Tragedi Susur Sungai di Indramayu, 2 Mahasiswa Tewas Terseret Arus
Kegiatan susur sungai yang dilakukan oleh tujuh mahasiswa Politeknik Negeri Indramayu (Polindra) berujung pada tragedi yang menyedihkan. Dua dari mereka ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus deras Sungai Cimanuk di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Sementara lima orang lainnya berhasil diselamatkan dalam kondisi selamat.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Tim SAR gabungan berhasil menemukan dua korban yang sempat hilang terseret arus Sungai Cimanuk, yaitu Agung dan Muhammad Lana Wiratno, pada Senin, 10 November 2025, dini hari. Kedua korban sebelumnya dilaporkan hilang sejak Sabtu, 8 November 2025, saat mengikuti kegiatan latihan rafting bersama kelompok Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Polindra.
Komandan Tim Basarnas Pos SAR Cirebon, Eddy Sukamto, menyampaikan bahwa kedua korban akhirnya ditemukan setelah dua hari pencarian intensif. “Korban atas nama Agung dan Lana semuanya sudah berhasil ditemukan,” ujar Eddy di lokasi pencarian, Indramayu, pada Senin, 10 November 2025.
Proses Evakuasi Korban yang Meninggal Dunia
Agung, salah satu korban, diketahui merupakan warga Desa Segeran, Kecamatan Juntinyuat, Indramayu. Jasadnya ditemukan di sekitar Bendungan Karet Bangkir, Kecamatan Lohbener. Proses evakuasi berjalan dramatis karena jasad korban terjebak dalam pusaran air bendungan.
“Tim harus berkoordinasi dengan petugas bendungan untuk membuka dan menutup pintu air agar arus mendorong tubuh korban keluar,” kata Eddy.
Sementara itu, korban kedua, Muhammad Lana Wiratno, yang merupakan warga Desa Terusan, Kecamatan Sindang, Indramayu, dievakuasi usai terseret sejauh 5 kilometer dari lokasi kejadian. Jasad Lana ditemukan sekitar pukul 00.30 WIB di wilayah Blok Gandok, Desa Panyindangan Kulon.
“Dengan ditemukannya kedua korban, maka operasi SAR di Indramayu secara resmi kami tutup,” ungkap Eddy.
Setelah ditemukan, kedua jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Indramayu untuk proses identifikasi sebelum diserahkan kepada keluarga. Eddy menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur gabungan yang terlibat dalam pencarian, termasuk BPBD, Polairud, Tagana, Karang Taruna Garda Sakti, ERT, dan warga sekitar.
Detik-Detik Kecelakaan Saat Rafting
Sebelum insiden ini terjadi, diketahui bahwa tujuh mahasiswa Mapala Polindra melakukan latihan rafting di Sungai Cimanuk pada Sabtu siang, 8 November 2025. Secara terpisah, Kasat Polairud Polres Indramayu, AKP Asep Suryana menjelaskan kecelakaan terjadi sekitar pukul 12.30 WIB di Bendungan Karet Bangkir, Kecamatan Lohbener.
“Semua korban merupakan anggota Mapala Polindra. Tim kami langsung menuju lokasi setelah menerima laporan adanya perahu terbalik,” ujar Asep kepada awak media di lokasi kejadian, Indramayu, pada Minggu, 9 November 2025.
Menurut keterangan saksi, perahu karet yang membawa ketujuh mahasiswa itu sempat terjebak pusaran air. Dalam insiden ini, lima orang mahasiswa, bernama Gelar, Heliyah, Nonik, Mus Ali, dan Fatir berhasil menyelamatkan diri dengan bantuan warga sekitar, sedangkan dua lainnya terbawa arus.