
Latar Belakang dan Perjalanan Akademik Nurul Indarti
Nurul Indarti, seorang dosen di Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM), telah menempuh perjalanan panjang dalam dunia pendidikan. Pada tahun 2024, ia resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen di FEB UGM. Ini menjadi momen penting bagi Nurul, yang menjadi guru besar perempuan pertama dalam bidang manajemen di universitas tersebut.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Sejak kecil, Nurul tumbuh di Yogyakarta. Ia lulus dari SMAN 8 Yogyakarta dengan jurusan IPA. Namun, ia memutuskan untuk mengambil studi di bidang IPS. Awalnya, ia merasa yakin bahwa ia dapat menghadapi tantangan tersebut. Ternyata, hal itu tidak sepenuhnya benar. Di semester pertama kuliah, IPK Nurul hanya mencapai 2,97.
Sibuk sebagai aktivis, IPK S1 jadi 2,97
Pada masa awal kuliah, Nurul aktif sebagai anggota Ikatan Pelajar Muhammadiyah sejak bangku SMA. Kegiatan ini membuatnya terlalu sibuk hingga sering kali menyepelekan perkuliahan. Hal ini berdampak pada nilai akademiknya.
Namun, setelah menyadari pentingnya belajar, ia mundur dari kegiatan kepemudaan dan mulai fokus pada studi. Hasilnya, IPK-nya meningkat secara signifikan. Ia lulus dengan predikat cumlaude pada tahun 1998.
Setelah lulus, Nurul bergabung kembali dengan UGM sebagai dosen. Ia melanjutkan studi S2 di Norwegia dan meraih gelar Master of Business Administration (Sivilokonom) pada tahun 2002. Selanjutnya, ia meraih gelar Master of Science dalam bidang Strategi dan Manajemen Operasional pada tahun 2003. Pada tahun 2010, Nurul berhasil menyelesaikan studi doktoralnya di University of Groningen, Belanda.
Proses Mendapatkan Gelar Guru Besar
Proses mendapatkan gelar guru besar bukanlah hal mudah bagi Nurul. Ia mengajukan usulan pada tahun 2017, namun belum lolos di tingkat universitas. Setelah beberapa tahun, ia kembali mengajukan usulan pada tahun 2019 dan akhirnya resmi mendapatkan SK guru besar pada tahun 2020.
Menurut Nurul, gelar guru besar bukan tujuan utama, tetapi konsekuensi dari menjalankan tanggung jawab dengan baik sebagai dosen. Ia menekankan pentingnya tridharma perguruan tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Fokus pada Kewirausahaan Kelompok Marjinal
Nurul dikenal sebagai dosen yang memiliki fokus pada kewirausahaan, khususnya dari kelompok marjinal seperti perempuan dan penyandang disabilitas. Dalam pidatonya saat pengukuhan sebagai guru besar, ia membahas topik "Melihat Kewirausahaan dari Pinggiran: Perspektif Etnis, Perempuan, dan Sosial".
Ia menjelaskan bahwa kewirausahaan etnis, perempuan, dan sosial sering kali dipinggirkan karena faktor struktural dan budaya. Kelompok-kelompok ini menghadapi berbagai hambatan dalam akses peluang dan sumber daya.
Contohnya, perempuan wirausaha sering menghadapi bias gender yang menghalangi akses ke jejaring bisnis dan mentor. Wirausaha minoritas etnis juga menghadapi tantangan dalam integrasi ke pasar utama karena hambatan budaya dan bahasa.
Nurul menekankan bahwa kewirausahaan termarginalisasi bukan hanya tentang menciptakan usaha baru, tetapi juga pemberdayaan sosial dan ekonomi bagi kelompok-kelompok yang kurang terwakili.
Kontribusi dalam Pendidikan dan Penelitian
Nurul telah memberikan kontribusi besar dalam pendidikan. Ia mengembangkan kurikulum kewirausahaan menjadi wajib bagi mahasiswa program sarjana prodi manajemen pada tahun 2004. Di Magister Manajemen UGM, ia mengembangkan konsentrasi kewirausahaan pada 2011. Selain itu, ia juga menginisiasi kurikulum keberlanjutan dalam program Master in Sustainability Development and Management (MASUDEM) MM FEB UGM.
Dengan menjadi guru besar, tanggung jawab Nurul untuk berkontribusi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat semakin besar. Seorang guru besar harus menjadi teladan bagi mahasiswa dan memiliki nilai bagi dunia akademik.
Kesimpulan
Perjalanan Nurul Indarti adalah contoh nyata bahwa kesuksesan tidak selalu datang dengan mudah. Dari IPK di bawah 3 hingga menjadi guru besar, ia membuktikan bahwa kerja keras dan komitmen dapat mengubah segalanya. Dengan fokus pada kewirausahaan kelompok marjinal, Nurul tidak hanya berkontribusi pada dunia akademik, tetapi juga pada pemberdayaan sosial dan ekonomi.