya ditabung saja,” kata Aisyah.

Wanita berdarah Betawi itu membenarkan tidak ada pungutan biaya sepeserpun saat melaksanakan akad nikah di kantor KUA. “Gratis,” katanya.

Aisyah dan Nabil mengaku mereka menyiapkan dana untuk pernikahan. “Anggaran adalah, di bawah Rp10 juta, tapi itu di luar mahar,” kata dia.

Pasangan ini pun berencana menggelar pesta sederhana di rumah. “Paling nanti syukuran kecil-kecilan di rumah,” ungkapnya.

Menurutnya, yang terpenting adalah terciptanya hubungan keluarga harmonis yang dilandasi rasa cinta dan saling pengertian. Aisyah menambahkan bahwa pernikahan sederhana tidak mengurangi makna sahnya akad nikah mereka.

Perbedaan Pendapat dalam Pemilihan Acara Pernikahan

Berbeda dengan pasangan lain seperti Iskandar (25) dan Balqis (24), yang memilih untuk tetap merayakan pernikahan mereka secara meriah dengan mengadakan pesta di gedung. Iskandar merasa bahwa pernikahan adalah momen yang sangat istimewa dan hanya terjadi sekali dalam hidupnya. Oleh karena itu, ia dan calon istrinya ingin membuat momen tersebut lebih berkesan dengan menggelar perayaan yang lebih besar.

Persiapan pesta pernikahan mereka pun dirancang jauh-jauh hari agar semuanya berjalan lancar pada hari H. Meski demikian, Iskandar enggan mengungkapkan secara rinci besaran anggaran yang telah disiapkan untuk mewujudkan acara tersebut. Ia hanya menjelaskan dengan singkat bahwa anggaran sudah dipersiapkan dengan baik.

Menurut Iskandar, keputusan untuk menikah adalah pilihan masing-masing pasangan dan cara mengekspresikan hari bahagia itu juga bergantung pada prioritas masing-masing individu.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan