
Di dunia investasi, setiap individu memiliki tingkat penerimaan risiko yang berbeda-beda. Hal ini menyebabkan munculnya tiga jenis investor utama, yaitu investor agresif, konservatif, dan moderat. Namun, selain tipe tersebut, masih ada banyak faktor yang perlu dipertimbangkan saat memilih portofolio investasi.
Kaleb Solaiman, Group Chief Financial Officer (CFO) PT Venteny Fortuna International Tbk (VTNY), memiliki pengalaman panjang dalam berinvestasi. Ia mulai tertarik pada instrumen saham sejak tahun 1988 dan memutuskan untuk berinvestasi secara aktif sejak awal tahun 2000. “Saya hanya fokus pada saham,” ujarnya pada Senin (8/12).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Menurut Kaleb, saham menjadi salah satu bentuk investasi yang sangat likuid dan memiliki potensi tambahan berupa pembagian dividen di luar keuntungan dari harga saham itu sendiri. Ia menekankan pentingnya memahami dasar-dasar atau fundamental suatu emiten sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Selain itu, ia menyarankan agar investor pemula mulai dengan jumlah kecil terlebih dahulu, sehingga risiko kerugian bisa diminimalkan.
Selain praktik investasi, Kaleb juga menggabungkannya dengan penelitian akademis. Dalam disertasinya, ia membahas tentang investasi saham secara mendalam. Saat meraih gelar Doktor Ilmu Ekonomi di Program Studi Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Trisakti, ia menyoroti faktor-faktor utama yang memengaruhi keputusan investasi saham di sektor perbankan.
Penelitian ini mengungkap berbagai variabel yang memengaruhi perilaku investor, termasuk kinerja fundamental perusahaan, kondisi makroekonomi, transparansi perusahaan, serta transformasi digital di sektor perbankan. Penelitian ini memberikan wawasan baru mengenai bagaimana faktor-faktor tersebut saling berkaitan dalam menentukan keputusan investasi.
Sebagai Group CFO VENTENY, Kaleb tidak hanya bertanggung jawab atas strategi keuangan perusahaan, tetapi juga berperan dalam pengembangan ekosistem layanan digital yang mendukung kesejahteraan karyawan dan pertumbuhan UMKM. Ia berharap penelitiannya dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan wawasan di sektor pasar modal, khususnya dalam memahami minat dan perilaku investor terhadap saham perbankan.
Yolanda Masnita Siagian, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, menjelaskan bahwa semakin banyak profesional yang menggabungkan pengalaman industri dengan riset akademis seperti Kaleb, maka kebutuhan akan pendidikan lanjut yang relevan semakin meningkat.
“Kita akan menciptakan lebih banyak thought leaders dan decision makers yang semakin mampu memecahkan persoalan ekonomi riil, mulai dari isu sustainability, ekonomi digital hingga global value chains,” ujarnya.
Dengan adanya keterlibatan para profesional seperti Kaleb, penelitian dan pengembangan di bidang ekonomi dan investasi akan semakin berkembang. Hal ini tidak hanya bermanfaat bagi kalangan akademis, tetapi juga memberikan dampak positif bagi dunia bisnis dan ekonomi secara keseluruhan.