
Siswa Korban Ledakan SMAN 72 Jakarta Mulai Diperbolehkan Pulang
Beberapa siswa yang menjadi korban ledakan di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 72, Kelapa Gading, Jakarta Pusat, sudah dapat pulang ke rumah setelah menjalani perawatan di rumah sakit. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (7/11/2025), dan sebagian dari mereka kini mulai pulih.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Salah satu korban, L (15), mengalami gangguan pendengaran akibat paparan ledakan saat berada di sekolahnya. Ia ditemui oleh wartawan di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih pada Jumat malam. L mengatakan bahwa telinganya masih terasa mendengung meskipun kondisinya sudah membaik.
"Sudah boleh pulang. Sudah selesai diperiksa tadi. Telinga masih dengung. Tapi tidak ada luka lainnya," ujar L.
Menurut pengakuannya, luka yang dialami oleh teman-temannya bervariasi. Banyak dari mereka mengeluhkan rasa sakit di telinga, sementara beberapa lainnya mengalami luka bakar akibat terkena dampak ledakan. Beberapa siswa juga telah dibolehkan pulang ke rumah, namun dalam beberapa minggu ke depan mereka harus melakukan kontrol rutin di RS Islam Cempaka Putih.
Penanganan Medis Korban Ledakan
Di lokasi kejadian, para siswa yang menjadi korban ledakan dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Islam Cempaka Putih. Selain itu, terdapat satu siswa yang sedang menjalani CT scan di RS Islam Yarsi, yang berada tidak jauh dari RS Islam Cempaka Putih.
Biaya perawatan seluruh korban ledakan di SMAN 72 akan ditanggung oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Hal ini disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang menyatakan bahwa semua korban yang dirawat di rumah sakit mana pun akan dibiayai pemerintah hingga proses penyembuhan selesai.
"Semua korban. Ada 54 dari Pak Kapolda. Pokoknya semua korban di rumah sakit mana saja akan ditanggung oleh Pemerintah DKI sampai dengan selesai," ujar Pramono usai menjenguk para korban yang dirawat di RS Islam Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat sore.
Kronologi Ledakan di SMAN 72 Jakarta
Ledakan terjadi di area SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, pada Jumat (7/11/2025) sekitar pukul 12.15 WIB. Saat itu, sedang berlangsung shalat Jumat di masjid yang berada di area sekolah. Hingga saat ini, penyebab pasti dari ledakan tersebut masih belum diketahui secara jelas.
Sebanyak 54 korban langsung dilarikan ke RS Islam Jakarta dan RS Yarsi untuk mendapatkan tindakan medis. Proses penanganan medis dilakukan secara cepat dan terkoordinasi agar para korban dapat segera pulih.
Kondisi Terkini Para Korban
Para siswa yang terluka kini sedang menjalani pemantauan medis dan perawatan intensif. Meskipun beberapa dari mereka sudah diperbolehkan pulang, tetap diperlukan pengawasan lebih lanjut dari tenaga medis.
Kepala rumah sakit dan petugas medis menekankan pentingnya kontrol rutin untuk memastikan tidak ada komplikasi yang muncul dari cedera yang dialami. Selain itu, para korban juga mendapatkan dukungan psikologis untuk membantu mereka melewati trauma akibat peristiwa tersebut.
Langkah Pemerintah DKI Jakarta
Pemerintah DKI Jakarta telah menunjukkan komitmennya untuk memberikan perlindungan dan perawatan maksimal bagi para korban ledakan. Biaya pengobatan, perawatan, dan tindakan medis lainnya akan sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah provinsi.
Selain itu, pihak berwenang juga sedang melakukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui penyebab pasti dari ledakan tersebut. Hasil investigasi akan segera diumumkan setelah diperoleh data yang lengkap dan akurat.
Harapan Masyarakat
Masyarakat di sekitar lokasi kejadian serta keluarga para korban berharap agar proses penyembuhan bisa berjalan lancar dan cepat. Selain itu, mereka juga berharap agar pihak berwenang dapat segera menemukan penyebab ledakan dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.