
Nasib Malang yang Berubah Menjadi Berkah
Wa Muna, seorang buruh cuci asal Kelurahan Baadia, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), mengalami nasib yang cukup menyedihkan. Bantuan sosial (bansos) yang telah ia terima dan berada di tangan, tiba-tiba ditarik kembali oleh pihak kelurahan. Kejadian ini memicu perhatian luas di jagat maya karena menunjukkan ketidakadilan yang dialaminya.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Awal Kegelapan: Bansos yang Ditarik Kembali
Wa Muna adalah sosok wanita tangguh yang menjadi tulang punggung keluarga. Di rumah panggung sederhananya, ia merawat suaminya, Jafar, yang sedang berjuang melawan sakit stroke. Selama delapan tahun, ia bekerja sebagai buruh cuci di RSUD Kota Baubau demi memastikan kebutuhan keluarga terpenuhi.
Kegelapan dimulai saat ia pulang bekerja dan mendapati kabar pahit dari suaminya. Bansos berupa beras dan empat liter minyak goreng yang susah payah ia antrekan, diambil kembali oleh petugas RT karena alasan data yang tidak sinkron. Wa Muna merasa dipermalukan dan kecewa dengan kejadian ini.
"Jangan marah eh, tadi ibu RT dia ambil beras," kenang Wa Muna menirukan ucapan suaminya saat itu. Ia menyampaikan kekesalannya melalui sebuah video yang viral, menyoroti kelalaian petugas dalam memeriksa data sejak awal.
"Kenapa waktu kita ambil da tidak periksa dulu, da baca baik-baik namanya kan da lihat dulu KTP, NIK-nya kita, baru dia panggil," ujarnya dengan nada kecewa. "Jangan begitu orang dia malu, beras sudah di rumah, untung belum dimasak, kalau sudah dimasak bagaimana? Minyaknya sudah terpakai satu bungkus mo diapa?"
Titik Terang: Permintaan Maaf dan Bantuan Baru
Menanggapi kegaduhan tersebut, Lurah Baadia, La Ode Baharuddin, akhirnya angkat bicara. Ia mengakui adanya kekeliruan data akibat kemiripan nama dan menyampaikan permohonan maaf secara resmi. "Saya sebagai Lurah Baadia, menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian teman-teman kami di kelurahan terkait pengeluaran beras," ujar La Ode.
Sebagai bentuk penebusan, pihak kelurahan sempat memberikan bantuan pengganti berupa 20 kg beras dan 4 liter minyak. Namun, rezeki Wa Muna tidak berhenti di situ. Ceritanya yang menyentuh hati sampai ke telinga Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman.
Pada Sabtu (13/12/2025) pagi, sebuah kejutan besar mendatangi kediaman Wa Muna. Utusan dari Mentan bersama Bulog Kota Baubau menyalurkan bantuan dalam jumlah yang sangat besar, yaitu 250 kilogram beras, 12 liter minyak goreng, dan 10 kilogram gula.
Rasa Syukur yang Tak Terhingga
Jafar, suami Wa Muna, mengaku sangat terkejut sekaligus terharu atas perhatian yang diberikan oleh orang nomor satu di Kementerian Pertanian tersebut. Baginya, bantuan ini datang di saat yang benar-benar tepat.
"Kami juga kaget tadi, karena sebelumnya tidak menyangka tiba-tiba ada pemberitahuan akan ada utusan dari Menteri Pertanian," tutur Jafar dengan penuh haru. Sambil menahan air mata bahagia, Jafar tak henti-hentinya mendoakan kebaikan bagi pihak-pihak yang telah membantu keluarganya keluar dari masa sulit.
"Jadi kami tidak henti-hentinya mengucapkan terima kasih, untuk membalasnya, kami berdoa kepada Yang Maha Kuasa. Semoga yang bantu kami, khususnya Bapak Menteri Pertanian selalu diberikan kelimpahan kesehatan, umur yang panjang, dan sukses selalu dalam segala hal," pungkasnya.
Upaya Mencegah Kekeliruan di Masa Depan
Kepala Bulog Cabang Kota Baubau, Hendra Dionsius, memastikan bahwa kejadian penarikan bansos seperti ini tidak boleh terulang kembali. Ia menegaskan jika ada masalah distribusi, seharusnya dilaporkan ke Bulog untuk segera dicarikan solusi tanpa merugikan masyarakat penerima manfaat.