
Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berupaya memperkuat peran Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) sebagai lembaga pelatihan yang inovatif. Tujuannya adalah untuk meningkatkan produktivitas usaha di sektor perikanan. Hal ini disampaikan oleh Kepala BPPSDMKP KKP, I Nyoman Radiarta, di Jakarta, Sabtu.
Menurut Nyoman, langkah ini sangat penting dalam mendukung program peningkatan kompetensi masyarakat kelautan dan perikanan di Indonesia. KKP melalui BPPSDMKP mengadakan Forum Konsultasi Publik (FKP) untuk memperkuat peran P2MKP sebagai mitra strategis dalam mendorong ekonomi biru yang berbasis masyarakat.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Forum dengan tema “Optimalisasi Layanan Pusat Pelatihan KP dalam Penetapan dan Klasifikasi P2MKP Menuju Lembaga Pelatihan Masyarakat yang Berdaya Saing” bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas layanan publik di bidang pelatihan. Nyoman menegaskan bahwa kolaborasi antara P2MKP, satuan pendidikan vokasi, dan dunia usaha sangat penting agar pelatihan dapat menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan berdaya saing.
Dasar Hukum dan Dampak Positif
Kepala Pusat Pelatihan Kelautan Perikanan KKP, Lilly Aprilya Pregiwati, menjelaskan bahwa penguatan peran P2MKP didukung oleh Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 18 Tahun 2024 dan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan (Kepmen KP) Nomor 20 Tahun 2025. Saat ini, terdapat 107 P2MKP aktif di 22 provinsi dan 72 kabupaten/kota. Sebanyak 9.914 masyarakat telah dilatih, dengan 1.255 di antaranya tersertifikasi dan 1.593 berhasil mendirikan usaha baru.
Lilly memberikan contoh inovasi seperti “Mobile Garam” di Pati dan usaha olahan ikan di Tegal dan Baubau sebagai bukti nyata peningkatan keterampilan serta pertumbuhan ekonomi keluarga pesisir. Salah satu alumni, Istiqomah, bahkan telah mendirikan lembaga pelatihan sendiri di Aceh Besar dengan dukungan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Komitmen ke Depan
Pusat Pelatihan KP berkomitmen untuk memperkuat sistem klasifikasi dan monitoring P2MKP melalui reformasi kebijakan, transformasi digital, dan pendampingan kelembagaan. Hal ini bertujuan agar pelatihan semakin adaptif dan terukur. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono sebelumnya telah memastikan bahwa pihaknya terus menggencarkan program peningkatan kompetensi masyarakat untuk mendorong produktivitas dan diversifikasi hasil kelautan dan perikanan.
Strategi Pengembangan P2MKP
Beberapa strategi utama yang akan diterapkan oleh P2MKP antara lain:
- Reformasi Kebijakan – Pemerintah akan melakukan evaluasi dan penyempurnaan regulasi yang berkaitan dengan pelaksanaan pelatihan di sektor kelautan dan perikanan.
- Transformasi Digital – P2MKP akan memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan efisiensi dan aksesibilitas layanan pelatihan.
- Pendampingan Kelembagaan – P2MKP akan bekerja sama dengan institusi pendidikan dan pelaku usaha untuk memastikan pelatihan sesuai dengan kebutuhan pasar.
Dengan strategi-strategi ini, P2MKP diharapkan dapat menjadi pusat pelatihan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan industri.
Pengembangan P2MKP juga mencakup pelibatan masyarakat lokal dalam proses pelatihan. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa pelatihan tidak hanya bersifat teoretis, tetapi juga praktis dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat pesisir.
Selain itu, KKP juga berupaya membangun jaringan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk organisasi kemasyarakatan dan lembaga swadaya masyarakat. Kerja sama ini akan membantu dalam pengembangan kurikulum pelatihan yang lebih relevan dan berkelanjutan.
Tantangan dan Peluang
Meskipun ada banyak peluang, P2MKP juga menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah keterbatasan sumber daya dan infrastruktur di daerah-daerah terpencil. Untuk mengatasi hal ini, KKP akan terus berupaya meningkatkan anggaran dan fasilitas pelatihan.
Selain itu, perlu adanya kesadaran dari masyarakat tentang pentingnya pelatihan dalam meningkatkan keterampilan dan kemandirian mereka. Edukasi dan sosialisasi akan menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperluas cakupan pelatihan.
Dengan upaya-upaya tersebut, P2MKP diharapkan dapat menjadi salah satu motor penggerak utama dalam pembangunan sektor kelautan dan perikanan di Indonesia.