Kisah Sedih Ayah Korban Tenggelam di Pantai Kemala Balikpapan: Saya Ingin Mengafani Dia

admin.aiotrade 12 Nov 2025 4 menit 16x dilihat
Kisah Sedih Ayah Korban Tenggelam di Pantai Kemala Balikpapan: Saya Ingin Mengafani Dia
Kisah Sedih Ayah Korban Tenggelam di Pantai Kemala Balikpapan: Saya Ingin Mengafani Dia

Kehilangan Anak yang Tidak Bisa Berenang

Di kawasan perairan Balikpapan, suasana duka masih terasa menggantung. Seorang remaja bernama Khairul Anam (17) dilaporkan tenggelam tiga hari lalu saat berenang bersama teman-temannya. Kejadian ini menyisakan kesedihan mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar.

Ayah korban, Juhari, dengan suara bergetar menceritakan detik-detik sebelum putra sulungnya menghilang di laut. Menurutnya, sore itu Khairul pamit kepada ibunya untuk berenang bersama teman-temannya. Tak disangka, kepergian itu menjadi pertemuan terakhir mereka.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Dia pamit sama mamaknya mau berenang. Mungkin mau menenangkan pikiran, karena tadi malamnya hapenya hilang,” tutur Juhari saat ditemui di lokasi pencarian, Rabu (12/11/2025).

Khairul disebut terlihat gelisah sejak kehilangan ponsel yang baru dibelinya sebulan lalu. “Mungkin stres juga, baru beli handphone, terus hilang. Dia pengin menenangkan diri,” tambahnya.

Ironisnya, sang ayah mengungkapkan bahwa Khairul tidak bisa berenang. Sejak kecil, remaja itu jarang beraktivitas di laut atau tempat berair. “Selama hidupnya enggak pernah berenang. Enggak bisa berenang dia,” ucapnya lirih.

Juhari mengaku baru mengetahui musibah tersebut ketika hendak menunaikan salat magrib. Salah satu teman Khairul datang memberi kabar bahwa anaknya tenggelam. “Pas saya mau sholat magrib, ada temannya datang. Katanya Khairul tenggelam. Langsung saya kaget, saya lepas sarung, enggak jadi salat, langsung lari ke lokasi,” ujarnya menahan tangis.

Khairul diketahui berenang bersama enam hingga delapan orang temannya dari kawasan Gunung Guntur. Sejak hari pertama pencarian, sang ayah hampir tak pernah meninggalkan lokasi. “Ya, paling pulang sebentar ganti baju. Selebihnya di sini, nunggu kabar anak saya,” katanya pelan.

Di mata Juhari, Khairul adalah anak yang rajin, santun, dan saleh. Ia bahkan sering mengingatkan orang tuanya untuk salat. “Dia anak baik, rajin sholat, rajin ngaji. Malah sering ingetin saya. Kalau sudah azan, dia bilang ‘Pak, sudah waktunya salat’. Saya merasa gagal jadi orang tua, karena dia yang justru lebih baik dari saya,” ungkap Juhari dengan mata berkaca-kaca.

Khairul adalah anak pertama dari dua bersaudara. Adiknya yang baru berusia enam tahun belum memahami apa yang terjadi. “Adiknya cuma tanya, ‘Kakak kok lama betul dalam air?’ Saya jawab, kakak lagi berenang, lagi ke rumah Allah,” ujarnya lirih.

Meski masih diselimuti kesedihan, Juhari berusaha mengikhlaskan kepergian putra sulungnya. Ia hanya memiliki satu harapan sederhana. “Saya ikhlas, cuma kalau bisa saya ingin mengafani dia, kasih baju baru untuk dia. Biar dia enggak malu menghadap Allah,” ucapnya dengan nada pasrah.

Hingga kini, pencarian terhadap Khairul Anam masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan bersama keluarga, relawan, dan masyarakat yang setia menunggu di pinggiran dermaga tempat terakhir korban terlihat.

Peran Keluarga dalam Pencarian

Sejak awal pencarian, keluarga Khairul Anam sangat aktif dalam proses pencarian. Ayahnya, Juhari, bahkan tidak pernah meninggalkan lokasi kejadian. Ia menghabiskan waktu sehari-hari di sekitar perairan, berharap bisa menemukan putranya.

  • Ia mengatakan bahwa ia hanya pulang sebentar untuk mengganti baju, tetapi sebagian besar waktunya dihabiskan di lokasi pencarian.
  • Juhari juga mengungkapkan bahwa ia sangat sedih dan tidak bisa menahan air mata saat mendengar kabar tentang kehilangan putranya.
  • Meskipun sedih, ia tetap berusaha mengikhlaskan kepergian Khairul dan berharap agar putranya bisa diberi pakaian baru untuk menghadap Tuhan.

Dukungan dari Masyarakat

Selain keluarga, masyarakat sekitar juga turut serta dalam pencarian. Banyak relawan yang hadir untuk membantu mencari Khairul Anam. Mereka berharap bisa menemukan putra mereka secepat mungkin.

  • Relawan dan masyarakat yang hadir di lokasi pencarian memberikan dukungan moril kepada keluarga.
  • Mereka juga membantu dalam proses pencarian, seperti mencari di area yang lebih luas dan memeriksa kondisi air.
  • Dukungan ini menunjukkan betapa pentingnya kebersamaan dan solidaritas dalam situasi seperti ini.

Harapan dan Doa

Dengan segala kesedihan yang dialami, Juhari tetap berdoa agar putranya diterima di sisi Tuhan. Ia berharap bisa memberikan pakaian baru untuk putranya sebagai bentuk penghormatan.

  • Doa-doa terus dipanjatkan oleh keluarga dan masyarakat untuk keberhasilan pencarian.
  • Semoga dengan bantuan semua pihak, Khairul Anam dapat segera ditemukan dan diberi keadilan.
  • Dukungan dan kerja sama antara keluarga, relawan, dan masyarakat sangat penting dalam proses pencarian ini.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan