Kisah Rizky Aflaha, Doktor Fisika UGM di Usia Muda 25 Tahun

admin.aiotrade 25 Okt 2025 2 menit 13x dilihat
Kisah Rizky Aflaha, Doktor Fisika UGM di Usia Muda 25 Tahun
Kisah Rizky Aflaha, Doktor Fisika UGM di Usia Muda 25 Tahun

Universitas Gadjah Mada (UGM) Rayakan Wisuda 2.335 Lulusan Pascasarjana

Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menorehkan prestasi dengan mengukuhkan sebanyak 2.335 lulusan Program Pascasarjana dalam upacara wisuda yang digelar di Grha Sabha Pramana, Selasa (21/10). Dari jumlah tersebut, terdapat 2.028 lulusan magister dan 193 lulusan doktor (S3). Di antara para lulusan tersebut, nama Rizky Aflaha menjadi sorotan karena berhasil meraih gelar doktor pada usia yang sangat muda.

Rizky Aflaha, Doktor Termuda dari UGM

Rizky Aflaha resmi menyandang gelar doktor dari Program Studi Fisika FMIPA UGM pada usia 25 tahun 10 bulan 1 hari. Capaian ini terbilang luar biasa, mengingat rata-rata usia lulusan program doktor UGM mencapai 41 tahun 6 bulan 15 hari. Namun, Rizky menegaskan bahwa pencapaian ini bukan berasal dari program akselerasi formal, melainkan hasil strategi akademik dan pemanfaatan peluang beasiswa.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Program magister hanya satu tahun dan doktor tiga tahun. Maka dari itu, saya dapat gelar lebih muda dibanding yang lain,” ujar Rizky.

Strategi Akademik yang Terencana

Ia menjelaskan bahwa kunci keberhasilannya adalah mengikuti beasiswa PMDSU (Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul) setelah menyelesaikan studi sarjana dalam tujuh semester. Meski begitu, perjalanan akademiknya tidak selalu mulus.

“Awalnya sempat merasa dipandang sebelah mata karena masih muda. Sampai akhirnya perlahan-lahan aku mulai menunjukkan diri bahwa aku bisa, dan alhamdulillah terhitung dari mulai studi doktor sampai hari ini sudah melahirkan 40 publikasi internasional, padahal syarat lulusnya hanya dua,” ungkapnya.

Peran Promotor yang Mendukung

Rizky juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada para promotor yang telah membimbingnya, yaitu Prof. Kuwat Triyana, Prof. Roto, dan Dr. Aditya Rianjanu. “Beliau memberi arahan dari mulai hal-hal kecil, mulai dari membuat roadmap riset, desain riset, menulis jurnal internasional, sampai hal-hal seperti penyajian gambar yang bagus di jurnal,” tuturnya.

Kehidupan Seimbang di Luar Akademik

Menariknya, di balik prestasinya yang gemilang, Rizky bukanlah sosok “kutu buku”. Ia tetap menjalani kehidupan seperti mahasiswa lain pada umumnya dengan manajemen waktu yang baik.

“Aku tidak bermain game online dan tidak terlalu banyak menghabiskan waktu bermain sosmed. Aku lebih memilih kegiatan seperti bulu tangkis, organisasi, dan naik gunung. Bahkan, sepertinya orang-orang di Jogja lebih mengenalku sebagai atlet bulu tangkis ketimbang mahasiswa doktor,” ujarnya sambil tertawa.

Pesan untuk Calon Akademisi Muda

Menutup kisahnya, Rizky menegaskan pentingnya rasa percaya diri dalam meniti karier akademik.

“Kita hanya perlu percaya diri. Melalui percaya diri, kita akan banyak mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan kapasitas lebih jauh. Sebaliknya, seberbakat apapun kita, kalau tidak percaya diri, maka tidak akan kemana-mana,” pungkasnya.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan