Kisah Mengagumkan Siswa SMP Selamat Usai Terjun dari Ketinggian 70 Meter di Bali

admin.aiotrade 17 Des 2025 3 menit 13x dilihat
Kisah Mengagumkan Siswa SMP Selamat Usai Terjun dari Ketinggian 70 Meter di Bali

Peristiwa Percobaan Bunuh Diri yang Menyisakan Kekajaiban

Seorang pelajar SMP berusia 13 tahun, Ni Komang S, asal Desa Belok Sidan, Petang, Badung, Bali, mencoba melakukan percobaan bunuh diri di Jembatan Tukad Ngongkong, Desa Pelaga, pada hari Selasa (16/12) kemarin. Kejadian ini menimbulkan banyak tanya dan mengundang perhatian masyarakat.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Ni Komang S ditemukan dalam keadaan lemas di bawah jembatan setelah melompat dari ketinggian sekitar 70 meter. Meskipun secara fisik hanya mengalami luka lecet pada bagian kelopak mata kanan, pipi kanan, dan paha kiri, korban tetap bisa berbicara setelah mendapat perawatan dari tim medis Puskesmas Petang, Badung, Bali.

Meski kondisi fisiknya membaik, tim medis menyarankan orang tua korban untuk segera melakukan konsultasi dengan psikiater guna mengetahui lebih lanjut tentang kondisi mental anak tersebut.

Menurut pengakuan korban, ia nekat melompat karena merasa malu akibat bullying yang sering dialaminya di sekolah. Bullying ini terjadi setelah videonya bersama pacar beredar di kalangan teman-temannya.

Proses Penemuan Korban

Pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, termasuk orang tua korban. Ayah korban, I Wayan Ranten, 40 tahun, mengaku sempat melaporkan kehilangan anak perempuannya ke Polsek Petang. Pasalnya, sejak berangkat ke sekolah pada hari Senin (15/12), anaknya tidak kunjung pulang.

Ni Komang S berangkat ke sekolah menggunakan motor Beat Dk 5660 FBC. Orang tua korban mulai melakukan pencarian sejak malam hari. Pada pukul 22.00 WITA, mereka menerima informasi bahwa sepeda motor korban ditemukan di Jembatan Tukad Ngongkong. Namun, upaya pencarian saat itu tidak berhasil menemukan korban.

Penemuan korban baru terungkap ketika saksi Ketut Sujana menuju ke lokasi pencarian air minum yang berada di bawah Jembatan Tukad Ngongkong. Pada pukul 11.30 WITA, saksi mendengar suara samar-samar minta tolong sebanyak tiga kali. Untuk memastikan adanya suara manusia, saksi meminta bantuan orang yang kebetulan lewat di TKP.

Setelah memastikan ada suara minta tolong, kedua saksi langsung menghubungi Bhabinkamtibmas dan melaporkan ke Polsek Petang untuk mendapatkan bantuan. Pukul 14.10 WITA, tim SAR gabungan menurunkan personel dengan teknik lowering menuju lokasi korban.

Setelah berjuang hampir satu jam, remaja perempuan tersebut berhasil dievakuasi sekitar pukul 15.02 WITA. Korban dibawa naik ke atas dalam kondisi sadar, tetapi tampak lemas dan mengalami luka di dekat pelipis mata.

Korban Ni Komang S segera dilarikan ke Puskesmas Petang dengan ambulans untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Kasus ini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwajib.

Langkah-Langkah yang Diambil

Selain penanganan medis, pihak keluarga juga diminta untuk memberikan dukungan emosional kepada korban. Psikolog dan psikiater dipandang penting dalam membantu korban memulihkan kondisi mentalnya setelah mengalami trauma akibat bullying.

Dalam kasus ini, penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan dampak bullying terhadap mental anak-anak. Edukasi tentang cara menghadapi bullying serta peningkatan komunikasi antara orang tua dan anak menjadi langkah penting untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa setiap individu, terutama anak-anak, membutuhkan perlindungan dan perhatian yang cukup dari lingkungan sekitarnya. Dengan demikian, harapan besar dapat diwujudkan agar tidak ada lagi kejadian serupa yang terjadi.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan