Kehidupan Jimmy Mamahit, Seorang ASN yang Mengabdikan Diri untuk Ibu
Jimmy Mamahit (38), seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kota Manado, ditemukan meninggal dunia di rumahnya yang berada di Perumahan Pandu Lestari - Lingkungan 3, Kecamatan Bunaken, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada Sabtu (13/12/2025). Kejadian ini menimbulkan duka mendalam bagi masyarakat sekitar dan tetangga korban.
Sebelum ditemukan meninggal, almarhum Jimmy dikenal sebagai sosok yang baik dan penuh kasih kepada keluarga. Ia terkenal mengurus ibunya yang berusia 70 tahun yang sedang sakit struk. Pengabdian seorang anak terhadap ibunya ini sontak menjadi contoh bagi para tetangga korban.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Jimmy anak yang baik, dia meskipun sibuk tetap mengurus ibunya dengan baik," ujar salah satu tetangga korban saat diwawancarai Tribun Manado.co.id, di rumah korban pada Selasa (16/12/2025). Menurut tetangga tersebut, hanya Jimmy yang bersedia mengurus ibunya yang sedang sakit. "Iya karena ayahnya yang seorang pensiunan polisi telah meninggal dunia sehingga hanya dia yang urus ibunya sejak dulu sampai sekarang saudara-saudari diduga tidak mau."
Meskipun Jimmy sibuk, ia tetap mengurus kebutuhan ibunya sebelum pergi ke tempat kerja. Kata sumber, Jimmy jauh sebelum menjadi seorang PNS dirinya bekerja di salah satu Bank besar di Sulut. Namun karena ibunya sakit, dirinya berhenti kerja dan memilih mengurus ibunya, sampai akhirnya dia menjadi seorang PNS. "Kisah ini tidak banyak yang tahu, hanya kami tetangga yang tahu karena korban cerita langsung kepada kami sebelum meninggal," tambahnya.

Saat ini, ibu korban telah dijemput oleh keluarganya. "Jadi rumah ini kosong tidak ada yang berani untuk tinggal lagi. Kami sebagai tetangga hanya berharap korban bisa tenang disana," pungkasnya.
Hubungan Korban dan Pelaku
Diduga korban dan pelaku tinggal serumah hampir dua pekan. Jimmy Mamahit (38), ASN di Pemkot Manado yang menjadi korban pembunuhan di kediamannya, Perumahan Pandu Lestari, Lingkungan 3, Kecamatan Bunaken, Manado, Sulawesi Utara (Sulut), ternyata kenal dekat dengan pelaku FT alias Fahril (17).
Hal itu diungkapkan langsung oleh tetangga korban kepada tim aiotrade saat diwawancarai, Selasa (16/12/2025). "Korban dengan pelaku saling kenal," ujar seorang warga yang enggan menyebutkan namanya. Menurutnya, sebelum korban ditemukan meninggal, pelaku sempat tinggal dengan korban hampir dua minggu. Bahkan, pelaku sering bermalam di rumah korban dan membantu pekerjaan korban.
"Hampir dua Minggu pelaku di sini, dia sering cuci motor korban dan cat kamar korban," tutur sumber. Sumber aiotradei menyebut, bahwa korban juga sering mengajak anak-anak laki-laki ke rumahnya untuk membantunya. "Karena tangan korban terkena penyakit jadi dia ajak anak untuk membantu cuci piring dan membantu pekerja lain dan mungkin diberikan uang. Tapi setelah itu korban antar mereka pulang ke rumah, cuma dengan pelaku cukup lama tinggal bersama," terangnya.
Lanjut dia menjelaskan, sebelum korban meninggal, pelaku masih terlihat di sekitar rumah korban. "Tapi pada hari Sabtu sudah tidak terlihat lagi dan akhirnya korban ditemukan telah meninggal dunia. Saat itu pagar rumah korban digembok jadi tidak ada yang bisa masuk nanti polisi yang buka," terangnya.

Sumber juga menambahkan, pihaknya memendam rasa tidak percaya terhadap korban terkait satu hal. "Kami tidak percaya dia laki-laki tulen, anak-anak yang datang ke sini teman-temannya semua yang suka membantu. Jadi kami menduga pelaku melakukan aksinya karena ingin mencuri barang-barang korban sehingga kami minta polisi hukum seberat-beratnya," pungkasnya.
Sosok Almarhum Jimmy Mamahit
Sosok almarhum Jimmy Mamahit dikenal baik dan suka menolong. Junita salah satu tetangga korban mengaku sangat merasa terpukul atas kematian Jimmy. "Saya merasa terpukul sekali dengan kepergian almarhum, dia orang yang baik dan suka menolong," ujar Junita, saat diwawancarai Tribun Manado, di depan rumah korban, Selasa (16/12/2025). Kata Junita, korban sesama hidup bersosialisasi dengan tetangga dan sering membantu tetangga.
"Kami semua tetangga korban semua terpukul saat jenazah korban dievakuasi oleh pihak kepolisian," tutur Junita. Junita menjelaskan almarhum telah dimakamkan pada hari Minggu dan diantar ratusan orang. "Sudah digelar ibadah pelepasan pada hari Minggu lalu dan langsung diamankan di sekitar lokasi sini," pungkasnya.

Sementara rekan kerja Jimmy, ketika dikonfirmasi Tribunmanado via WA Minggu (14/12/2025) sore, mengaku kehilangan. Di mata mereka, Jimmy sosok yang baik dan suka menolong teman. Semua merasa kehilangan dan minta agar kasus tersebut diusut tuntas. "Rekan kerja terbaik dan paling rajin," kata Nely, rekan Jimmy.