Korban Ledakan SMAN 72 Jakarta: Pesan Pilu dari Anak yang Terluka Parah
Korban ledakan di SMAN 72 Jakarta, Hafiz atau lebih dikenal dengan nama Apis, mengalami luka parah hingga tidak bisa berbicara. Saat sadar di rumah sakit, ia hanya mampu menulis pesan lewat kertas untuk orangtuanya.
Pesan yang ditulisnya sangat menyentuh: “Jangan tinggalin Apis ya.” Dalam kondisi yang masih memilukan, Apis juga meminta agar pelaku kejadian segera diusut dan diproses secara hukum.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kondisi Fisik yang Mengkhawatirkan
Apis mengalami luka serius hingga 50 persen tubuhnya terkena dampak ledakan bom rakitan. Selain luka bakar, ia juga mengalami gangguan pendengaran dan penglihatan yang cukup parah. Menurut ayahnya, Andri, mata sebelah kiri Apis kabur dan telinga sebelah kiri tidak dapat mendengar. Bahkan kakinya patah akibat insiden tersebut.
Andri mengungkapkan bahwa putranya adalah korban yang paling parah terkena dampak ledakan. Ia harus menjalani perawatan intensif di ICU rumah sakit.
“Dari kemarin kondisinya semakin membaik, tapi untuk luka-lukanya belum bisa dipastikan. Korban masih di ICU,” ujar Andri.
Curhatan Pilu dari Korban
Setelah pertama kali sadar di rumah sakit, Apis sempat heran mengapa ia bisa berada di sana. Ia bahkan tidak ingat kejadian yang menimpanya karena efek bius yang terlalu lama.
“Dia bilang ke dokter, ‘dok kok Hapis bisa ada di sini?’” kata Andri menceritakan percakapan pertama Apis dengan dokter.
Setelah mengingat kejadian, Apis tersadar akan luka yang ia alami. Ia lalu menulis pesan untuk orangtuanya menggunakan secarik kertas dan pensil. Pesannya singkat namun penuh makna: “Jangan tinggalin Apis ya.”
Permintaan untuk Pengusutan Kasus
Selain itu, Apis juga menyampaikan permintaan kepada orangtuanya. Ia ingin kasus ini diusut tuntas dan pelaku segera diproses hukum.
“Anda tahu, yang membuat saya sedih adalah saat dia menulis pesan itu. Dia minta diusut segera. Ini tulisannya: ‘tolong mah, ayah, diusut kenapa Apis bisa begini.’” ujar Andri sambil menahan air mata.
Cita-Cita yang Tertunda
Andri mengungkapkan rasa sedihnya ketika mengingat cita-cita Apis yang ingin menjadi tentara atau polisi. Namun, kondisi fisik yang parah setelah ledakan membuat harapan itu terancam kandas.
“Harapan dia dulu kan ingin jadi tentara, pengin jadi polisi. Yang bikin saya sedih, anak saya sekarang seperti ini. Ke depannya saya juga belum tahu apa itu bisa sembuh total atau enggak. Menurut saya cita-citanya itu bagaimana,” tambah Andri.
Kondisi Harian dan Perawatan
Andri terus memantau kondisi putranya di rumah sakit. Meskipun tingkat kesadaran Apis meningkat setiap hari, luka-lukanya masih membutuhkan waktu pemulihan yang cukup lama.
Ia tetap berharap Apis dapat pulih sepenuhnya dan kembali melanjutkan impian masa depannya sebagai abdi negara.