Kisah Teman Sekelas yang Menyangkal Bully Pelaku Ledakan SMAN 72, FN Dulu Ceria Tapi Berubah Sejak 2

admin.aiotrade 12 Nov 2025 4 menit 19x dilihat
Kisah Teman Sekelas yang Menyangkal Bully Pelaku Ledakan SMAN 72, FN Dulu Ceria Tapi Berubah Sejak 2
Kisah Teman Sekelas yang Menyangkal Bully Pelaku Ledakan SMAN 72, FN Dulu Ceria Tapi Berubah Sejak 2024

Fakta Baru Terkait Aksi Bom SMAN 72 Jakarta

Setelah kecelakaan motor, sikap FN berubah total dan mulai menyendiri. Pada saat itu, FN yang sebelumnya dikenal sebagai sosok ceria dan pandai bergaul dengan teman-temannya, tiba-tiba menjadi pendiam dan cuek. Perubahan ini terjadi setelah mengalami insiden kecelakaan sepeda motor yang membuat tangannya terluka parah. Dari sana, FN mulai menjauh dari lingkungan sekitarnya.

Bukan karena dibully, teman sekelas ungkap alasan sebenarnya di balik aksi bom FN di SMAN 72. Setelah kecelakaan motor, sikap FN berubah total dan mulai menyendiri. Seorang korban ledakan, Putra, mencari tahu tentang sosok pelaku hingga motifnya melakukan aksi keji tersebut. Dalam tayangan televisi Catatan Demokrasi, Putra menceritakan kesaksian dari teman sekelas terduga pelaku yang ada di TKP saat kejadian ledakan pada Jumat (7/11/2025).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Adiknya jadi korban ledakan, Putra pun mencari tahu soal sosok pelaku hingga motifnya melakukan aksi keji tersebut. Ia mendapatkan informasi dari teman sekelas terduga pelaku bahwa FN bukanlah korban bully. "Untuk si pelaku, saya pikir dia tidak korban bully. Karena seorang korban bully itu enggak punya ideologi seperti itu. Pemikirannya itu enggak bakal sekejam atau unsur ke ngebom gitu. Untuk pemikirannya itu jauh di luar nalar sama orang normal," ujar Putra.

Lagipula kata Putra, jika memang FN nekat mengebom sekolah karena dendam jadi korban perundungan, pasti sasarannya adalah teman sekelas atau personal saja. Namun FN justru melakukan aksi pengeboman tersebut di masjid dan lingkungan sekolah yang notabene dipenuhi siswa dari kelas lain hingga guru. Pada saat kejadian juga kabarnya teman sekelas terduga pelaku tidak ada yang di sekolah alias libur.

Menurut Putra, jika seorang korban bully untuk melakukan tindakan seperti ini kemungkinan itu enggak ada. "Kalau kita dibully itu kan secara masalah personal. Atau mungkin dari ejekan teman sekelas saja, tidak sampai ke kelas yang lain," tambahnya.

Perubahan Sikap Pelaku

Putra juga mengungkap sosok terduga pelaku di mata teman-temannya. Ternyata FN dulunya dikenal sebagai sosok ceria dan pandai bergaul dengan teman-temannya. Bahkan di kelas 11 atau tahun lalu, FN sempat ingin mengikuti lomba menggambar karena diajak temannya. "Untuk waktu dia (FN) masih kelas 11 dia masih ceria aja, seperti layaknya orang normal, bersosialisasi. Waktu temannya mau ngajak dia lomba gambar, dia senang," kata Putra.

Namun sikap normal dan ceria FN itu berubah 180 derajat setelah dia mengalami insiden kecelakaan. Ya, di tahun 2024 lalu kabarnya FN sempat kecelakaan sepeda motor sampai tangannya terluka parah. Entah kenapa setelah kecelakaan itu, FN jadi pendiam. Bahkan kata teman-temannya, FN jadi cuek dengan semua teman sekelasnya. "Pelaku sempat jatuh dari motor, tangannya digips, dari situ dia udah mulai menyendiri, diam-diam saja di kelas, diajak temannya lomba gambar itu si pelaku udah enggak mau sama sekali. Jadi udah benar-benar cuek sama satu kelasnya itu," imbuh Putra.

Motif Pelaku

Setali tiga uang dengan kesaksian teman sekelas terduga pelaku, penyidik juga menyebut bahwa motif FN melakukan pengeboman bukan karena perundungan. Isu bullying jadi motif ledakan di SMAN 72 memang sempat merebak. Hingga akhirnya terungkap bahwa terduga pelaku bukanlah korban bully di sekolah. Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imannudin menyebut bahwa terduga pelaku ledakan selama ini merasa kesepian. Hal itulah yang membuat FN melakukan perbuatan nekat yakni membawa peledak rakitan ke sekolah.

"Dari hasil penggalian keterangan maupun petunjuk yang ada bahwa anak yang berkonflik dengan hukum ini terdapat dorongan untuk melakukan peristiwa hukum tersebut. Dorongannya yang bersangkutan merasa sendiri, merasa tidak ada yang menjadi tempat untuk menyampaikan keluh kesahnya. Baik itu di lingkungan keluarga maupun lingkungan sekolah," pungkas Kombes Iman Imannudin.

Tak cuma itu, Jubir Densus 88 Antiteror AKBP Mayndra Eka Wardhana juga mengurai motif lain pengeboman yang dilakukan FN. Dugaan motif itu berdasarkan pada penemuan senjata milik pelaku yang bertuliskan nama-nama teroris dunia. AKBP Mayndra Eka Wardhana pun mengungkap alasan FN menuliskan nama-nama teroris dunia. Tak tergolong dalam kelompok terorisme, FN disebut hanya meniru aksi para teroris dunia tersebut.

"Memang di dalam senjata airsoft gun ditulis berbagai macam nama tokoh maupun ideologi yang berkembang, hampir di beberapa benua Eropa dan Amerika. Yang bersangkutan hanya melakukan copycat atau peniruan saja, itu sebagai inspirasi yang bersangkutan melakukan tindakan," kata AKBP Mayndra Eka Wardhana. Karenanya, FN dijerat kasus kriminal umum, bukan pidana terorisme.

"Jadi tidak ada kaitan dengan jaringan apapun sehingga di dalam analisa Densus 88, kejadian ini belum termasuk tindak pidana terorisme," ujar AKBP Mayndra Eka Wardhana.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan